Jared Kushner Temui Netanyahu, Bahas Nasib Gaza Pasca-Hamas

Selasa, 11 November 2025 - 13:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Menantu Donald Trump, Jared Kushner, bertemu PM Israel Benjamin Netanyahu untuk membahas implementasi rencana 20 poin AS, termasuk pelucutan senjata Hamas dan pasukan multinasional di Gaza. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Menantu Donald Trump, Jared Kushner, bertemu PM Israel Benjamin Netanyahu untuk membahas implementasi rencana 20 poin AS, termasuk pelucutan senjata Hamas dan pasukan multinasional di Gaza. Dok: Istimewa.

YERUSALEM, POSNEWS.CO.ID — Penasihat senior Gedung Putih sekaligus menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Yerusalem pada Senin (10/11/2025).

Kunjungan ini berfokus pada implementasi rencana 20 poin AS untuk mengakhiri perang Gaza dan mendorong gencatan senjata ke tahap selanjutnya. Kushner tiba di Israel sehari sebelumnya, pada Minggu (9/11).

Membahas Fase Kedua: Gaza Tanpa Hamas

Juru bicara pemerintah Israel, Shosh Bedrosian, mengonfirmasi pertemuan tersebut. Menurutnya, diskusi berfokus pada transisi dari fase pertama ke fase kedua dari rencana yang Trump umumkan pada September lalu.

“Mereka membahas tahap pertama, yang saat ini masih kami jalani untuk memulangkan sandera warga kami yang tersisa,” kata Bedrosian, Senin.

Baca Juga :  Tonggak Diplomasi: Israel dan Lebanon Berpeluang Gelar Perundingan Langsung

Lebih lanjut, ia mengatakan fokus utama pembicaraan adalah masa depan Gaza setelah Hamas.

“Diskusi juga mencakup masa depan tahap kedua dari rencana ini. Ini mencakup pelucutan senjata Hamas, demiliterisasi Gaza, dan memastikan Hamas tidak akan pernah lagi memiliki peran di masa depan Gaza,” jelasnya.

Selain itu, Bedrosian mengonfirmasi bahwa kedua pihak “berdiskusi tentang pasukan stabilisasi internasional” yang akan mengambil alih keamanan di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gencatan Senjata Rapuh, 240 Tewas

Pertemuan ini menandai satu bulan sejak gencatan senjata resmi dimulai pada 10 Oktober. Namun, situasi di lapangan tetap tegang.

Baca Juga :  Tragedi Wang Fuk Court: 168 Nyawa Melayang, Korban Mulai Masuki Reruntuhan Apartemen Hong Kong

Israel menuduh Hamas telah melanggar ketentuan kesepakatan dan telah melancarkan serangan sporadis di Gaza sebagai respons.

Pada hari Senin, militer Israel (IDF) melaporkan sebuah insiden di Gaza selatan. IDF mengklaim pasukannya mengidentifikasi “dua teroris” yang melintasi garis terlarang dan mendekati pasukan. Militer Israel menyatakan pihaknya membunuh keduanya karena menganggap mereka sebagai ancaman langsung.

Di sisi lain, sebuah laporan media Palestina menyebutkan bahwa dua orang, termasuk seorang anak, tewas dalam serangan bom Israel.

Pejabat kesehatan Gaza melaporkan kematian lebih dari 240 orang di wilayah tersebut sejak gencatan senjata yang rapuh itu dimulai sebulan lalu.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mesin Mati di Perlintasan, Mobil Antar Calon Haji Dihantam Kereta, 4 Orang Tewas
Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK
Libur Panjang May Day, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 47–65
Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green
AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz
Review MacBook Pro M5, Laptop Workstation Paling Bertenaga di Tahun 2026
Jerome Powell Bertahan di Dewan Setelah Jabatan Berakhir guna Melawan Tekanan Trump
AS Tuding China Langgar Kedaulatan, Beijing Sebut Trump Munafik

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:10 WIB

Mesin Mati di Perlintasan, Mobil Antar Calon Haji Dihantam Kereta, 4 Orang Tewas

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:30 WIB

Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:15 WIB

Libur Panjang May Day, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 47–65

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:19 WIB

Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:58 WIB

AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz

Berita Terbaru

Inggris dalam siaga tinggi. PM Keir Starmer menjanjikan tindakan tegas terhadap ekstremisme dan pendanaan keamanan tambahan sebesar ÂŁ25 juta setelah serangan penikaman brutal yang menargetkan komunitas Yahudi di London Utara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:19 WIB

Ketegangan di jalur nadi dunia. Amerika Serikat menggalang kekuatan internasional melalui Maritime Freedom Construct (MFC) untuk membuka kembali Selat Hormuz yang tersumbat, sementara harga minyak Brent melonjak hingga USD 126 per barel. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:58 WIB