BNPB Tegaskan Video Viral Jarah Makanan di Sibolga Bukan Penjarahan, Ini Penjelasannya

Minggu, 30 November 2025 - 19:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto.(Posnews/Ist)

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto.(Posnews/Ist)

DEPOK, POSNEWS.CO.ID — Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan terkait video viral yang menampilkan warga Sibolga diduga menjarah minimarket untuk mengambil makanan di bulog dan minimarket.

Ia menegaskan, aksi tersebut bukan penjarahan, melainkan upaya warga bertahan hidup di tengah wilayah yang masih terisolasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam konferensi pers bersama Menko PMK, Minggu (30/11/2025), Suharyanto menjelaskan bahwa tim BNPB sudah mengonfirmasi kejadian itu di lapangan.

“Video yang viral itu benar warga mengambil bahan makanan. Namun aksinya tidak merusak, tidak memecahkan kaca, dan tidak memenuhi unsur penjarahan,” tegasnya.

Baca Juga :  BNPB: 26 Rumah Rusak Akibat Gempa Bekasi, Warga Diminta Waspada Susulan

Menurut Suharyanto, warga melakukan tindakan tersebut karena khawatir pasokan makanan kian menipis. Akses ke beberapa wilayah masih tertutup, sehingga logistik sulit masuk.

Mereka takut bahan makanan habis karena kondisi yang tertutup dan suplai terbatas. Itu yang terlihat di media sosial,” jelasnya.

Banjir Kritik, BNPB Tetap Evaluasi

Suharyanto juga mengungkapkan bahwa penanganan bencana di Sibolga menuai banyak kritik dari masyarakat. Bahkan, ribuan komentar menghujat memenuhi akun media sosial BNPB.

Baca Juga :  Benarkah Penurunan Kematian 50 Persen Terlalu Berlebihan?

Mungkin kalau buka TikTok, Bapak-Ibu lihat video saya terkait penjarahan. Ada 10 ribu hingga 5 ribu komentar yang menghujat kami,” katanya.

Meski begitu, ia memastikan kritik tersebut diterima sebagai bahan evaluasi. Ia menegaskan bahwa dukungan masyarakat tetap lebih besar daripada kritik negatif.

“Kami tetap optimis. Yang mendukung lebih banyak, tapi seluruh kritik tetap menjadi perhatian kami,” ujarnya.

BNPB memastikan penanganan di Sibolga terus dipercepat, mulai dari pembukaan akses jalur hingga distribusi bantuan, agar kebutuhan warga dapat segera terpenuhi. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Empat Perusahaan Diselidiki, Pemerintah Ancam Cabut Izin Pelaku Karhutla
Duka Gempa NTT, 87 Orang Meninggal dan 150 Ribu Warga Mengungsi
Karhutla Kalimantan Membara, Prabowo Perintahkan Penindakan Tegas
Kampus Bukan Pasar: KPK Bongkar Dugaan Transaksi Rp650 Juta di Unsoed
Terios Diduga Rusak Usai Servis, Pemilik Minta Bengkel Resmi Daihatsu Bertanggung Jawab
Modus Narkoba Makin Licin! BNN Dorong Vape Dilarang Total di Indonesia
Rektor Unsoed Diciduk KPK, 14 Orang Diboyong Dugaan Korupsi Mahasiswa Baru
Alarm Laut Indonesia! 601 Operasi SAR, 239 Orang Meninggal

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:38 WIB

Empat Perusahaan Diselidiki, Pemerintah Ancam Cabut Izin Pelaku Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:25 WIB

Duka Gempa NTT, 87 Orang Meninggal dan 150 Ribu Warga Mengungsi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:12 WIB

Karhutla Kalimantan Membara, Prabowo Perintahkan Penindakan Tegas

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:18 WIB

Kampus Bukan Pasar: KPK Bongkar Dugaan Transaksi Rp650 Juta di Unsoed

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:22 WIB

Terios Diduga Rusak Usai Servis, Pemilik Minta Bengkel Resmi Daihatsu Bertanggung Jawab

Berita Terbaru

 Korea Utara mengecam keras rencana kenaikan anggaran pertahanan Jepang sebesar 8,9 triliun yen dan menganggapnya sebagai bentuk persiapan perang agresi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Korea Utara Kecam Rencana Peningkatan Anggaran Pertahanan

Minggu, 23 Agu 2026 - 15:25 WIB

Ilustrasi, aksi demonstrasi. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Warga Pati Demo di Jakarta 26–27 Agustus, Pramono: Jangan Anarkis

Minggu, 23 Agu 2026 - 14:48 WIB

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung . (Posnews/Kominfo)

JABODETABEK

Parkir Mobil di Jakarta Bisa Rp60 Ribu per Jam? Ini Kata Pramono

Minggu, 23 Agu 2026 - 11:57 WIB