Rapat Panas PBNU Hari Ini, Syuriyah Bahas Pj Ketum, Gus Yahya Tolak Mundur

Selasa, 9 Desember 2025 - 08:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lambang Nahdlatul Ulama (NU). (Posnews/Ist)

Lambang Nahdlatul Ulama (NU). (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Perseteruan di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus berlangsung. Hari ini, Syuriyah PBNU akan menggelar rapat pleno panas di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025).

Rapat tersebut untuk memutuskan Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU setelah isu internal mengguncang organisasi. Pertemuan ini membahas dua agenda inti, yakni laporan hasil Rapat Harian Syuriyah dan penetapan Pj Ketum PBNU.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Katib Syuriyah PBNU, KH Sarmidi Husna, membenarkan agenda tersebut. Namun ia menegaskan bahwa figur calon Pj Ketum belum mengerucut. “Belum tahu, tunggu hasilnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemprov DKI Siapkan 661 Bus dan Kuota 26.500 Peserta Mudik Gratis Lebaran 2026

Di tengah dinamika itu, Gus Yahya kembali menegaskan tidak akan mundur dari jabatan Ketua Umum PBNU. Pernyataan ini ia sampaikan usai beredarnya risalah Syuriyah yang meminta dirinya lengser.

Ia menegaskan, mandat Muktamar NU yang menugasinya lima tahun akan ia jalani hingga tuntas. “Insya Allah saya sanggup,” tegasnya.

20 Banom PBNU Bersatu: Serukan Kepatuhan Jam’iyah

Di sisi lain, 20 Lembaga dan Banom PBNU mengeluarkan pernyataan sikap bersama usai dinamika yang muncul dari pertemuan sesepuh NU di Ponpes Tebuireng, Jombang.

Mereka menyerukan:

  • Taat kepada AD/ART PBNU,
  • Mengikuti fatwa masyayikh,
  • Menjaga keutuhan jam’iyah,
  • Menolak potensi dualisme,
Baca Juga :  Gus Yahya Pilih Islah tapi Tegaskan AD/ART NU - Ketum Hanya Bisa Berhenti Lewat MLB

Mendorong musyawarah yang sejuk dan bermartabat.

Para pimpinan Banom juga meminta seluruh pihak tetap bekerja profesional dan berdoa agar PBNU terhindar dari fitnah.

Pernyataan ini menegaskan soliditas Banom PBNU di tengah isu memanasnya dinamika organisasi.

Daftar 20 Lembaga dan Banom PBNU yang Mengeluarkan Sikap

Lembaga Ma’arif NU, RMI, LPNU, LKKNU, Lakpesdam, LPBH, Lesbumi, Lazisnu, LWPNU, LTN PBNU, LPBI, PMII, IPNU, JQH NU, ISNU, Sarbumusi, Pagar Nusa, Serikat Nelayan NU, Badan Halal NU, dan LPP NU. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia
Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia
Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang
Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik
Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel
WHO Nyatakan Wabah Strain Bundibugyo sebagai Ancaman Global
Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran Hampir Tuntas
Brimob Polda Metro Gagalkan Tawuran dan Balap Liar, Celurit hingga Narkoba Disita

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:17 WIB

Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:24 WIB

Sempat Ditangkap Israel, 9 WNI Relawan Gaza Akhirnya Tiba di Indonesia

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:00 WIB

Bareskrim Selidiki Blackout Sumatera, Kabel SUTET Putus di Jambi Diuji Forensik

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Berita Terbaru

Bara di garis depan. Pasukan Ukraina meluncurkan serangan drone masif terhadap terminal minyak utama Rusia di Novorossiysk, sementara jumlah korban tewas akibat serangan di asrama mahasiswa Starobilsk mencapai 18 jiwa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Balik: Ukraina Gempur Terminal Minyak Rusia

Minggu, 24 Mei 2026 - 18:17 WIB

Misi merajut kembali aliansi. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengunjungi India untuk memulihkan hubungan yang sempat retak akibat sengketa tarif dan perbedaan pandangan strategis terkait kawasan Asia Selatan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marco Rubio Lawat India guna Pulihkan Hubungan Dagang

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:14 WIB

Sanksi diplomatik Paris. Pemerintah Prancis resmi melarang Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memasuki wilayahnya sebagai respons atas sikap kontroversialnya terhadap aktivis bantuan Gaza. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Prancis Larang Masuk Menteri Keamanan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:11 WIB