Wang Yi Puji Jerman, Sindir Keras Jepang Soal Sejarah dan Taiwan

Rabu, 10 Desember 2025 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diplomasi di jalur sutra. China memfasilitasi pertemuan tingkat tinggi antara Pakistan dan Afghanistan di Urumqi untuk merumuskan landasan dialog skala penuh pasca-eskalasi serangan udara mematikan. Dok: Istimewa.

Diplomasi di jalur sutra. China memfasilitasi pertemuan tingkat tinggi antara Pakistan dan Afghanistan di Urumqi untuk merumuskan landasan dialog skala penuh pasca-eskalasi serangan udara mematikan. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Diplomasi tingkat tinggi kembali bergulir di Beijing. Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, menerima kunjungan strategis Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, pada Senin (08/12/2025).

Pertemuan ini membawa angin segar bagi hubungan bilateral kedua negara. Wang Yi menegaskan kesiapan China untuk menjaga pertukaran tingkat tinggi yang erat dengan Jerman. Tujuannya, Beijing ingin menyelaraskan strategi pembangunan dan mempromosikan kerja sama praktis.

“Kita harus bertujuan meningkatkan kepercayaan daripada memperlebar perselisihan,” tegas Wang. Menurutnya, kerja sama China-Jerman tidak hanya menguntungkan kedua bangsa, tetapi juga kondusif untuk mengatasi tantangan global bersama.

Harapan pada Peran Jerman di Uni Eropa

Wang menyampaikan harapan besar kepada Berlin. Sebagai kekuatan utama dalam integrasi Eropa, Jerman diharapkan mampu mendorong Uni Eropa (UE) kembali ke jalur kebijakan yang rasional dan pragmatis terhadap China.

Baca Juga :  Lansia Amerika Kini Lebih Sehat, Mandiri, dan Hemat Anggaran

Wang mendesak agar perbedaan diselesaikan melalui dialog, bukan konfrontasi. Selain itu, ia memperingatkan bahaya politisasi isu ekonomi.

“Kita harus menghindari instrumentalisasi isu perdagangan dan pan-sekuritisasi kerja sama normal,” ujarnya. Pasalnya, kedua negara adalah pendukung kuat multilateralisme yang harus memperkuat solidaritas demi tata kelola global yang lebih adil.

Sindiran Tajam untuk Jepang

Dalam diskusi tersebut, Wang Yi tidak melewatkan kesempatan untuk menyinggung isu sensitif di kawasan Asia Timur. Ia menguraikan sikap prinsip China terkait masalah Taiwan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara mengejutkan, Wang membandingkan Jerman dengan Jepang. Ia memuji Jerman yang telah melakukan refleksi mendalam atas sejarah kelamnya. Sebaliknya, ia mengkritik keras Jepang.

“Tidak seperti Jerman, Jepang belum sepenuhnya merefleksikan sejarah agresinya dalam delapan dekade sejak Perang Dunia II berakhir,” sentil Wang.

Baca Juga :  Densus 88 Cokok 4 Jaringan ISIS di Sumatera Barat dan Sumatera Utara

Ia menyoroti kerusakan parah akibat komentar keliru pemimpin Jepang saat ini mengenai wilayah Taiwan. Oleh karena itu, Wang menekankan bahwa prinsip satu China adalah fondasi politik yang tidak bisa ditawar.

Wadephul merespons positif. Ia menegaskan posisi Jerman yang tak tergoyahkan. “Jerman tetap berkomitmen teguh pada kebijakan satu China,” janji Wadephul.

Titik Temu Krisis Ukraina

Kedua diplomat top ini juga bertukar pandangan mengenai krisis Ukraina. Wadephul menguraikan posisi Jerman dan berharap China menggunakan pengaruhnya untuk mendorong pengakhiran krisis lebih awal.

Menanggapi hal itu, Wang mengulangi sikap konsisten Beijing. Ia menyerukan agar semua pihak menghargai momentum solusi politik saat ini.

“Semua pihak harus bertemu di tengah jalan,” saran Wang. Pada akhirnya, perdamaian yang adil, abadi, dan mengikat hanya bisa tercapai melalui meja perundingan, bukan di medan perang.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Eks Karyawan Bobol Depot Air di Pademangan, Gondol Uang dan Motor
Misi Damai di Urumqi: China Mediasi Pakistan dan Afghanistan guna Akhiri Konflik Perbatasan
Gempa M7,6 Bitung Tewaskan 1 Orang, BNPB Minta Daerah Tetapkan Status Darurat
Korban Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi Bertambah Jadi 17 Orang, Satu Kritis
Sindikat Bobol Dana BOS Rp942 Juta Dibongkar, Polda Sumsel Tangkap 4 Pelaku
Afrika Selatan Kerahkan Pasukan ke Cape Town Lawan Teror Geng Kriminal
Ledakan SPBE Cimuning Bekasi, 12 Korban Luka Bakar, Polisi Libatkan Labfor Selidiki Penyebab
Pengamanan Paskah 2026 Diperketat, 4.500 Personel Polda Metro Jaya Disiagakan di Gereja

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 19:53 WIB

Eks Karyawan Bobol Depot Air di Pademangan, Gondol Uang dan Motor

Kamis, 2 April 2026 - 18:40 WIB

Misi Damai di Urumqi: China Mediasi Pakistan dan Afghanistan guna Akhiri Konflik Perbatasan

Kamis, 2 April 2026 - 18:26 WIB

Gempa M7,6 Bitung Tewaskan 1 Orang, BNPB Minta Daerah Tetapkan Status Darurat

Kamis, 2 April 2026 - 18:14 WIB

Korban Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi Bertambah Jadi 17 Orang, Satu Kritis

Kamis, 2 April 2026 - 17:45 WIB

Sindikat Bobol Dana BOS Rp942 Juta Dibongkar, Polda Sumsel Tangkap 4 Pelaku

Berita Terbaru