Pengadilan Tinggi Inggris Batalkan Status Teroris Kelompok Palestine Action

Sabtu, 14 Februari 2026 - 17:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Kemenangan hak protes. Pengadilan Tinggi Inggris menyatakan pelarangan kelompok Palestine Action sebagai tindakan ilegal dan tidak proporsional, memicu krisis hukum bagi kementerian dalam negeri. Dok: Istimewa

Ilustrasi, Kemenangan hak protes. Pengadilan Tinggi Inggris menyatakan pelarangan kelompok Palestine Action sebagai tindakan ilegal dan tidak proporsional, memicu krisis hukum bagi kementerian dalam negeri. Dok: Istimewa

LONDON, POSNEWS.CO.ID – Hakim-hakim Pengadilan Tinggi Inggris memberikan pukulan telak bagi pemerintah. Mereka menegaskan bahwa kelompok Palestine Action tidak seharusnya masuk dalam kategori organisasi teroris di bawah undang-undang keamanan nasional.

Dalam putusan pada hari Jumat, majelis hakim menyebut pelarangan kelompok tersebut bersifat diskriminatif. Oleh karena itu, pengadilan memerintahkan pembatalan status terlarang yang mantan Mendagri Yvette Cooper perkenalkan sebelumnya. Hakim menilai pelarangan tersebut telah mencederai hak warga negara untuk menyampaikan pendapat dan berkumpul secara damai.

Kemenangan Monumental bagi Kebebasan Sipil

Huda Ammori, salah satu pendiri Palestine Action, menyebut hasil sidang ini sebagai “kemenangan monumental”. Ia menegaskan bahwa aksi protes kelompoknya menyasar produsen senjata Israel, Elbit Systems, guna menghentikan kontrak militer yang merugikan rakyat Palestina.

“Kami menggunakan taktik yang sama dengan organisasi aksi langsung lainnya dalam sejarah,” ujar Ammori. Ia menuding pemerintah selama ini hanya berusaha menyenangkan lobi pro-Israel dan manufaktur senjata. Bahkan, pihak pemerintah mengakui dalam persidangan bahwa dasar pelarangan hanyalah kerusakan properti, bukan kekerasan terhadap manusia. Ratusan pengunjuk rasa di luar gedung pengadilan London Pusat segera menyambut keputusan hakim ini dengan sorak-sorai.

Argumentasi Hukum: Batasan Definisi Terorisme

Dame Victoria Sharp memimpin majelis hakim yang menjelaskan bahwa pelarangan organisasi harus mempertimbangkan skala dan sifat ancaman yang nyata. Hakim mengakui bahwa Palestine Action memang mempromosikan tujuan politik melalui pelanggaran hukum pidana umum.

Namun demikian, hakim menegaskan bahwa aktivitas tersebut belum mencapai tingkat, skala, dan persistensi yang masuk kategori terorisme. “Untuk tindakan kriminal lainnya, hukum pidana umum tetap tersedia sebagai instrumen penegakan hukum,” tegas Sharp. Ia menilai tindakan memasukkan Palestine Action ke dalam kategori hukum yang sama dengan organisasi ekstremis seperti ISIS merupakan langkah yang sangat berlebihan.

Baca Juga :  Pemerintah AS Siap Kembalikan Dana Tarif $166 Miliar Pasca-Putusan Mahkamah Agung

Nasib 2.500 Pendukung dan Banding Pemerintah

Menteri Dalam Negeri Shabana Mahmood menyatakan kekecewaannya terhadap putusan tersebut. Ia tetap bersikeras bahwa pelarangan tersebut telah melalui proses pengambilan keputusan yang ketat dan transparan. Akibatnya, Mahmood berencana untuk segera memperjuangkan kasus ini di Pengadilan Banding (Court of Appeal).

Kondisi ini menciptakan dilema hukum bagi Kepolisian Metropolitan London. Polisi segera menghentikan penangkapan terhadap pendukung kelompok tersebut, namun tetap mengumpulkan bukti untuk kemungkinan penuntutan di masa depan. Pasalnya, polisi telah menangkap lebih dari 2.500 orang sejak pemerintah memberlakukan pelarangan pada Juli 2025. Dari jumlah tersebut, jaksa telah mendakwa sekitar 500 orang—termasuk pensiunan dan veteran militer—hanya karena memegang poster dukungan. Pelapor khusus PBB, Ben Saul, mendesak pemerintah untuk segera meminta maaf kepada warga yang mendapatkan stigmatisasi sebagai teroris secara ilegal.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride
Pelaku Lepaskan Tembakan ke Gedung Konsulat AS
Gelombang Fitur AI Interaktif Ubah Pengalaman Membaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:08 WIB

Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:04 WIB

Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India

Berita Terbaru

Terobosan baru industri gawai. Qualcomm merancang fitur eksklusif AI Frame Fusion pada Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro demi pengalaman gaming ekstra mulus. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Qualcomm Bekali Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro

Kamis, 30 Jul 2026 - 12:00 WIB

Inovasi tablet ringkas Apple. Bocoran Bloomberg mengungkap kehadiran IP rating tahan air serta layar OLED pada iPad mini mendatang. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

iPad Mini Generasi Baru Bawa Sertifikasi Tahan Air

Kamis, 30 Jul 2026 - 10:31 WIB

Sengkarut rilis game paling dinanti. Rockstar Games mengonfirmasi penukaran kode digital GTA 6 di PS5 terikat aturan region lock ketat, memicu risiko pemblokiran akun. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Rockstar Terapkan Region Lock GTA 6 PS5 dan Ancam Gamer

Kamis, 30 Jul 2026 - 10:15 WIB