Pleno PBNU Kubu Gus Yahya Bahas Program dan Rencana, Tolak Keputusan Pj Ketum Baru

Rabu, 10 Desember 2025 - 20:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PBNU Gus Yahya memberikan keterangan kepada media terkait kasus dugaan korupsi kuota haji yang menjerat Gus Yaqut. (Posnews/UGM)

Ketua Umum PBNU Gus Yahya memberikan keterangan kepada media terkait kasus dugaan korupsi kuota haji yang menjerat Gus Yaqut. (Posnews/UGM)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

JAKARTA,POSNEWS.CO.ID – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kubu Gus Yahya akan menggelar rapat pleno besok pada Kamis, 11 Desember 2025.

Rapat itu membahas evaluasi program dan peran NU dalam penanggulangan bencana, serta digelar setelah penunjukan Zulfa Mustofa sebagai Pj Ketum PBNU.

Gus Yahya menjelaskan, pleno bertujuan evaluasi program dan menyusun strategi NU untuk penanggulangan bencana.

Baca Juga :  Rais Aam PBNU Tegaskan, Gus Yahya Nonaktif dari Kursi Ketua Umum Sejak 26 November 2025

β€œKita bicara besok, pleno akan fokus pada program-program yang menjadi tugas kita, termasuk evaluasi sejumlah program yang sedang berjalan,” ujar Gus Yahya usai audiensi dengan Komisi Percepatan Reformasi Polri di Gedung Kemensetneg, Jakarta Pusat, Rabu (10/12/2025).

Ia menambahkan, pleno merupakan agenda rutin setiap enam bulan sekali. Namun, pleno kali ini tidak akan membahas keputusan yang menetapkan Zulfa Mustofa sebagai Pj Ketum.

Baca Juga :  Drama Internal PBNU Memanas, Gus Yahya Bongkar Manuver Politik di Balik Rapat Pleno

β€œTidak akan kita bahas panjang, karena keputusan itu dianggap tidak sah secara konstitusional dan mekanismenya tidak sesuai tatanan yang berlaku,” tegas Gus Yahya.

Rapat pleno kubu Gus Yahya menegaskan fokus pada konsolidasi internal, evaluasi program, dan peran PBNU dalam menangani bencana, sekaligus menolak keputusan penunjukan Pj Ketum baru. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cegah Judol dan Narkoba, Polri Gandeng Muhammadiyah Masuk Sekolah
20 Korporasi Terseret Kasus Karhutla, Lahan Terbakar Capai 29 Ribu Hektare
Komnas HAM Ingatkan Polisi, Pengamanan Aksi Mahasiswa Harus Humanis
Ribuan Mahasiswa Siap Aksi di Bundaran HI Besok, Bawa 5 Tuntutan
KPK Belum Dalami Dugaan Amplop untuk Menhut, Fokus Kasus Kuansing
Jual Beli Data hingga Judol Meresahkan, Kapolri dan Menkomdigi Perkuat Kolaborasi
MUI Soroti Klaim Imam Mahdi di Bangkalan, Korban Rugi Rp1,3 Miliar
Musim Hujan Mundur hingga 30 Hari, BMKG Ingatkan Ancaman Banjir Akhir Tahun

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:39 WIB

Cegah Judol dan Narkoba, Polri Gandeng Muhammadiyah Masuk Sekolah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:08 WIB

20 Korporasi Terseret Kasus Karhutla, Lahan Terbakar Capai 29 Ribu Hektare

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:06 WIB

Komnas HAM Ingatkan Polisi, Pengamanan Aksi Mahasiswa Harus Humanis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Ribuan Mahasiswa Siap Aksi di Bundaran HI Besok, Bawa 5 Tuntutan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:24 WIB

KPK Belum Dalami Dugaan Amplop untuk Menhut, Fokus Kasus Kuansing

Berita Terbaru