PBNU Tutup Konflik Internal, Kepemimpinan Hasil Muktamar Tak Bisa Diganggu

Minggu, 28 Desember 2025 - 09:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lambang Nahdlatul Ulama (NU). (Posnews/Ist)

Lambang Nahdlatul Ulama (NU). (Posnews/Ist)

KEDIRI, POSNEWS.CO.ID – Rapat Konsultasi Syuriyah PBNU bersama Mustasyar PBNU yang digelar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, akhirnya memutuskan sikap tegas.

Hasil rapat tersebut final, sah, dan mengikat, baik secara moral, organisatoris, maupun konstitusional dalam tubuh Nahdlatul Ulama (NU).

Penegasan itu disampaikan Pengasuh Ponpes Al-Ishlahiyah Kediri, Kiai Muhibul Aman, yang juga ditunjuk sebagai moderator rapat konsultasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan, forum ini digelar untuk ishlah, meluruskan adab jam’iyyah, serta mengembalikan tata kelola NU agar berjalan sesuai AD/ART.

“Rapat ini mempertemukan Rais Aam PBNU Kiai Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU Kiai Yahya Cholil Staquf, serta dihadiri para Mustasyar dan kiai sepuh NU,” kata Kiai Muhibul Aman, Minggu (28/12/2025).

Baca Juga :  Peternak Balaraja Bangga, Sapi 1,15 Ton Jadi Kurban Presiden Iduladha 2026

Menurutnya, musyawarah ini menjadi titik akhir polemik internal NU.

Sekaligus, rapat meneguhkan kembali kepemimpinan hasil Muktamar ke-34 NU, yakni Kiai Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU dan Kiai Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU, yang sah untuk mempersiapkan dan memimpin Muktamar ke-35 NU.

Kiai Muhibul Aman menegaskan keputusan rapat sesuai Anggaran Dasar NU tentang musyawarah dan kepemimpinan kolektif.

Ia menekankan AD dan ART NU tidak mengatur pemberhentian Ketua Umum PBNU atau penunjukan Plt di luar Muktamar.

Baca Juga :  KPK Lanjutkan Kasus CSR BI-OJK, Ahmad Najib Dipanggil Sebagai Saksi

Karena itu, setiap klaim atau keputusan sepihak dinyatakan tidak sah dan batal demi hukum organisasi.

“Kepemimpinan NU hasil Muktamar ke-34 tetap sah, legal, dan konstitusional. Tidak pernah gugur dan tidak bisa dibatalkan oleh manuver apa pun di luar Muktamar,” tegasnya.

Ia pun meminta seluruh warga NU menghentikan polemik, tidak memperkeruh suasana, serta kembali taat pada adab jam’iyyah dan keputusan musyawarah.

“Pengingkaran terhadap keputusan rapat ini adalah pelanggaran serius terhadap tata tertib organisasi dan hanya akan merugikan NU sendiri,” tutupnya.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Suyudi Sebut Polri Makin Solid, Purnawirawan Brimob Beri Dukungan
Bahlil Beri Waktu 3×24 Jam, Siap Somasi Penyebar Tuduhan
Minggu Pagi ARBI Turun ke Al-Azhar, Bawa Lima Tuntutan soal Gibran
BMKG Peringatkan Hujan Ekstrem Sepekan, Sumatera Utara Status Awas
Istana Waspada, Kasus Penyadapan Prabowo Masuk Babak Baru
Dasco Minta DPR Kawal Kasus Penyadapan Prabowo
CPNS 2026 Direncanakan Dibuka November, Simak Persiapannya
Polri Siapkan K-9 hingga Kuda Turangga untuk Hadapi Bencana

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 18:19 WIB

Kapolri Suyudi Sebut Polri Makin Solid, Purnawirawan Brimob Beri Dukungan

Sabtu, 7 November 2026 - 17:17 WIB

Bahlil Beri Waktu 3×24 Jam, Siap Somasi Penyebar Tuduhan

Sabtu, 7 November 2026 - 14:30 WIB

Minggu Pagi ARBI Turun ke Al-Azhar, Bawa Lima Tuntutan soal Gibran

Sabtu, 7 November 2026 - 06:59 WIB

BMKG Peringatkan Hujan Ekstrem Sepekan, Sumatera Utara Status Awas

Jumat, 6 November 2026 - 16:28 WIB

Istana Waspada, Kasus Penyadapan Prabowo Masuk Babak Baru

Berita Terbaru

Honor 700 Series tampil dengan layar kedua di modul kamera belakang. Pre-order sudah berjalan di China. Simak model, warna. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Honor 700 Series Punya Layar Kedua di Modul Kamera

Sabtu, 7 Nov 2026 - 18:15 WIB

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia. (Posnews/Ist)

NASIONAL

Bahlil Beri Waktu 3×24 Jam, Siap Somasi Penyebar Tuduhan

Sabtu, 7 Nov 2026 - 17:17 WIB