Matinya Bintang Film: Mengapa Influencer Lebih Terkenal dari Aktor Oscar?

Kamis, 11 Desember 2025 - 05:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Zaman Tom Cruise sudah lewat? Gen Z lebih kenal YouTuber daripada pemenang Oscar. Dok: Istimewa.

Zaman Tom Cruise sudah lewat? Gen Z lebih kenal YouTuber daripada pemenang Oscar. Dok: Istimewa.

JAKARTA,POSNEWS.CO.ID – Istilah “Bintang Film” atau Movie Star pernah memiliki makna yang sangat sakral. Nama-nama seperti Tom Cruise, Julia Roberts, atau Leonardo DiCaprio mampu menarik jutaan penonton ke bioskop hanya dengan wajah mereka di poster.

Mereka adalah dewa-dewi modern yang hidup di atas awan Olympus bernama Hollywood. Namun, era keemasan itu kini tampak semakin pudar.

Konsep bintang film tradisional sedang sekarat. Faktanya, anak-anak muda zaman sekarang mungkin tidak mengenali wajah pemenang Oscar tahun ini. Sebaliknya, mereka akan berteriak histeris saat melihat seorang YouTuber atau bintang TikTok lewat di jalan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gen Z dan Pergeseran Definisi Terkenal

Realitas ketenaran telah bergeser secara fundamental. Bagi Generasi Z, selebritas bukanlah orang yang aktingnya memukau di layar lebar selama dua jam.

Bagi mereka, selebritas adalah orang yang menemani mereka setiap hari di layar ponsel 6 inci. Akibatnya, sosok seperti MrBeast atau Charli D’Amelio memiliki tingkat pengenalan (name recognition) yang jauh lebih tinggi daripada aktor watak sekalipun.

Baca Juga :  Hidup Dikurasi Algoritma: Pilihan Palsu di Ujung Jari

Survei terbaru menunjukkan tren yang mengejutkan. Remaja lebih mempercayai rekomendasi produk dari influencer favorit mereka daripada dari aktor film papan atas. Lantas, kekuatan pengaruh bintang film pun tergerus oleh para kreator konten.

Matinya Aura Mistik

Mengapa hal ini bisa terjadi? Perbedaan utamanya terletak pada strategi “Mistik vs Aksesibilitas”.

Bintang film zaman dulu menjaga privasi mereka dengan sangat ketat. Kita jarang melihat mereka kecuali di film atau wawancara majalah eksklusif. Oleh karena itu, mereka memiliki aura misterius yang membuat penasaran. Mereka tampak tak tersentuh.

Sebaliknya, influencer menjual aksesibilitas total. Mereka merekam kegiatan sarapan, curhat saat sedih, hingga menunjukkan kamar tidur mereka.

Audiens merasa dekat dan memiliki hubungan emosional (parasocial relationship) dengan mereka. Maka, di era ini, “bisa dijangkau” alias relatable adalah mata uang yang jauh lebih berharga daripada “misterius”.

Jumlah Followers di Atas Bakat?

Pergeseran ini berdampak langsung pada ekonomi industri perfilman. Studio film kini menghadapi dilema besar saat melakukan casting.

Produser sering kali lebih memilih aktor dengan jumlah pengikut Instagram jutaan, meskipun kemampuan aktingnya biasa saja. Pasalnya, studio menganggap followers tersebut sebagai tiket bioskop gratis yang sudah terjamin.

Baca Juga :  Kantor Ormas Madas di Jalan Darmo Surabaya Disegel Polisi, Dugaan Kasus Mafia Tanah

Akibatnya, aktor-aktor berbakat yang tidak aktif di media sosial sering kali tersingkir. Bakat murni menjadi nomor dua setelah viralitas digital. Fenomena ini menciptakan gelombang film yang penuh dengan wajah populer, namun miskin kualitas peran.

Selebritas yang Terfragmentasi

Pada akhirnya, kita sedang menyaksikan redefinisi total tentang apa artinya menjadi terkenal. Bintang film tidak akan punah sepenuhnya, tetapi monopoli mereka atas perhatian publik sudah berakhir.

Ketenaran kini terfragmentasi ke dalam ribuan niche kecil di internet. Seseorang bisa menjadi superstar bagi jutaan pengikutnya di TikTok, namun sama sekali tidak dikenal oleh orang di sebelahnya.

Ingatlah, zaman telah berubah. Layar perak bioskop tidak lagi menjadi satu-satunya ukuran kesuksesan. Kini, panggung terbesar dunia ada di dalam genggaman tangan kita masing-masing.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Spider-Man Brand New Day Siap Sapu Bersih Bioskop
Babak Baru Semesta Family Guy: Serial Spin-off
Ambisi Ryan Reynolds: Deadpool Keempat Siap Disajikan
Inde Navarrette Terima Kado Langka Modern Warfare 2
Novel Baru Dragonlance War Wizard Rilis Agustus
Adaptasi Film The Odyssey Tuai Kritik Keras dari Penerjemah
Avengers: Doomsday Pamerkan Robert Downey Jr. Sebagai Doctor Doom
Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:22 WIB

Spider-Man Brand New Day Siap Sapu Bersih Bioskop

Jumat, 24 Juli 2026 - 06:30 WIB

Babak Baru Semesta Family Guy: Serial Spin-off

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:32 WIB

Ambisi Ryan Reynolds: Deadpool Keempat Siap Disajikan

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:30 WIB

Inde Navarrette Terima Kado Langka Modern Warfare 2

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:30 WIB

Novel Baru Dragonlance War Wizard Rilis Agustus

Berita Terbaru

Langkah baru pengembangan game Soulslike. Sutradara Xia Siyuan mendirikan studio Chengdu Indolphinity guna menggarap sekuel Wuchang: Fallen Feathers bersama 505 Games. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Penerbit 505 Games Resmi Mengumumkan Sekuel Wuchang

Jumat, 31 Jul 2026 - 06:03 WIB

Langkah taktis amankan benteng udara. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menemui Donald Trump di Washington guna membahas produksi mandiri rudal Patriot. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:12 WIB