Kurang Tidur, Sopir MBG Penabrak Guru dan Siswa SD Kalibaru 01 Pagi Resmi Tersangka

Jumat, 12 Desember 2025 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Erick Frendriz memberi keterangan pers soal sopir MBG.. (Posnews/Ist)

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Erick Frendriz memberi keterangan pers soal sopir MBG.. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polisi resmi menetapkan AI, sopir mobil pengantar Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai tersangka. Penyidik menilai AI lalai karena kurang tidur sehingga insiden maut menabrak guru dan siswa SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara. 

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Erick Frendriz mengungkapkan bahwa AI baru tidur pukul 04.00 WIB, lalu berangkat kerja pukul 05.30 WIB, sehingga kondisinya tidak layak mengemudi.

“Kurang tidur membuat tersangka tidak layak mengendarai kendaraan,” tegas Erick, Jumat (12/12/2025).

Sebagai langkah penyidikan, polisi melakukan tes urine dan alkohol terhadap AI. Hasil keduanya negatif, sehingga faktor kelalaian diduga kuat berasal dari minimnya waktu istirahat.

Baca Juga :  MenHAM Natalius Pigai Desak Polisi Usut Teror Influencer Pasca Banjir Sumatera

“Kami sudah lakukan tes urine dan alkohol, hasilnya negatif,” ujar Erick.

Erick menegaskan bahwa penetapan tersangka dilakukan karena alat bukti dinilai lengkap.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“AI kami tetapkan sebagai tersangka setelah penyidik yakin dengan alat bukti,” jelasnya.

Kronologi: Salah Injak Pedal Gas

Insiden terjadi pada Kamis (11/12) pagi. Mobil MBG tiba-tiba melaju kencang, menabrak pagar sekolah, lalu kembali melaju dan menghantam guru serta siswa yang sedang mengikuti kegiatan literasi di lapangan.

Baca Juga :  Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban

AI mengaku salah menginjak pedal gas saat hendak mengerem.

Peristiwa itu menyebabkan 22 orang luka-luka dan dilarikan ke RSUD Koja dan RSUD Cilincing. Hingga kini, 10 korban sudah dipulangkan karena kondisinya membaik.

Dalam penyidikan awal, polisi telah memeriksa 10 saksi, termasuk pelapor, korban, pihak sekolah, dan saksi mata di lokasi kejadian. AI dijerat Pasal 360 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan luka berat. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sopir Angkot Disiram Bensin Lalu Dibakar di Tanah Abang, Pelaku Akhirnya Dibekuk
Raja Charles III Temui Donald Trump di Gedung Putih
Bea Cukai Marunda Santuni Yatim dan Lansia di Cilincing, Aksi Nyata Kepedulian Sosial
Laboratorium Narkoba di Apartemen Salemba Digerebek, 5 Kg Tembakau Sintetis Disita
Medan Ekstrem Hambat Evakuasi 8 Korban Helikopter Jatuh di Sekadau Kalimantan Barat
Ragunan Diserbu 80 Ribu Pengunjung di H+2 Lebaran 2026, Motor Dominasi
Stok Beras Nasional Melimpah, Mentan Amran Pastikan Aman hingga 2026
Banjir Jakarta 9 Maret 2026: 16 RT dan 2 Jalan Masih Tergenang, Air Berangsur Surut

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 14:27 WIB

Sopir Angkot Disiram Bensin Lalu Dibakar di Tanah Abang, Pelaku Akhirnya Dibekuk

Selasa, 28 April 2026 - 11:46 WIB

Raja Charles III Temui Donald Trump di Gedung Putih

Jumat, 24 April 2026 - 09:43 WIB

Bea Cukai Marunda Santuni Yatim dan Lansia di Cilincing, Aksi Nyata Kepedulian Sosial

Minggu, 19 April 2026 - 15:57 WIB

Laboratorium Narkoba di Apartemen Salemba Digerebek, 5 Kg Tembakau Sintetis Disita

Jumat, 17 April 2026 - 07:54 WIB

Medan Ekstrem Hambat Evakuasi 8 Korban Helikopter Jatuh di Sekadau Kalimantan Barat

Berita Terbaru

Adaptasi energi di tengah perang. Korea Selatan mengalihkan ketergantungan impor naphtha dari Timur Tengah ke Amerika Serikat guna mengamankan bahan baku industri petrokimia saat konflik Iran melumpuhkan jalur pasokan tradisional. Dok: Reuters/Jonathan Ernst.

INTERNASIONAL

Amerika Serikat Kini Jadi Pemasok Utama Naphtha Korea Selatan

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:30 WIB

Melintasi waktu di langit India. Di tengah kepungan modernitas New Delhi, sekelompok pria terus melestarikan Kabootarbaazi, tradisi melatih merpati peninggalan era Mughal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Dok: REUTERS/Bhawika Chhabra.

INTERNASIONAL

Sayap Tradisi di Langit Delhi: Menjaga Kabootarbaazi

Jumat, 1 Mei 2026 - 07:27 WIB