Maduro Tuntut AS Akhiri Intervensi Ilegal di Venezuela dan Amerika Latin

Jumat, 12 Desember 2025 - 20:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pukulan bagi perlindungan kemanusiaan. Mahkamah Agung AS mengizinkan pembatalan status tinggal sementara bagi ratusan ribu imigran asal Haiti dan Suriah. Dok: Reuters/Jonathan Ernst.

Pukulan bagi perlindungan kemanusiaan. Mahkamah Agung AS mengizinkan pembatalan status tinggal sementara bagi ratusan ribu imigran asal Haiti dan Suriah. Dok: Reuters/Jonathan Ernst.

CARACAS, POSNEWS.CO.ID – Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, kembali melontarkan kritik tajam kepada Washington. Dalam demonstrasi peringatan 166 tahun Pertempuran Santa Ines di Caracas, Rabu (10/12/2025), Maduro menuntut Amerika Serikat (AS) menghentikan kebijakan intervensinya.

Suara lantang Maduro menggema di hadapan ribuan pendukungnya. Ia menyerukan diakhirinya “intervensi ilegal dan brutal” yang menurutnya telah merusak stabilitas kawasan.

“Kami mengutuk kebijakan pergantian rezim, kudeta, dan invasi di seluruh dunia,” tegas Maduro.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menariknya, Maduro juga menyampaikan apresiasi kepada warga Amerika Serikat. Ia berterima kasih atas aksi protes warga AS yang menolak potensi perang dengan Venezuela. Menurutnya, hal itu menunjukkan tumbuhnya opini publik yang menentang permusuhan militer Washington.

Sanksi Baru Bidik Keluarga Presiden

Ketegangan memanas sehari setelah pidato tersebut. Departemen Keuangan AS mengumumkan sanksi baru pada Kamis (11/12/2025). Kali ini, sanksi menyasar lingkaran terdekat Maduro.

Baca Juga :  Integrasi Regional: Belajar dari Uni Eropa dalam Menghapus Warisan Konflik Berabad-abad

Tiga keponakan istri Maduro dan seorang pengusaha yang berafiliasi dengan presiden masuk dalam daftar hitam. Selain itu, enam perusahaan pengiriman minyak juga terkena sanksi.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, memberikan alasan keras. “Nicolas Maduro dan rekan-rekan kriminalnya membanjiri Amerika Serikat dengan narkoba yang meracuni rakyat Amerika,” tuduhnya.

Penyitaan Tanker dan Dalih Narkoba

Eskalasi ini terjadi menyusul aksi militer AS di perairan Karibia. Pentagon baru saja menyita sebuah tanker minyak di dekat pantai Venezuela. Faktanya, AS telah mempertahankan kehadiran militer signifikan di kawasan tersebut dalam beberapa bulan terakhir.

Washington berdalih operasi tersebut bertujuan memerangi perdagangan narkoba. Sebaliknya, Caracas mengecamnya sebagai upaya terselubung untuk memaksakan pergantian rezim.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan niat AS untuk menyimpan minyak sitaan tersebut. Bahkan, ia memperingatkan bahwa pemerintahan Trump mungkin akan melakukan aksi serupa dalam beberapa minggu mendatang.

Baca Juga :  Kyiv Membeku: Rusia Gempur dengan Rudal Kinzhal

Leavitt menyebut kapal yang disita sebagai “kapal bayangan sanksi” (sanctioned shadow vessel). Kapal itu diduga membawa minyak pasar gelap untuk Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang juga terkena sanksi.

PBB Bunyikan Alarm Bahaya

Situasi yang kian genting membuat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) prihatin. Sekretaris Jenderal Antonio Guterres melalui wakil juru bicaranya, Farhan Haq, menyerukan de-eskalasi.

“PBB meminta semua aktor menahan diri dari tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan bilateral,” ujar Haq.

Ia mendesak semua pihak untuk menghormati kewajiban di bawah Piagam PBB dan hukum internasional. Pasalnya, stabilitas Venezuela dan kawasan Amerika Latin kini berada di ujung tanduk akibat friksi geopolitik yang tak kunjung reda.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride
Pelaku Lepaskan Tembakan ke Gedung Konsulat AS
Gelombang Fitur AI Interaktif Ubah Pengalaman Membaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:08 WIB

Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:04 WIB

Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India

Berita Terbaru

Terobosan baru industri gawai. Qualcomm merancang fitur eksklusif AI Frame Fusion pada Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro demi pengalaman gaming ekstra mulus. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Qualcomm Bekali Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro

Kamis, 30 Jul 2026 - 12:00 WIB

Inovasi tablet ringkas Apple. Bocoran Bloomberg mengungkap kehadiran IP rating tahan air serta layar OLED pada iPad mini mendatang. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

iPad Mini Generasi Baru Bawa Sertifikasi Tahan Air

Kamis, 30 Jul 2026 - 10:31 WIB

Sengkarut rilis game paling dinanti. Rockstar Games mengonfirmasi penukaran kode digital GTA 6 di PS5 terikat aturan region lock ketat, memicu risiko pemblokiran akun. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Rockstar Terapkan Region Lock GTA 6 PS5 dan Ancam Gamer

Kamis, 30 Jul 2026 - 10:15 WIB