Gelar Perkara Tuduhan Ijazah Palsu Jokowi Digelar Polda Metro Jaya, Roy Suryo Cs Ikut Terlibat

Sabtu, 13 Desember 2025 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bhudi Hermanto. (Posnews/PMJ)

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bhudi Hermanto. (Posnews/PMJ)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo masih terus bergulir. Polda Metro Jaya akan menggelar perkara khusus kasus ijazah palsu Joko Widodo, pada Senin, 15 Desember 2025, pukul 10.00 WIB.

Gelar perkara ini dijadwalkan atas permintaan tersangka Roy Suryo dan rekan-rekannya. Mereka ingin mengetahui secara persis ijazah Joko Widodo yang asli.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan, gelar perkara melibatkan unsur internal maupun eksternal Polri.

Dari internal, hadir Irwasum, Propam, dan Divisi Hukum Polri. Sementara dari eksternal, Kompolnas dan Ombudsman RI juga diundang.

Baca Juga :  Jaringan Pencurian Motor Bersenjata di Jakarta Barat Dibongkar, Polisi Amankan 3 Tersangka

“Gelar perkara khusus hari Senin akan dihadiri internal Polri dan pihak eksternal seperti Kompolnas dan Ombudsman,” ujar Budi, Sabtu (13/12/2025).

Kuasa hukum Roy Suryo Cs, Ahmad Khozinudin, mengatakan permohonan gelar perkara khusus ini diajukan kembali setelah permohonan sebelumnya tidak ditindaklanjuti.

Gelar perkara pertama kali diajukan ke Biro Wasidik Polda Metro Jaya pada 21 Juli 2025, namun tidak diproses.

“Penyidik baru memberi sinyal agar permohonan ini disampaikan kembali. Hari ini kami serahkan lagi permohonan gelar perkara khusus ke Biro Wasidik,” jelas Khozinudin.

Baca Juga :  KPK Awasi Bantuan Gempa NTT, Warga Diminta Laporkan Dugaan Penyalahgunaan

Ia menilai situasi ini janggal karena Mabes Polri sebelumnya telah menggelar perkara khusus saat penyelidikan kasus sempat dihentikan.

Namun saat penanganan dialihkan ke Polda Metro Jaya dan status kasus naik menjadi penyidikan, gelar perkara khusus sempat tertunda.

Menurut Khozinudin, tahap penyidikan seharusnya tidak menjadi alasan bagi kepolisian untuk menunda gelar perkara.

Ia menekankan, institusi Polri tengah menekankan perbaikan kinerja dan transparansi, sehingga gelar perkara khusus tetap penting dilaksanakan.

“Hari ini sudah tahap penyidikan, jadi tidak ada alasan bagi Polri untuk menunda gelar perkara khusus,” tegas Khozinudin. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Musim Hujan Mundur hingga 30 Hari, BMKG Ingatkan Ancaman Banjir Akhir Tahun
Kampung Ambon Kembali Disisir Polisi, 7 Orang Diamankan dan Sejumlah Senjata Disita
110 Aset Disita dalam Kasus Dana Syariah, Ribuan Korban Menanti Kepastian
Harta Pejabat Tak Sesuai LHKPN Bisa Dirampas? Ini Usulan Wakil Ketua KPK
Dini Hari di Cakung, 8 Remaja Diamankan Bersama Celurit Panjang
Terbongkar, Solar Olahan Diduga Dipoles agar Mirip BBM Industri Asli
Api Masih Mengintai di Lahan Gambut, 17.942 Hektare Karhutla Belum Padam
Terjatuh Usai 2 Motor Bersenggolan di Depok, Penumpang Vario Tewas Terlindas Truk

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Musim Hujan Mundur hingga 30 Hari, BMKG Ingatkan Ancaman Banjir Akhir Tahun

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Kampung Ambon Kembali Disisir Polisi, 7 Orang Diamankan dan Sejumlah Senjata Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:21 WIB

110 Aset Disita dalam Kasus Dana Syariah, Ribuan Korban Menanti Kepastian

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:03 WIB

Harta Pejabat Tak Sesuai LHKPN Bisa Dirampas? Ini Usulan Wakil Ketua KPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Dini Hari di Cakung, 8 Remaja Diamankan Bersama Celurit Panjang

Berita Terbaru