Akhiri 8 Tahun Kebekuan: Keir Starmer Kunjungi China

Rabu, 28 Januari 2026 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegagalan penilaian di Downing Street. Dokumen rahasia mengungkap cara PM Keir Starmer mengabaikan peringatan pejabat senior terkait hubungan Peter Mandelson dengan Jeffrey Epstein demi penunjukan diplomatik. Dok: Istimewa.

Kegagalan penilaian di Downing Street. Dokumen rahasia mengungkap cara PM Keir Starmer mengabaikan peringatan pejabat senior terkait hubungan Peter Mandelson dengan Jeffrey Epstein demi penunjukan diplomatik. Dok: Istimewa.

BEIJING/LONDON, POSNEWS.CO.ID – Hubungan diplomatik antara London dan Beijing memasuki babak baru yang hangat. Kementerian Luar Negeri China mengumumkan pada hari Selasa (27/1) perihal kunjungan resmi Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. Kunjungan ini akan berlangsung mulai 28 hingga 31 Januari.

Starmer melakukan lawatan ini sebagai respons atas undangan Perdana Menteri China Li Qiang. Momen ini sangat signifikan. Kunjungan ini mencatatkan sejarah sebagai lawatan pertama seorang Perdana Menteri Inggris ke China dalam delapan tahun terakhir.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyoroti tren positif hubungan kedua negara. Sejak menjabat, pemerintahan Partai Buruh Inggris secara jelas menyatakan keinginan mereka. Mereka ingin mengembangkan hubungan yang “konsisten, abadi, dan strategis” dengan China.

“China ingin menggunakan kunjungan ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan rasa saling percaya politik dengan Inggris,” ujar Guo dalam konferensi pers rutin. “Kami juga berharap dapat memperdalam kerja sama praktis dan bersama-sama membuka babak baru.”

Baca Juga :  Kebakaran Besar London 1666: Neraka Tiga Hari

Agenda Padat: Dari Beijing ke Shanghai

Starmer tidak datang dengan tangan kosong. Ia membawa misi untuk memperkuat dialog antara dua anggota tetap Dewan Keamanan PBB tersebut.

Selama kunjungan empat hari ini, Starmer memiliki agenda tingkat tinggi. Jadwalnya mencakup pertemuan langsung dengan Presiden China Xi Jinping. Selain itu, ia akan mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Li Qiang dan Ketua Legislatif Tertinggi Zhao Leji.

Starmer tidak hanya akan mengunjungi ibu kota politik Beijing. Ia juga akan terbang ke Shanghai, pusat keuangan dan bisnis China, untuk memperluas jejaring ekonomi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bawa “Pasukan” Bisnis: 50 Eksekutif Top

Aspek ekonomi menjadi tulang punggung kunjungan ini. Kementerian Perdagangan China mengungkapkan data yang mengesankan. Perdagangan barang bilateral pada tahun 2025 mencapai $103,7 miliar. Sementara itu, angka perdagangan jasa diprediksi melebihi $30 miliar.

Guna menjaga momentum ini, laporan menyebutkan Starmer membawa serta eksekutif dari 50 lebih perusahaan dan institusi besar Inggris. Mereka berasal dari sektor-sektor vital seperti keuangan, farmasi, manufaktur, budaya, dan kreativitas.

Baca Juga :  Saat Hobi Menjadi Cuan: Jebakan Alienasi di Era Digital

“Ini sepenuhnya menunjukkan keinginan kuat Inggris untuk memperdalam hubungan ekonomi dan perdagangan bilateral,” ungkap juru bicara Kementerian Perdagangan.

Melawan Proteksionisme dengan Energi Hijau

Di tengah gelombang proteksionisme perdagangan global yang meningkat, China dan Inggris memilih jalur berbeda. Kedua negara berkomitmen menjunjung tinggi perdagangan bebas dan sistem perdagangan multilateral.

Selama kunjungan, Kementerian Perdagangan berencana menandatangani dokumen hasil kerja sama perdagangan dan investasi. Fokus utamanya adalah menciptakan titik pertumbuhan baru di sektor masa depan. Sektor ini mencakup energi hijau, layanan kesehatan, industri kreatif, dan manufaktur cerdas (intelligent manufacturing).

Beijing menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan otoritas Inggris. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan bisnis yang adil, transparan, dan berbasis hukum bagi perusahaan kedua belah pihak.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Xinhua News Agency

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jakarta Diserbu Pendatang Usai Lebaran 2026, Pramono Anung: Wajib Lengkapi Administrasi
Operasi Ketupat 2026 Aman, Polri Hentikan One Way Nasional, 260 Kecelakaan Terjadi
Wanita Tewas di Kamar Terkunci di Jaktim, Leher Tersayat, Polisi Selidiki WNA Iran
Remisi Lebaran 2026: 155.908 Warga Binaan Pengurangan Hukuman, Ribuan Langsung Bebas
Viral Polantas Dorong Mobil Mogok Pakai Kaki di Tol Cipali, Sejauh 3 Km Bikin Salut
BMKG Gelar Modifikasi Cuaca Lebaran 2026, Hujan Ekstrem Ditekan hingga 50 Persen
Prabowo Undang SBY dan Jokowi ke Istana, Momen Langka Halalbihalal Lebaran 2026
Tol Jakarta-Cikampek Macet Parah Hari Ini, Contraflow Diperpanjang hingga KM 47–65

Berita Terkait

Sabtu, 21 Maret 2026 - 18:13 WIB

Jakarta Diserbu Pendatang Usai Lebaran 2026, Pramono Anung: Wajib Lengkapi Administrasi

Sabtu, 21 Maret 2026 - 17:35 WIB

Operasi Ketupat 2026 Aman, Polri Hentikan One Way Nasional, 260 Kecelakaan Terjadi

Sabtu, 21 Maret 2026 - 17:09 WIB

Wanita Tewas di Kamar Terkunci di Jaktim, Leher Tersayat, Polisi Selidiki WNA Iran

Sabtu, 21 Maret 2026 - 16:43 WIB

Remisi Lebaran 2026: 155.908 Warga Binaan Pengurangan Hukuman, Ribuan Langsung Bebas

Sabtu, 21 Maret 2026 - 16:25 WIB

Viral Polantas Dorong Mobil Mogok Pakai Kaki di Tol Cipali, Sejauh 3 Km Bikin Salut

Berita Terbaru