Kebakaran Besar London 1666: Neraka Tiga Hari

Minggu, 28 Desember 2025 - 06:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Berawal dari toko roti, London hancur lebur dalam tiga hari. Simak sejarah Kebakaran Besar 1666 yang memusnahkan St. Paul Cathedral, namun melahirkan sistem pemadam kebakaran pertama. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Berawal dari toko roti, London hancur lebur dalam tiga hari. Simak sejarah Kebakaran Besar 1666 yang memusnahkan St. Paul Cathedral, namun melahirkan sistem pemadam kebakaran pertama. Dok: Istimewa.

LONDON, JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Bulan September 1666 menjadi saksi bisu salah satu bencana perkotaan terbesar dalam sejarah manusia. Selama tiga hari, api neraka menyapu jantung kota London.

Kehancuran yang terjadi sangatlah masif. Tercatat, si jago merah melahap 13.200 rumah dan 87 gereja paroki. Bangunan ikonik abad pertengahan seperti Royal Exchange, Guildhall, hingga Katedral St. Paul yang megah pun tak luput dari kehancuran total.

Kerugian finansial mencapai angka fantastis £10 juta. Padahal, pendapatan tahunan kota London saat itu hanya £12.000. Akibatnya, ribuan warga jatuh miskin dan penjara debitur penuh sesak. Namun, di balik abu kehancuran itu, benih kota modern mulai tumbuh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Toko Roti Pudding Lane

Bencana ini bermula pada Minggu dini hari, 2 September 1666. Titik nol api berasal dari toko roti milik Thomas Farynor di Pudding Lane.

Meskipun Farynor mengklaim telah memadamkan api, rumahnya berubah menjadi “inferno yang menyala” tiga jam kemudian. Arkeolog menduga percikan dari oven Farynor jatuh ke tumpukan bahan bakar di dekatnya.

Baca Juga :  Astronom Temukan Atmosfer pada Dunia Es Terpencil 2002 XV93

Parahnya lagi, penggalian tahun 1979 menemukan sisa-sisa 20 barel pitch (ter) di gudang bawah tanah dekat lokasi. Zat yang sangat mudah terbakar ini bertindak sebagai akselerator yang mempercepat penyebaran api ke seluruh kota.

Angin Kencang dan “Kota Kayu”

Api menyebar dengan kecepatan mengerikan. Angin kencang dari timur mendorong lidah api menuruni Fish Hill menuju Sungai Thames. Seketika, gudang-gudang di tepi sungai yang penuh minyak dan tali tambang meledak terbakar.

Mengapa London begitu rapuh? Jawabannya terletak pada tata kota abad ke-17. Bangunan-bangunan terbuat dari kayu yang dilapisi ter dan berdiri berhimpitan. Selain itu, musim panas yang panjang dan kering telah mengubah rumah-rumah kayu itu menjadi kayu bakar raksasa yang siap menyala.

Masyarakat saat itu belum sadar akan bahaya kebakaran. Alih-alih memadamkan, warga London lebih memilih menyelamatkan diri.

Samuel Pepys dan Taktik Meledakkan Rumah

Di tengah kepanikan, Samuel Pepys, seorang pejabat Angkatan Laut Kerajaan, mengambil inisiatif. Ia menyarankan Raja untuk merobohkan bangunan di jalur api.

Baca Juga :  Romania Lumpuh: Badai Salju Dahsyat Paksa Bucharest Siaga

Perintah Wali Kota untuk menggunakan kait api (fire hooks) ternyata tidak efektif. Lantas, Pepys dan Laksamana Angkatan Laut sepakat menggunakan taktik ekstrem: meledakkan rumah.

Tujuannya adalah menciptakan ruang kosong atau firebreak untuk memutus rambatan api. Strategi ini berhasil. Akhirnya, pada pagi berikutnya, api berhasil dihentikan.

Lahirnya Asuransi dan Pemadam Kebakaran

Bencana ini mengubah wajah London selamanya. Proses rekonstruksi berjalan lambat namun revolusioner. Peraturan bangunan baru yang ketat mulai diterapkan.

Rumah-rumah kini wajib menggunakan batu bata, bukan kayu. Jalan-jalan diperlebar, trotoar dibangun, dan selokan baru dipasang.

Dampak paling signifikan adalah lahirnya konsep pemadam kebakaran modern. Sebelumnya, pemadaman api hanya mengandalkan ember kulit dan kapak. Pasca-bencana, perusahaan asuransi mulai membentuk brigade pemadam kebakaran mereka sendiri.

Mereka memasang tanda api (firemarks) di gedung yang diasuransikan. Uniknya, jika brigade datang dan tidak melihat tanda perusahaan mereka di gedung yang terbakar, mereka akan membiarkannya hangus begitu saja.

Pada akhirnya, Kebakaran Besar 1666 mengajarkan pelajaran mahal tentang keselamatan kota. London bangkit dari abu, lebih kuat, lebih aman, dan lebih tertata daripada sebelumnya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tragedi Pesawat Terjun Payung di Missouri: 12 Tewas Setelah Pesawat Jatuh dan Terbakar
Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia
Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai
Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi
Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan
Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela
Presiden Mongolia Ukhnaa Khurelsukh Sambut Menlu Tiongkok
Raksasa Teknologi Dunia Serap Mineral Milisi M23

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 17:59 WIB

Tragedi Pesawat Terjun Payung di Missouri: 12 Tewas Setelah Pesawat Jatuh dan Terbakar

Senin, 15 Juni 2026 - 08:35 WIB

Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:21 WIB

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:14 WIB

Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:03 WIB

Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan

Berita Terbaru