Andy Burnham Menangkan Kursi Parlemen Inggris Utara

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Konsolidasi kilat faksi penguasa. Andy Burnham mengamankan tiket calon tunggal Perdana Menteri Inggris menggantikan Keir Starmer. Dok: REUTERS/Temilade Adelaja

Konsolidasi kilat faksi penguasa. Andy Burnham mengamankan tiket calon tunggal Perdana Menteri Inggris menggantikan Keir Starmer. Dok: REUTERS/Temilade Adelaja

LONDON, POSNEWS.CO.ID – Wali Kota Greater Manchester Andy Burnham memenangkan kursi parlemen di wilayah utara Inggris pada hari Jumat ini. Kemenangan penting ini membuka jalan lebar bagi Burnham untuk menggulingkan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.

Masyarakat menilai pemilu lokal kali ini sebagai pemilu paling berdampak dalam kurun waktu enam dekade. Burnham meraih dukungan sebanyak 24.927 suara dalam persaingan ketat di daerah pemilihan Makerfield.

Sementara itu, kandidat dari partai konservatif Reform UK menyusul pada posisi kedua dengan perolehan 15.696 suara. Keberhasilan ini memberikan Burnham wewenang penuh untuk menantang kepemimpinan Keir Starmer di dalam tubuh Partai Buruh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Desakan Perubahan Haluan Partai

Saat ini, tingkat popularitas Starmer merosot tajam hingga menyentuh titik paling rendah dalam sejarah Inggris. Kondisi krisis ini memicu ketidakpuasan mendalam dari para kader senior partai berlambang mawar tersebut.

Baca Juga :  Oligarki dan Demokrasi: Siapa yang Benar-Benar Memegang Kendali di Balik Layar?

“Ini merupakan kesempatan akhir bagi partai kami untuk melakukan perubahan haluan,” tegas Burnham dalam pidato kemenangannya. Ia juga mengingatkan bahwa Partai Buruh tidak akan mendapatkan kesempatan kedua jika mengabaikan tuntutan publik.

Politisi senior berusia 56 tahun tersebut gencar mengampanyekan nasionalisasi berbagai layanan publik penting di Inggris. Ia juga mengkritik keras kegagalan sistem ekonomi neoliberal yang merugikan kesejahteraan rakyat selama empat dekade.

Keretakan Kabinet Keir Starmer

Jajak pendapat menunjukkan bahwa mayoritas anggota Partai Buruh lebih menyukai Burnham sebagai pemimpin masa depan. Beberapa anggota parlemen mendesak Starmer untuk segera menyerahkan kekuasaan secara damai demi menghindari perpecahan internal.

Dua tahun setelah memenangkan pemilu nasional secara mutlak, popularitas Starmer kini hancur akibat berbagai skandal politik. Sikap ragu-ragu dalam mengambil keputusan krusial membuat publik kehilangan kepercayaan terhadap janji perubahan dari Starmer.

Baca Juga :  Viral Penculikan di Cakung, Korban Disekap di Showroom dan Dikeroyok, 2 Pelaku Dibekuk

Sekitar seperempat anggota parlemen Partai Buruh menuntut Starmer mundur setelah kekalahan besar pada pemilu bulan lalu. Bahkan, beberapa menteri kabinet penting seperti menteri pertahanan dan menteri kesehatan telah mengundurkan diri.

Ancaman Mosi Tidak Percaya

Namun, Starmer tetap menunjukkan sikap keras kepala dan berjanji akan melawan setiap upaya penantangan kepemimpinannya. Ia memperingatkan para anggota partai mengenai potensi kekacauan besar jika mereka memaksakan pemilihan ketua baru.

Rival politik lainnya, mantan Menteri Kesehatan Wes Streeting, juga mengancam akan memicu mosi tidak percaya secepatnya. Aturan internal Partai Buruh mewajibkan dukungan minimal 20 persen anggota parlemen untuk meluncurkan mosi penantangan.

Dengan demikian, Burnham hanya membutuhkan dukungan dari 81 rekan parlemen untuk memulai proses penggulingan Keir Starmer.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Charles Spencer Rilis Buku Swan Song dan Ungkap Tuduhan Baru
Korea Utara Uji Coba Rudal Hipersonik Baru Hwasong-11Ma
Kanselir Jerman Friedrich Merz Hadapi Krisis Politik
Pasukan Houthi Kuasai Wilayah Strategis Yaman
CNN, MS NOW, dan Politico Gugat Pemerintahan Donald Trump
AS, Jepang, dan Korsel Tegaskan Komitmen Dukung Taiwan
Giorgia Meloni Usul Pembatasan Siswa Asing dan Larangan Burqa
Ukraina Meluncurkan Seribu Drone ke Moskow di Tengah Pemilu

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:10 WIB

Korea Utara Uji Coba Rudal Hipersonik Baru Hwasong-11Ma

Rabu, 23 September 2026 - 12:43 WIB

Kanselir Jerman Friedrich Merz Hadapi Krisis Politik

Rabu, 23 September 2026 - 11:37 WIB

Pasukan Houthi Kuasai Wilayah Strategis Yaman

Rabu, 23 September 2026 - 10:33 WIB

CNN, MS NOW, dan Politico Gugat Pemerintahan Donald Trump

Rabu, 23 September 2026 - 09:00 WIB

AS, Jepang, dan Korsel Tegaskan Komitmen Dukung Taiwan

Berita Terbaru