POSNEWS.CO.ID, MOSKOW – Pasukan Ukraina meluncurkan lebih dari 1.000 drone ke berbagai wilayah Rusia pada Minggu.
Serangan Drone Terbesar Menghantam Moskow dan Kilang Minyak
Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin menyebut gempuran ini sebagai serangan drone terbesar sepanjang sejarah kota.
Sistem pertahanan udara Rusia menghancurkan 450 drone yang terbang menuju ibu kota Moskow.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, ledakan drone tetap merusak fasilitas Kilang Minyak Moskow serta sebuah gedung kediaman warga.
Gubernur Wilayah Moskow Andrei Vorobyov mengonfirmasi serangan tersebut menewaskan dua warga serta melukai 20 orang.
Pemerintah Ukraina sengaja mengincar infrastruktur energi untuk menguras dana mesin perang milik Kremlin.
Penggunaan Rudal Buatan Lokal dan Pertemuan Diplomatik
Presiden Volodymyr Zelenskyy menegaskan Ukraina menggunakan kombinasi drone dan rudal canggih buatan dalam negeri.
Militer Ukraina mengerahkan rudal Flamingo serta Pelican untuk melumpuhkan pusat logistik dan fasilitas minyak Rusia.
Zelenskyy juga mengonfirmasi rencana pertemuan langsung dengan Presiden AS Donald Trump di New York.
Kedua pemimpin akan menggelar pembicaraan khusus saat Sidang Majelis Umum PBB pekan depan.
Ukraina terus menekan Presiden Vladimir Putin agar bersedia membuka ruang negosiasi perdamaian secara adil.
Eskalasi Serangan Balasan di Tengah Pemilu Parlemen
Gempuran masif Ukraina terjadi pada hari terakhir pemungutan suara pemilu parlemen tiga hari Rusia.
Pemerintah Rusia menggelar pemilu parlemen secara ilegal di empat wilayah pendudukan Ukraina serta Semenanjung Krimea.
Sementara itu, gempuran balasan Rusia menewaskan seorang ibu dan tiga anak di kota Kyiv.
Serangan drone Rusia juga merusak kompleks biara di Kherson serta menewaskan seorang rohaniwan setempat.
Kedua negara kini meningkatkan pertempuran jarak jauh menggunakan drone dan teknologi kecerdasan buatan.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













