PASURUAN, POSNEWS.CO.ID – Kasus mobil rental kerap memakan korban. Kali ini aksi pengambilan mobil rental berubah menjadi tragedi berdarah di Pasuruan.
Puluhan oknum ormas menyerang brutal anggota Buser Rentcar Nasional (BRN) saat mereka melacak mobil rental di Kalirejo, Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Senin dini hari (22/12/2025) sekitar pukul 01.00 WIB.
Serangan tersebut membuat tujuh anggota BRN babak belur. Salah satu korban, Irwan, menderita luka berat di kepala dan kini menjalani perawatan intensif di RS Utama Husada Surabaya.
Sementara itu, enam korban lainnya—Ayik Muhyi, Nisa, Subkhi, Gozali, Agus Ulfa, dan Faisol—mengalami luka akibat hantaman benda tumpul.
Kepala Korda BRN Jawa Timur, Yosia Calvin Pangalela (37), menjelaskan insiden bermula ketika timnya melacak mobil rental Toyota Innova Reborn bernomor polisi N 1175 XD. Berdasarkan data GPS, kendaraan tersebut terdeteksi berada di kawasan Kalirejo.
“Tim menduga mobil sudah berpindah tangan dan berganti pelat nomor. Saat kami menghentikan kendaraan yang dikemudikan Saudara Ali, puluhan oknum ormas tiba-tiba datang dan membela,” ujar Yosia.
Situasi pun memanas. Puluhan oknum ormas langsung menyerang anggota BRN secara membabi buta menggunakan kayu, balok, dan benda keras lainnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Aksi pemukulan itu memicu amukan massal hingga para korban berjatuhan.
Tak hanya menyerang orang, massa juga merusak tujuh mobil milik anggota BRN yang terparkir di lokasi. Akibatnya, kaca pecah, bodi ringsek, dan sejumlah kendaraan tidak bisa digunakan.
Atas kejadian tersebut, Yosia melaporkan kasus ini ke Polres Pasuruan. Laporan itu tercatat dalam STTLPM Nomor: STTLPM/519/XII/2025/SPKT dengan dugaan tindak pidana penganiayaan dan perusakan.
“Kami mendesak Polres Pasuruan mengusut tuntas kasus ini dan menangkap seluruh pelaku. Jangan ada pembiaran terhadap aksi premanisme berkedok ormas,” tegas Yosia.
Hingga kini, polisi masih mendalami kasus tersebut. Aksi brutal ini pun mengguncang dunia usaha rental mobil nasional.
Penulis : Muhammad Rian
Editor : Hadwan





















