Angkatan Laut Prancis Cegat Tanker Minyak Rusia di Samudra Atlantik

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penertiban armada bayangan Rusia. Angkatan Laut Prancis mencegat tanker minyak Tagor di Samudra Atlantik demi menegakkan sanksi internasional atas invasi ke Ukraina. Dok: Istimewa.

Penertiban armada bayangan Rusia. Angkatan Laut Prancis mencegat tanker minyak Tagor di Samudra Atlantik demi menegakkan sanksi internasional atas invasi ke Ukraina. Dok: Istimewa.

PARIS, POSNEWS.CO.ID – Angkatan Laut Prancis berhasil menghentikan pergerakan tanker minyak ilegal asal Rusia bernama Tagor di Samudra Atlantik. Melalui kebijakan ini, negara-negara pendukung Ukraina terus berupaya memotong jalur ekspor minyak yang mendanai militer Rusia.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan aksi pencegatan tersebut melalui unggahan media sosial pada hari Senin. Selain itu, militer Prancis merilis video yang menunjukkan para tentara turun menggunakan tali dari helikopter ke atas kapal.

“Sangat tidak dapat kita terima ketika kapal-kapal menghindari sanksi internasional,” tegas Macron melalui akun pribadinya. Sebab, ia menilai penjualan minyak tersebut secara langsung membiayai perang Rusia di Ukraina yang telah berlangsung selama empat tahun.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penolakan Keras Kremlin dan Tuduhan Pembajakan

Aksi militer Prancis di perairan internasional ini langsung memicu kemarahan besar dari pihak pemerintah Rusia. Namun, Kremlin tidak dapat berbuat banyak untuk mencegah proses penahanan kapal pembawa minyak mentah tersebut.

Baca Juga :  81 Tahanan KPK Rayakan Lebaran, Kunjungan dan Hantaran Dibuka Terbatas

Jurubicara Kremlin, Dmitry Peskov, memberikan tanggapan resmi yang sangat keras terkait insiden pencegatan itu. Ia menilai tindakan militer Prancis sepenuhnya ilegal dan tidak memiliki dasar hukum internasional yang kuat.

“Aksi pencegatan tersebut sangat dekat dengan tindakan pembajakan laut,” ujar Peskov secara lantang kepada media setempat. Meskipun demikian, Prancis menegaskan bahwa operasi penahanan ini berjalan sesuai dengan hukum laut internasional.

Kronologi Pencegatan di Perairan Internasional

Otoritas maritim Prancis menjelaskan bahwa operasi pencegatan ini berlangsung sekitar 400 mil laut di sebelah barat Prancis. Saat itu, kapal tanker Tagor sedang berlayar dari pelabuhan Murmansk di Rusia bagian barat laut.

Jaksa penuntut umum Prancis, Stéphane Kellenberger, memimpin langsung proses penyelidikan hukum dari kota Brest. Menurutnya, nakhoda kapal yang berkebangsaan Rusia sempat menolak mematuhi perintah peringatan dari kapal perang Prancis.

Baca Juga :  SK hynix Cetak Laba Rekor $27 Miliar di Tengah Transisi

Akibatnya, pasukan khusus Angkatan Laut Prancis terpaksa mengambil alih kendali kemudi kapal secara paksa di tengah laut. Selanjutnya, tim penyidik membuka kasus hukum atas dugaan pelayaran tanpa bendera negara dan penolakan perintah aparat.

Perburuan Armada Bayangan Rusia

Negara-negara Barat meyakini bahwa Rusia menggunakan ratusan kapal tanker tua untuk menghindari sanksi ekonomi global. Oleh sebab itu, Prancis bersama sekutunya berkomitmen untuk terus memburu kapal-kapal yang masuk daftar armada bayangan tersebut.

Pencegalan kapal Tagor ini menambah daftar panjang operasi keamanan laut yang Prancis lakukan sejak awal tahun. Sebagai contoh, militer Prancis sebelumnya juga menahan tanker Deyna di Laut Mediterania pada bulan Maret lalu.

Sementara itu, tanker Grinch yang ditahan pada Januari lalu baru bebas setelah membayar denda jutaan euro. Dengan demikian, operasi penertiban maritim ini terbukti memberikan tekanan ekonomi yang sangat nyata bagi pendanaan perang Kremlin.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan
Menteri Lingkungan Mundur, Parlemen Sahkan Aturan Pestisida
Dua Tanker Minyak Saudi Putar Balik di Laut Merah
Arab Saudi dan UEA Kompak Tegaskan Persaudaraan
Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros
Andy Burnham Resmi Mengambil Alih Kepemimpinan Inggris
Parlemen Jepang Gagal Sepakati Pemotongan Pajak Makanan
Menlu ASEAN Kumpul Bahas Tensi Hormuz dan South China Sea

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:57 WIB

Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:41 WIB

Menteri Lingkungan Mundur, Parlemen Sahkan Aturan Pestisida

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:29 WIB

Dua Tanker Minyak Saudi Putar Balik di Laut Merah

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:00 WIB

Arab Saudi dan UEA Kompak Tegaskan Persaudaraan

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:29 WIB

Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros

Berita Terbaru