Trump Salahkan Staf Atas Video Rasis Obama, Nama Natalie Harp Mencuat

Minggu, 8 Februari 2026 - 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana pertemuan tingkat tinggi dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada akhir tahun 2026. Dok: Istimewa.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana pertemuan tingkat tinggi dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada akhir tahun 2026. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Donald Trump akhirnya buka suara mengenai alasan pengunggahan video rasis yang menyasar keluarga Obama di akun Truth Social miliknya. Meskipun mengakui keputusan tersebut, Trump justru mengalihkan kesalahan kepada asistennya.

Berbicara di atas pesawat Air Force One pada Jumat (6/2/2026), Trump mengeklaim hanya melihat bagian awal klip tersebut sebelum menyerahkannya kepada staf untuk diunggah. “Saya melihat bagian pertamanya saja. Video itu sebenarnya tentang kecurangan pemilih,” dalih Trump. Ia menduga stafnya tidak menonton video tersebut sampai selesai sebelum menekan tombol kirim.

“Pencetak Manusia” di Pusat Badai

Pernyataan Trump memicu spekulasi tajam di lingkaran dalamnya mengenai siapa yang sebenarnya bertanggung jawab. Mengingat hanya dua ajudan yang memiliki akses ke akun media sosial presiden, perhatian kini tertuju pada Natalie Harp (35).

Harp merupakan salah satu pembantu Trump yang paling setia dan selalu mendampingi sang presiden. Di kalangan internal, ia dikenal dengan julukan “Pencetak Manusia” (Human Printer). Julukan ini muncul karena Harp selalu membawa printer portabel dan toner cadangan untuk mencetakkan artikel berita atau cuitan bagi Trump. Meskipun rekan-rekannya sering mengkritik penilaian Harp, Trump secara konsisten memberikan perlindungan dan posisi strategis baginya di Gedung Putih.

Tekanan dari Senator Tim Scott

Langkah penghapusan video ini menandai pembalikan sikap yang jarang terjadi bagi Trump. Biasanya, Trump cenderung mempertahankan setiap pernyataan provokatifnya. Namun, tekanan besar muncul setelah Senator Tim Scott, satu-satunya warga kulit hitam dari Partai Republik di Senat, mengecam video tersebut sebagai hal yang menjijikkan.

Dalam pembicaraan telepon dengan Scott, Trump mengeklaim bahwa insiden tersebut merupakan kesalahan staf semata. “Saya akan menurunkannya karena itu adalah kesalahan staf,” ujar Trump menurut laporan media. Meskipun demikian, Sekretaris Pers Karoline Leavitt sempat membela video tersebut sebagai “meme internet” bertema film The Lion King sebelum akhirnya pemerintah mengubah narasi.

Baca Juga :  Kebijakan Tarif Nol Persen Tiongkok Pacu Hilirisasi Karet

Loyalitas di Atas Akuntabilitas

Para penasihat Trump meragukan adanya konsekuensi hukum atau pemecatan terhadap staf yang terlibat. Trump secara tegas menyatakan tidak akan memecat siapa pun terkait episode memalukan ini. Hal ini mempertegas pola kepemimpinan Trump yang sangat menghargai loyalitas pribadi di atas akuntabilitas formal.

Namun, keterlibatan Harp dalam berbagai komunikasi sensitif sebelumnya juga pernah menuai kontroversi di kalangan donor partai. Beberapa pembantu senior menyarankan Trump agar menyingkirkan Harp karena dianggap sebagai beban politik. Akan tetapi, Trump tetap menolak kekhawatiran tersebut dan terus memberikan akses khusus bagi Harp di dalam Ruang Oval. Skandal ini pun semakin mempertegas betapa tertutup dan personalnya jalur komunikasi di jantung pemerintahan Amerika Serikat saat ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition
AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC
Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin
USS Abraham Lincoln Tinggalkan Thailand Usai Kunjungan
Takaichi Bantah Revisi UU Rumah Kekaisaran Halangi Suksesi
Petugas Imigrasi AS Didakwa Berbohong soal Penembakan Warga
Andy Burnham dan Macron Gelar Pertemuan Resmi Pertama
Kesepakatan Minyak Venezuela-AS Picu Perdebatan

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 15:00 WIB

Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition

Minggu, 6 September 2026 - 14:45 WIB

AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC

Minggu, 6 September 2026 - 14:14 WIB

Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin

Minggu, 6 September 2026 - 13:30 WIB

USS Abraham Lincoln Tinggalkan Thailand Usai Kunjungan

Minggu, 6 September 2026 - 13:07 WIB

Takaichi Bantah Revisi UU Rumah Kekaisaran Halangi Suksesi

Berita Terbaru

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. (Posnews/NET)

DAERAH

Penumpang Merak-Bakauheni Turun Imbas Erupsi Anak Krakatau

Minggu, 6 Sep 2026 - 16:39 WIB

NVIDIA resmi meluncurkan DLSS 5 dengan NBA 2K27 sebagai game pertama, membawa teknologi neural rendering ke RTX 50 Series. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

NVIDIA Resmi Luncurkan DLSS 5, NBA 2K27 Jadi Game Pertama

Minggu, 6 Sep 2026 - 16:36 WIB