Bareskrim Bongkar Jaringan Sabu Makassar, 5 Kg Disita, Pasutri Jadi Kurir dan Pengedar

Rabu, 22 April 2026 - 13:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi Bareskrim menunjukkan barang bukti sabu 5 kg hasil pengungkapan jaringan narkoba di Makassar.(Posnews/Ist)

Polisi Bareskrim menunjukkan barang bukti sabu 5 kg hasil pengungkapan jaringan narkoba di Makassar.(Posnews/Ist)

MAKASSAR, POSNEWS.CO.ID – Bareskrim Polri membongkar jaringan narkoba lintas wilayah yang beroperasi di Makassar.

Dalam operasi senyap yang berlangsung dini hari, polisi menangkap kurir sabu dan menyita barang bukti lebih dari 5 kilogram—nilai ekonominya tembus miliaran rupiah.

Tim Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dipimpin Kombes Handik Zusen dan Kasatgas NIC Kombes Kevin Leleury bergerak cepat setelah menerima informasi dari masyarakat sejak Februari 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah melalui rangkaian penyelidikan, observasi, hingga profiling target, aparat akhirnya mengunci pergerakan pelaku.

Pada Minggu (19/4/2026) pukul 00.50 WITA, tim meringkus Muh Yusran Aditya di kawasan Tallo.

Tak berhenti di situ, polisi langsung bergerak ke lokasi kedua di Ujung Tanah dan menemukan paket sabu yang disembunyikan di rumah orang tua pelaku.

Polisi mengamankan lima bungkus sabu dalam kemasan teh China bertuliskan “GUANYINWANG”. Total berat bruto mencapai 5.354,2 gram atau netto 5.036,87 gram.

Dikendalikan Residivis, Libatkan Istri Sendiri

Hasil penyelidikan mengungkap jaringan ini dikendalikan oleh seorang residivis perempuan bernama Indriati.

Baca Juga :  Herakleitos vs Parmenides: Perdebatan Abadi Tentang Perubahan dan Keabadian

Ia mengatur distribusi sabu dari balik jaringan lama, bahkan saat menjalani proses hukum sebelumnya.

Lebih mengejutkan, pelaku utama tidak bekerja sendiri. Ia berkolaborasi dengan istrinya, Nasrah, yang juga residivis narkotika.

Keduanya menjalankan bisnis haram ini secara rapi dan terorganisir.

Yusran berperan sebagai kurir yang menjemput sabu dari Pinrang hingga Sidrap, lalu membawanya ke Makassar. Sementara itu, sang istri mengatur pemecahan paket dan penjualan.

Modus Licik: Kedok Laundry Jadi Sarang Sabu

Pasangan ini menyamarkan aktivitas mereka dengan membuka usaha laundry di kawasan permukiman. Di balik usaha tersebut, mereka menjual sabu secara eceran hingga sistem “tempel”.

Setiap 1 kilogram sabu dipecah menjadi sekitar 20 paket kecil. Harga jualnya bervariasi, mulai dari Rp100 ribu hingga Rp1,2 juta per paket.

Pelaku menerima bayaran Rp20 juta per kilogram sebagai kurir. Polisi mencatat, Yusran sudah tiga kali mengirim sabu sebelum akhirnya tertangkap.

Baca Juga :  Terapis Cantik Tewas Misterius, Polisi Bongkar Fakta Mengejutkan

Dari pengungkapan ini, polisi menyelamatkan sekitar 25.184 jiwa dari potensi penyalahgunaan narkoba. Nilai barang bukti diperkirakan mencapai Rp9,06 miliar.

Ini menjadi pukulan telak bagi jaringan narkoba di Sulawesi Selatan yang selama ini bergerak senyap.

Perburuan DPO & Pengembangan Kasus

Polisi kini memburu dua pengendali utama yang masuk daftar pencarian orang (DPO), yakni Indriati dan Nasrah. Keduanya diduga menjadi otak distribusi sabu di wilayah Sulsel.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, menegaskan pihaknya akan mengembangkan kasus ini hingga ke akar jaringan.

Langkah lanjutan meliputi:

  • Pemeriksaan intensif tersangka
  • Pengembangan jaringan
  • Uji laboratorium forensik
  • Penelusuran aliran dana (TPPU)

Bareskrim memastikan tidak memberi ruang bagi jaringan narkoba, baik kurir, pengendali, maupun aktor di balik layar.

Operasi ini kembali membuktikan—perang melawan narkoba terus digencarkan, dan setiap celah akan diburu hingga tuntas. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Misteri Sutrimo Tewas di Kebayoran Baru, Polisi Sisir CCTV dan Periksa Saksi
Polisi Amankan 3 Pelaku Bentrokan Menteng, 15 Orang Diperiksa
Misteri Kematian Sutrimo di Kebayoran Baru Diselidiki Polda Metro Jaya
Bentrokan Berdarah di Menteng Tewaskan 1 Orang, Berawal dari Persoalan Sarapan
Data Pusiknas Bareskrim: Penganiayaan Geser Pencurian, Kriminalitas Naik 8,3 Persen
Gagal Gondol Motor, Maling di Tapos Depok Todongkan Senpi ke Warga
KPK Temukan Uang Rp4 Miliar di Rumah Kadis PUPR Bengkulu
Bandar Haradongan Simanjuntak Ditangkap, Bareskrim Kejar Pemasok Narkoba dari Medan

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:16 WIB

Misteri Sutrimo Tewas di Kebayoran Baru, Polisi Sisir CCTV dan Periksa Saksi

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:51 WIB

Polisi Amankan 3 Pelaku Bentrokan Menteng, 15 Orang Diperiksa

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:04 WIB

Misteri Kematian Sutrimo di Kebayoran Baru Diselidiki Polda Metro Jaya

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:00 WIB

Bentrokan Berdarah di Menteng Tewaskan 1 Orang, Berawal dari Persoalan Sarapan

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:24 WIB

Data Pusiknas Bareskrim: Penganiayaan Geser Pencurian, Kriminalitas Naik 8,3 Persen

Berita Terbaru

Langkah baru pasar monitor OLED. Philips merilis Evnia 32M2N6901A yang memadukan panel 4K QD-OLED 165Hz dengan harga kompetitif. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Philips Resmi Meluncurkan Monitor Evnia 32M2N6901A

Minggu, 26 Jul 2026 - 22:30 WIB

Lompatan industri semikonduktor China. Produsen memori CXMT mematok harga modul DDR5 server melampaui tarif Samsung akibat lonjakan permintaan pusat data AI. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Produsen Chip China CXMT Patok Harga Memori Lebih Mahal

Minggu, 26 Jul 2026 - 22:00 WIB

Lompatan teknologi videografi profesional. Sony meluncurkan kamera Cinema Line FX5 yang membawa sensor full-frame 18,2 MP dan perekaman open gate 5K. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Sony Resmi Meluncurkan Kamera Cinema Line FX5

Minggu, 26 Jul 2026 - 21:36 WIB

Solusi komputasi serbabisa. TECNO merilis laptop MEGABOOK K14S di Indonesia yang menawarkan performa hingga Intel Core i9 serta sembilan port fisik lengkap. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

TECNO Resmi Meluncurkan MEGABOOK K14S Bertenaga Core i9

Minggu, 26 Jul 2026 - 21:31 WIB