Bareskrim Bongkar Tambang Ilegal Merapi Rp 3 Triliun, Satu Tersangka Ditangkap

Selasa, 4 November 2025 - 15:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi memeriksa lokasi tambang pasir ilegal di lereng Gunung Merapi saat penggerebekan kasus tambang senilai Rp 3 triliun. (Polri)

Polisi memeriksa lokasi tambang pasir ilegal di lereng Gunung Merapi saat penggerebekan kasus tambang senilai Rp 3 triliun. (Polri)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID Selama ini pengusaha tambang ilegal mengeruk keuntungan luar biasa dan merusak alam di lingkungan sekitarnya. Kini perburuan mafia tambang makin panas di lakukan Polri.

Bareskrim Polri resmi menetapkan satu tersangka kasus tambang pasir ilegal di kawasan Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polisi bergerak cepat memeriksa saksi tambahan dan membongkar jaringan besar yang diduga meraup keuntungan fantastis: Rp 3 triliun.

Wakabareskrim Polri Irjen Nunung Syaifuddin menegaskan aparat tidak main-main. Ia memastikan penyidikan terus meluas dan para pelaku bakal ditindak tegas.

“Kami masih memeriksa sejumlah saksi dan sudah menetapkan satu tersangka. Kami pastikan penyelidikan berkembang,” tegas Nunung usai FGD bertema perlindungan anak di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (4/11/2025).

Baca Juga :  Komdigi Blokir Akun Media Sosial Anak di Bawah 16 Tahun Mulai 28 Maret 2026

Kemudian, Nunung memastikan Bareskrim menggandeng Dinas ESDM Jawa Tengah untuk mengaudit izin tambang di wilayah lereng Merapi.

“Kami cek mana tambang berizin dan mana yang ilegal. Semua yang melanggar aturan akan kami tindak,” jelasnya.

Hingga kini, polisi mengendus tiga titik aktivitas tambang ilegal yang merusak lingkungan dan mengancam kawasan konservasi Merapi.

Tidak hanya mencuri sumber daya alam, mafia tambang Merapi diduga menggelapkan pendapatan negara dalam jumlah gila-gilaan.

Selama 10 tahun kalkulasi kerugian mencapai Rp 3 triliun,” beber Nunung.

Baca Juga :  Teror Senjata Api di Dekai Yahukimo, Polisi Sisir Kota Buru Pelaku

Sebelumnya, tim Bareskrim menggerebek tambang ilegal di Kecamatan Srumbung, Magelang. Dari operasi itu, polisi menemukan 39 depo dan 36 titik tambang ilegal dengan transaksi menyentuh angka triliunan.

Diduga Beroperasi 2 Tahun Tanpa Henti

Dirtipidter Bareskrim, Brigjen Moh Irhamni, mengungkap aktivitas penggerusan pasir di Merapi diperkirakan berlangsung dua tahun terakhir dengan volume mencapai 21 juta meter kubik.

“Rp 3 triliun itu akibat aktivitas dua tahun. Tanpa izin, tanpa pajak, tanpa kontribusi ke negara,” tegas Irhamni.

Bareskrim memastikan tidak memberi ruang bagi pelaku perusakan lingkungan dan penjarah kekayaan negara. Aparat bergerak serentak, dari penindakan lapangan hingga penelusuran aliran dana. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dibegal Usai Antar Pacar, Pemuda di Bogor Ditendang dan Ditodong Senjata
31 WNA Malaysia-Taiwan Diduga Jadikan Hotel Pontianak Markas Scamming
Keluarga Wili Mbuik Dihubungi Usai Penembakan, Pelaku Diduga Tertawa
Bareskrim Tangkap Erick Soedjasa, Buronan Kasus Rp37,4 Miliar
Ladang Ganja Rp8 Miliar di Yahukimo, 21.400 Batang Diduga Terkait OPM
Jejak Darah dan 3 Selongsong Peluru Ditemukan di TKP Penembakan Jayawijaya
Salat Ashar Jadi Celah, Caca Diduga Curi Uang Belasan Juta di Jaktim
4 Remaja Diciduk Brimob di Tanjung Priok, 13 Klip Diduga Ganja Disita

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 15:54 WIB

Dibegal Usai Antar Pacar, Pemuda di Bogor Ditendang dan Ditodong Senjata

Jumat, 11 September 2026 - 14:12 WIB

Keluarga Wili Mbuik Dihubungi Usai Penembakan, Pelaku Diduga Tertawa

Jumat, 11 September 2026 - 07:18 WIB

Bareskrim Tangkap Erick Soedjasa, Buronan Kasus Rp37,4 Miliar

Jumat, 11 September 2026 - 07:06 WIB

Ladang Ganja Rp8 Miliar di Yahukimo, 21.400 Batang Diduga Terkait OPM

Jumat, 11 September 2026 - 06:24 WIB

Jejak Darah dan 3 Selongsong Peluru Ditemukan di TKP Penembakan Jayawijaya

Berita Terbaru

Wakil Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta H. Tri Waluyo SH. (Posnews/MR)

JABODETABEK

Tri Waluyo Desak Pemprov DKI Evaluasi Data Desil Penerima Bansos

Jumat, 11 Sep 2026 - 15:35 WIB