Keluarga Wili Mbuik Dihubungi Usai Penembakan, Pelaku Diduga Tertawa

Jumat, 11 September 2026 - 14:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi melakukan olah TKP penembakan tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya di Muliama. (Posnews/Ist)

Polisi melakukan olah TKP penembakan tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya di Muliama. (Posnews/Ist)

JAYAPURA, POSNEWS.CO.ID – Duka keluarga Wili Mbuik belum reda. Setelah pemuda 26 tahun itu tewas dalam penembakan di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, muncul video yang memperlihatkan sosok yang diduga pelaku menggunakan ponsel milik korban untuk menghubungi keluarganya.

Video tersebut viral di media sosial pada Jumat (11/9/2026). Dalam rekaman itu, keluarga Wili terdengar mempertanyakan alasan korban ditembak.

Namun, sosok yang diduga pelaku justru merespons dengan tertawa. Percakapan tersebut membuat keluarga semakin terpukul karena dilakukan menggunakan ponsel milik Wili setelah korban tewas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jika rekaman itu benar, tindakan tersebut bukan hanya meninggalkan luka akibat kehilangan anggota keluarga, tetapi juga memperpanjang penderitaan keluarga korban.

HP Korban Diduga Diambil Setelah Penembakan

Wili merupakan salah satu dari tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang tewas dalam serangan bersenjata pada Rabu (9/9).

Rombongan saat itu menjalankan tugas untuk meninjau kegiatan cetak sawah sekaligus mengantar bantuan pangan berupa bibit ternak kepada masyarakat.

Baca Juga :  Warga Jakarta Wajib Lapor RT/RW Sebelum Mudik Lebaran 2026, Pemprov DKI Galakkan Siskamling

Setelah menyelesaikan kegiatan, rombongan bergerak kembali menuju Wamena. Namun, ketika melintas di Distrik Muliama, mereka diduga dihadang kelompok bersenjata.

Aparat menyebut rombongan berjumlah 11 orang. Dalam peristiwa tersebut, tiga ASN menjadi korban penembakan.

Ketiga korban ialah Aprida Rapi (49), Alfonsius Albinus Meha (35), dan Wili Mbuik (26). Wili merupakan CPNS Dinas Pertanian Jayawijaya yang berasal dari Nusa Tenggara Timur.

Video Call dengan Keluarga Jadi Sorotan

Dalam video yang beredar, keluarga Wili mempertanyakan alasan penembakan terhadap anggota keluarganya.

Percakapan itu berlangsung melalui ponsel yang disebut-sebut milik Wili. Sosok yang diduga menggunakan telepon tersebut terlihat merespons pertanyaan keluarga sambil tertawa.

Aksi tersebut memicu kecaman karena terjadi setelah tiga warga sipil tewas dalam perjalanan menjalankan tugas pemerintahan.

Namun, keaslian dan konteks lengkap video tersebut tetap perlu diverifikasi. Aparat belum menyatakan secara resmi siapa orang yang berada di balik panggilan tersebut.

Karena itu, penyidik perlu memeriksa rekaman, perangkat komunikasi, keterangan saksi, serta bukti lain untuk memastikan kronologi sebenarnya.

Polisi Masih Kejar Pelaku

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Irjen Faizal Ramadhani mengatakan aparat langsung bergerak setelah menerima laporan penembakan.

Baca Juga :  Dua Pencuri Mobil L300 Ditembak Polisi, Melawan dengan Senjata Tajam

Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Jayawijaya melakukan penanganan dan penyelidikan di lokasi kejadian.

Hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan keterlibatan KKB dari wilayah Nduga. Namun, polisi masih mengumpulkan keterangan untuk memastikan identitas dan peran masing-masing pelaku.

Dengan demikian, penyebutan kelompok tertentu masih berdasarkan hasil penyelidikan sementara. Polisi belum mengumumkan seluruh identitas pelaku yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Jenazah Wili Dipulangkan ke NTT

Di tengah penyelidikan yang terus berjalan, keluarga Wili sudah memulangkan jenazahnya ke kampung halaman.

Jenazah Wili dievakuasi dari Wamena menuju Jayapura pada Kamis (10/9). Setelah itu, jenazah dijadwalkan diterbangkan ke Kupang, Nusa Tenggara Timur, melalui Jakarta pada Jumat (11/9).

Dua korban lainnya, Aprida Rapi dan Alfonsius Albinus Meha, masih berada di Wamena.

Bagi keluarga Wili, kepulangan itu menjadi akhir perjalanan seorang anak yang merantau jauh untuk mengabdi sebagai aparatur pemerintah.

Kini, keluarga hanya berharap aparat mengungkap siapa pelaku sebenarnya dan memastikan kasus tersebut diproses sesuai hukum. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

31 WNA Malaysia-Taiwan Diduga Jadikan Hotel Pontianak Markas Scamming
Ladang Ganja Rp8 Miliar di Yahukimo, 21.400 Batang Diduga Terkait OPM
Jejak Darah dan 3 Selongsong Peluru Ditemukan di TKP Penembakan Jayawijaya
Mahasiswa FK UB Diduga Jatuh dari Lantai 6, Begini Kondisinya
Tiga Pegawai Pemkab Jayawijaya Tewas, KKB Ndugama Diduga Terlibat
Ketiduran Usai Minum Obat, Sopir Alphard Tabrak Belasan Kendaraan
Gempa M7,7 NTT Tewaskan 135 Orang, 98 Ribu Lebih Rumah Rusak
Truk Boks Hantam Tronton di Tol Sergai, Tiga Orang Tewas

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 14:28 WIB

31 WNA Malaysia-Taiwan Diduga Jadikan Hotel Pontianak Markas Scamming

Jumat, 11 September 2026 - 14:12 WIB

Keluarga Wili Mbuik Dihubungi Usai Penembakan, Pelaku Diduga Tertawa

Jumat, 11 September 2026 - 07:06 WIB

Ladang Ganja Rp8 Miliar di Yahukimo, 21.400 Batang Diduga Terkait OPM

Jumat, 11 September 2026 - 06:24 WIB

Jejak Darah dan 3 Selongsong Peluru Ditemukan di TKP Penembakan Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 - 15:11 WIB

Mahasiswa FK UB Diduga Jatuh dari Lantai 6, Begini Kondisinya

Berita Terbaru