JAYAPURA, POSNEWS.CO.ID – Duka keluarga Wili Mbuik belum reda. Setelah pemuda 26 tahun itu tewas dalam penembakan di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, muncul video yang memperlihatkan sosok yang diduga pelaku menggunakan ponsel milik korban untuk menghubungi keluarganya.
Video tersebut viral di media sosial pada Jumat (11/9/2026). Dalam rekaman itu, keluarga Wili terdengar mempertanyakan alasan korban ditembak.
Namun, sosok yang diduga pelaku justru merespons dengan tertawa. Percakapan tersebut membuat keluarga semakin terpukul karena dilakukan menggunakan ponsel milik Wili setelah korban tewas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jika rekaman itu benar, tindakan tersebut bukan hanya meninggalkan luka akibat kehilangan anggota keluarga, tetapi juga memperpanjang penderitaan keluarga korban.
HP Korban Diduga Diambil Setelah Penembakan
Wili merupakan salah satu dari tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang tewas dalam serangan bersenjata pada Rabu (9/9).
Rombongan saat itu menjalankan tugas untuk meninjau kegiatan cetak sawah sekaligus mengantar bantuan pangan berupa bibit ternak kepada masyarakat.
Setelah menyelesaikan kegiatan, rombongan bergerak kembali menuju Wamena. Namun, ketika melintas di Distrik Muliama, mereka diduga dihadang kelompok bersenjata.
Aparat menyebut rombongan berjumlah 11 orang. Dalam peristiwa tersebut, tiga ASN menjadi korban penembakan.
Ketiga korban ialah Aprida Rapi (49), Alfonsius Albinus Meha (35), dan Wili Mbuik (26). Wili merupakan CPNS Dinas Pertanian Jayawijaya yang berasal dari Nusa Tenggara Timur.
Video Call dengan Keluarga Jadi Sorotan
Dalam video yang beredar, keluarga Wili mempertanyakan alasan penembakan terhadap anggota keluarganya.
Percakapan itu berlangsung melalui ponsel yang disebut-sebut milik Wili. Sosok yang diduga menggunakan telepon tersebut terlihat merespons pertanyaan keluarga sambil tertawa.
Aksi tersebut memicu kecaman karena terjadi setelah tiga warga sipil tewas dalam perjalanan menjalankan tugas pemerintahan.
Namun, keaslian dan konteks lengkap video tersebut tetap perlu diverifikasi. Aparat belum menyatakan secara resmi siapa orang yang berada di balik panggilan tersebut.
Karena itu, penyidik perlu memeriksa rekaman, perangkat komunikasi, keterangan saksi, serta bukti lain untuk memastikan kronologi sebenarnya.
Polisi Masih Kejar Pelaku
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Irjen Faizal Ramadhani mengatakan aparat langsung bergerak setelah menerima laporan penembakan.
Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Jayawijaya melakukan penanganan dan penyelidikan di lokasi kejadian.
Hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan keterlibatan KKB dari wilayah Nduga. Namun, polisi masih mengumpulkan keterangan untuk memastikan identitas dan peran masing-masing pelaku.
Dengan demikian, penyebutan kelompok tertentu masih berdasarkan hasil penyelidikan sementara. Polisi belum mengumumkan seluruh identitas pelaku yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Jenazah Wili Dipulangkan ke NTT
Di tengah penyelidikan yang terus berjalan, keluarga Wili sudah memulangkan jenazahnya ke kampung halaman.
Jenazah Wili dievakuasi dari Wamena menuju Jayapura pada Kamis (10/9). Setelah itu, jenazah dijadwalkan diterbangkan ke Kupang, Nusa Tenggara Timur, melalui Jakarta pada Jumat (11/9).
Dua korban lainnya, Aprida Rapi dan Alfonsius Albinus Meha, masih berada di Wamena.
Bagi keluarga Wili, kepulangan itu menjadi akhir perjalanan seorang anak yang merantau jauh untuk mengabdi sebagai aparatur pemerintah.
Kini, keluarga hanya berharap aparat mengungkap siapa pelaku sebenarnya dan memastikan kasus tersebut diproses sesuai hukum. **
Editor : Hadwan













