YAHUKIMO, POSNEWS.CO.ID – Puluhan ribu tanaman ganja tumbuh di tengah wilayah Papua Pegunungan hingga akhirnya ditemukan dan diamankan aparat.
TNI menyita 21.400 batang ganja dari dua ladang di Kabupaten Yahukimo yang ditaksir bernilai sekitar Rp8 miliar.
Satgas Yonif 725/Woroagi menemukan ladang tersebut di Kampung Ibiroma dan Kampung Hesmat, Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo. Tanaman yang ditemukan disebut sudah siap panen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Temuan itu terungkap saat personel melakukan penyisiran wilayah dalam rangka Operasi Kinetik 3.18. Sebanyak 78 personel Yonif 725/Woroagi terlibat dalam operasi tersebut.
Kapuspen TNI Mayjen Muhammad Nas mengatakan personel langsung membersihkan ladang dan mengamankan seluruh tanaman ganja yang ditemukan.
“Sebanyak 21.400 batang pohon ganja berhasil diamankan, yang ditaksir bernilai sekitar Rp8 miliar,” kata Nas, Kamis (10/9/2026).
Puluhan Ribu Batang Siap Panen
TNI menemukan tanaman ganja dalam jumlah besar di dua lokasi berbeda. Setelah memastikan keberadaan ladang, personel mencabut tanaman tersebut agar tidak kembali dipanen dan masuk ke jaringan peredaran narkotika.
Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto menyebut tanaman yang ditemukan telah berada dalam kondisi siap panen. Aparat kemudian mengamankannya sebagai barang bukti.
Penemuan ini menjadi perhatian serius karena jumlah tanaman yang diamankan mencapai puluhan ribu batang.
Jika seluruhnya masuk ke peredaran gelap, nilai ekonominya diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
TNI Telusuri Dugaan Kaitan dengan OPM
Selain mengamankan ladang, aparat juga mendalami siapa yang mengelola dan menanam tanaman tersebut.
Mayjen Muhammad Nas mengatakan informasi awal yang diperoleh di lapangan menunjukkan keberadaan ladang ganja itu diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok OPM pimpinan Egianus Kogoya.
“Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, keberadaan ladang ganja tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok OPM pimpinan Egianus Kogoya,” ujar Nas.
Namun, dugaan tersebut masih menjadi bagian dari pendalaman aparat.
TNI juga mengamankan seluruh barang bukti untuk membantu mengungkap keterkaitan ladang tersebut dengan jaringan yang diduga mengelolanya.
Bukan Sekadar Tanaman, Ada Ancaman bagi Warga
Pengamanan ladang ganja tersebut bukan hanya berkaitan dengan pemberantasan narkotika.
Aparat menilai peredaran narkoba dapat memperbesar ancaman terhadap masyarakat, terutama generasi muda di Papua Pegunungan.
Karena itu, TNI terus melakukan penyisiran dan pengamanan wilayah sekaligus mendukung upaya pemerintah memutus mata rantai peredaran narkotika.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Pegunungan yang memiliki tantangan keamanan cukup kompleks.
Prajurit Dapat Penghargaan
Atas keberhasilan mengamankan puluhan ribu batang ganja tersebut, personel Satgas Yonif 725/Woroagi yang terlibat mendapatkan reward dari pimpinan sebagai bentuk apresiasi.
TNI menegaskan operasi akan terus dilakukan untuk menjaga keamanan wilayah sekaligus mencegah narkotika kembali dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang dapat merugikan masyarakat.
Temuan 21.400 batang ganja di Yahukimo menjadi pengingat bahwa perang melawan narkotika tidak hanya berlangsung di kota-kota besar.
Di wilayah terpencil sekalipun, aparat harus bergerak untuk memutus jalur produksi sejak dari sumbernya. **
Editor : Hadwan













