Ladang Ganja Rp8 Miliar di Yahukimo, 21.400 Batang Diduga Terkait OPM

Jumat, 11 September 2026 - 07:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Personel TNI mengamankan 21.400 batang tanaman ganja dari ladang di Distrik Kurima, Yahukimo, Papua Pegunungan. (Posnews/Ist)

Personel TNI mengamankan 21.400 batang tanaman ganja dari ladang di Distrik Kurima, Yahukimo, Papua Pegunungan. (Posnews/Ist)

YAHUKIMO, POSNEWS.CO.ID – Puluhan ribu tanaman ganja tumbuh di tengah wilayah Papua Pegunungan hingga akhirnya ditemukan dan diamankan aparat.

TNI menyita 21.400 batang ganja dari dua ladang di Kabupaten Yahukimo yang ditaksir bernilai sekitar Rp8 miliar.

Satgas Yonif 725/Woroagi menemukan ladang tersebut di Kampung Ibiroma dan Kampung Hesmat, Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo. Tanaman yang ditemukan disebut sudah siap panen.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Temuan itu terungkap saat personel melakukan penyisiran wilayah dalam rangka Operasi Kinetik 3.18. Sebanyak 78 personel Yonif 725/Woroagi terlibat dalam operasi tersebut.

Kapuspen TNI Mayjen Muhammad Nas mengatakan personel langsung membersihkan ladang dan mengamankan seluruh tanaman ganja yang ditemukan.

“Sebanyak 21.400 batang pohon ganja berhasil diamankan, yang ditaksir bernilai sekitar Rp8 miliar,” kata Nas, Kamis (10/9/2026).

Puluhan Ribu Batang Siap Panen

TNI menemukan tanaman ganja dalam jumlah besar di dua lokasi berbeda. Setelah memastikan keberadaan ladang, personel mencabut tanaman tersebut agar tidak kembali dipanen dan masuk ke jaringan peredaran narkotika.

Baca Juga :  Saraf Kejepit Kambuh, Hotman Paris Tinggalkan Kasus Febrie Adriansyah

Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto menyebut tanaman yang ditemukan telah berada dalam kondisi siap panen. Aparat kemudian mengamankannya sebagai barang bukti.

Penemuan ini menjadi perhatian serius karena jumlah tanaman yang diamankan mencapai puluhan ribu batang.

Jika seluruhnya masuk ke peredaran gelap, nilai ekonominya diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

TNI Telusuri Dugaan Kaitan dengan OPM

Selain mengamankan ladang, aparat juga mendalami siapa yang mengelola dan menanam tanaman tersebut.

Mayjen Muhammad Nas mengatakan informasi awal yang diperoleh di lapangan menunjukkan keberadaan ladang ganja itu diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok OPM pimpinan Egianus Kogoya.

“Berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan, keberadaan ladang ganja tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok OPM pimpinan Egianus Kogoya,” ujar Nas.

Namun, dugaan tersebut masih menjadi bagian dari pendalaman aparat.

TNI juga mengamankan seluruh barang bukti untuk membantu mengungkap keterkaitan ladang tersebut dengan jaringan yang diduga mengelolanya.

Baca Juga :  MenHAM Pigai: MBG Justru Wujud Pemenuhan Hak Dasar, Bukan Pelanggaran HAM

Bukan Sekadar Tanaman, Ada Ancaman bagi Warga

Pengamanan ladang ganja tersebut bukan hanya berkaitan dengan pemberantasan narkotika.

Aparat menilai peredaran narkoba dapat memperbesar ancaman terhadap masyarakat, terutama generasi muda di Papua Pegunungan.

Karena itu, TNI terus melakukan penyisiran dan pengamanan wilayah sekaligus mendukung upaya pemerintah memutus mata rantai peredaran narkotika.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Pegunungan yang memiliki tantangan keamanan cukup kompleks.

Prajurit Dapat Penghargaan

Atas keberhasilan mengamankan puluhan ribu batang ganja tersebut, personel Satgas Yonif 725/Woroagi yang terlibat mendapatkan reward dari pimpinan sebagai bentuk apresiasi.

TNI menegaskan operasi akan terus dilakukan untuk menjaga keamanan wilayah sekaligus mencegah narkotika kembali dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang dapat merugikan masyarakat.

Temuan 21.400 batang ganja di Yahukimo menjadi pengingat bahwa perang melawan narkotika tidak hanya berlangsung di kota-kota besar.

Di wilayah terpencil sekalipun, aparat harus bergerak untuk memutus jalur produksi sejak dari sumbernya. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jejak Darah dan 3 Selongsong Peluru Ditemukan di TKP Penembakan Jayawijaya
Mahasiswa FK UB Diduga Jatuh dari Lantai 6, Begini Kondisinya
Tiga Pegawai Pemkab Jayawijaya Tewas, KKB Ndugama Diduga Terlibat
Ketiduran Usai Minum Obat, Sopir Alphard Tabrak Belasan Kendaraan
Gempa M7,7 NTT Tewaskan 135 Orang, 98 Ribu Lebih Rumah Rusak
Truk Boks Hantam Tronton di Tol Sergai, Tiga Orang Tewas
3 Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya Diberondong Tembakan, Semua Tewas
Rombongan Bantuan Pangan Diberondong Tembakan di Jayawijaya, 2 Tewas 1 Kritis

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 07:06 WIB

Ladang Ganja Rp8 Miliar di Yahukimo, 21.400 Batang Diduga Terkait OPM

Jumat, 11 September 2026 - 06:24 WIB

Jejak Darah dan 3 Selongsong Peluru Ditemukan di TKP Penembakan Jayawijaya

Kamis, 10 September 2026 - 15:11 WIB

Mahasiswa FK UB Diduga Jatuh dari Lantai 6, Begini Kondisinya

Kamis, 10 September 2026 - 08:46 WIB

Tiga Pegawai Pemkab Jayawijaya Tewas, KKB Ndugama Diduga Terlibat

Kamis, 10 September 2026 - 07:53 WIB

Ketiduran Usai Minum Obat, Sopir Alphard Tabrak Belasan Kendaraan

Berita Terbaru

Gedung Merah Putih KPK Jakarta Selatan. (Posnews/KPK)

NASIONAL

KPK Geledah Rumah Polisi Yayat Sudrajat, Usut Fee Rp16 Miliar

Jumat, 11 Sep 2026 - 07:31 WIB