BMKG Siaga, Bibit Siklon Tropis 93S Ancam Jakarta hingga DIY dengan Cuaca Ekstrem

Sabtu, 20 Desember 2025 - 16:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi hujan lebat dan angin kencang melanda wilayah Jabodetabek sesuai peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) 20–21 Februari 2026.
(Posnews/Ist)

Ilustrasi hujan lebat dan angin kencang melanda wilayah Jabodetabek sesuai peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) 20–21 Februari 2026. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Bibit Siklon Tropis 93S masih berkutat di Samudra Hindia selatan Jawa Barat dan terus menunjukkan penguatan signifikan.

Akibatnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan sejumlah wilayah, dari jakarta, Lampung hingga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), untuk siaga cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang.

BMKG mencatat, posisi terkini Bibit Siklon Tropis 93S berada di perairan Samudra Hindia selatan Jawa Barat berdasarkan pemantauan hingga Sabtu (20/12/2025) pukul 07.00 WIB.

Sistem ini pertama kali terdeteksi pada Kamis (11/12/2025) pagi di wilayah selatan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Seiring waktu, BMKG menegaskan bibit siklon tersebut terus menguat dan berpeluang besar berkembang menjadi siklon tropis dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Jakarta Dikepung Hujan, PJJ dan WFH Resmi Diperpanjang sampai 1 Februari

Bahkan, BMKG memprediksi peluang transformasi menjadi siklon tropis sangat tinggi dalam 24 jam ke depan.

Selain memicu hujan lebat hingga sangat lebat, keberadaan Bibit Siklon Tropis 93S juga berdampak pada peningkatan kecepatan angin serta gelombang laut di sejumlah perairan Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga Minggu (21/12/2025) pagi.

BMKG memetakan wilayah terdampak hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DIY.

Sementara itu, potensi angin kencang mengintai wilayah Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga DIY.

Baca Juga :  BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berawan, Hujan Guyur Sejumlah Wilayah

Tak hanya di daratan, ancaman juga datang dari laut. Gelombang setinggi 1,5 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan barat Lampung, Samudra Hindia barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan.

Kemudian, perairan selatan Jawa Timur hingga NTB, Selat Bali–Lombok–Alas bagian selatan, serta Samudra Hindia selatan Banten hingga NTB.

BMKG pun mengimbau masyarakat, nelayan, dan pelaku aktivitas pelayaran agar meningkatkan kewaspadaan, memantau informasi cuaca terkini, serta menghindari aktivitas berisiko di tengah potensi cuaca ekstrem akibat Bibit Siklon Tropis 93S.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lonjakan Arus Balik 2026, Kedatangan Penumpang KAI Tembus 51 Ribu per Hari
Melindungi Plasma Nutfah dari Biopiracy Internasional di Tahun 2026
Arus Balik Lebaran 2026: Ribuan Motor Padati Pelabuhan Bakauheni, Antrean Mengular
Mendorong Ecocide ke Dalam Statuta Roma dan Memburu Korporasi Perusak Alam
Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?
Sekuritisasi Perubahan Iklim: Ketika Kerusakan Alam Menjadi Ancaman Militer
Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global
Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 16:30 WIB

Lonjakan Arus Balik 2026, Kedatangan Penumpang KAI Tembus 51 Ribu per Hari

Senin, 23 Maret 2026 - 16:21 WIB

Melindungi Plasma Nutfah dari Biopiracy Internasional di Tahun 2026

Senin, 23 Maret 2026 - 16:14 WIB

Arus Balik Lebaran 2026: Ribuan Motor Padati Pelabuhan Bakauheni, Antrean Mengular

Senin, 23 Maret 2026 - 15:11 WIB

Mendorong Ecocide ke Dalam Statuta Roma dan Memburu Korporasi Perusak Alam

Senin, 23 Maret 2026 - 14:22 WIB

Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?

Berita Terbaru

Lebih dari sekadar emisi. Perspektif Teori Kritis memandang krisis iklim sebagai manifestasi ketidakadilan sejarah, di mana negara berkembang menanggung beban bencana atas kemakmuran yang dinikmati negara maju. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?

Senin, 23 Mar 2026 - 14:22 WIB