LUSAKA, POSNEWS.CO.ID – Jalur kereta legendaris TAZARA bersiap memasuki era baru. Perdana Menteri China, Li Qiang, resmi memimpin upacara peletakan batu pertama proyek revitalisasi tersebut di Lusaka, Zambia, Kamis (20/11/2025).
Li tidak berdiri sendiri dalam momen bersejarah ini. Presiden Zambia Hakainde Hichilema dan Wakil Presiden Tanzania Emmanuel Nchimbi turut mendampinginya. Seketika, ketiga pemimpin ini menyatukan visi untuk membangun “sabuk kemakmuran” di sepanjang jalur besi tersebut.
China menunjukkan komitmen serius untuk bekerja sama dengan kedua negara Afrika itu. Tujuannya jelas, mereka ingin menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang dinamis di benua hitam.
Warisan Emas yang Kembali Bersinar
Li menyebut jalur kereta ini sebagai ikatan kuat yang menyatukan rakyat China, Tanzania, dan Zambia. Pasalnya, TAZARA bukan sekadar besi dan bantalan rel. Ia memuji semangat TAZARA sebagai warisan berharga yang lahir dari dedikasi dan kerja keras generasi terdahulu.
“Kereta ini harus bersinar dengan kemegahan baru di era baru,” tegas Li.
Oleh karena itu, ketiga pemerintah sepakat memberikan dukungan penuh. Mereka mendesak semua pihak untuk memprioritaskan konstruksi berkualitas tinggi. Harapannya, proyek ini akan menjadi teladan bagi kerja sama Belt and Road yang aman dan efisien.
Proyek ini sebenarnya telah melalui persiapan matang. Sebelumnya, departemen terkait dari ketiga negara telah bekerja keras selama setahun terakhir. Mereka memastikan segala aspek siap sebelum peresmian formal hari ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Konektivitas Keras dan Lunak
Li mengajak Zambia dan Tanzania untuk memanfaatkan momentum ini sebaik mungkin. Pertama, mereka harus memacu “konektivitas keras”. Hal ini mencakup pembenahan infrastruktur fisik seperti rel, jalan raya, dan pelabuhan.
Di sisi lain, “konektivitas lunak” juga menjadi prioritas utama. Ketiga negara sepakat memperkuat kerja sama di bidang bea cukai, inspeksi komoditas, dan perpajakan. Akibatnya, integrasi pasar dan industri antarnegara dapat berjalan lebih mulus.
Tak hanya itu, China juga berjanji mendukung proyek-proyek “kecil namun indah”. Mereka akan fokus pada sektor layanan kesehatan, pengentasan kemiskinan, dan pertanian di sepanjang jalur kereta. Langkah ini bertujuan langsung meningkatkan taraf hidup masyarakat lokal.
Nol Tarif dan Ekspansi Perdagangan
Kunjungan Li ke Zambia juga membawa angin segar bagi hubungan bilateral kedua negara. Selanjutnya, Li mengadakan pembicaraan empat mata dengan Presiden Hichilema.
Li menyampaikan kabar gembira mengenai perdagangan. China siap menerapkan perlakuan tarif nol persen untuk produk Zambia. Lantas, Li mengajak Zambia menjadikan kebijakan ini sebagai peluang emas untuk memperluas volume perdagangan.
Selain itu, kedua pemimpin sepakat menggali potensi kerja sama di sektor strategis. Mereka membidik industri pertambangan, kendaraan energi baru (NEV), dan kecerdasan buatan (AI).
Hichilema menyambut hangat tawaran tersebut. Ia menegaskan bahwa Zambia siap memperdalam kerja sama dalam kerangka Forum Kerja Sama China-Afrika (FOCAC). Pada akhirnya, kedua negara berkomitmen untuk terus saling dukung demi kesejahteraan rakyat masing-masing.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia
Sumber Berita: Xinhua News Agency





















