JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Bayangkan hidup tanpa kulkas. Diet kita mungkin hanya akan berisi roti keras, keju, dan daging asin. Susu akan basi dalam hitungan jam, dan sayuran segar adalah kemewahan langka. Untungnya, sejarah teknologi punya jalan keluar.
Istilah “kulkas” (refrigerator) pertama kali diperkenalkan oleh petani Maryland, Thomas Moore, pada 1803. Namun, perjalanan menuju mesin pendingin modern di dapur kita hari ini memakan waktu berabad-abad dan melibatkan banyak inovator gila.
Era Sebelum Mesin: Garam dan Gudang Bawah Tanah
Sebelum mesin mengambil alih, manusia purba mengandalkan salju atau es dari pegunungan yang mereka simpan di gudang bawah tanah. Sayangnya, metode ini tidak bisa mencegah pembusukan total.
Terobosan awal muncul pada tahun 1550-an. Orang Eropa menemukan bahwa menambahkan bahan kimia seperti natrium nitrat ke dalam air dapat menurunkan suhu. Akibatnya, minuman dingin menjadi tren di kalangan elit sosial Prancis pada akhir abad ke-17.
“Raja Es” dan Revolusi Industri
Pada awal abad ke-19, Frederick Tudor dari New England melihat peluang emas. Ia dijuluki “Raja Es” karena idenya yang ambisius: mengirimkan blok es alam ke iklim tropis.
Bersama Nathaniel Wyeth, yang mengembangkan metode pemotongan es murah, mereka merevolusi industri ini. Tudor membangun rumah es dengan isolasi canggih yang memangkas kerugian pencairan dari 66 persen menjadi kurang dari 8 persen.
Namun, masalah muncul. Es alam yang mereka keruk sering kali tercemar limbah dan polusi, memicu masalah kesehatan serius. Industri pembuatan bir dan daging pun mendesak solusi baru: pendingin mekanis yang bersih.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dokter, Fisikawan, dan Mesin Uap
Banyak tokoh berjasa dalam penciptaan kulkas. Dr. William Cullen dari Skotlandia mendemonstrasikan pendinginan buatan pertama pada 1748 dengan mendidihkan etil eter dalam ruang hampa.
Kemudian, pada 1842, dokter Amerika John Gorrie merancang mesin pendingin udara untuk merawat pasien demam kuning di Florida. Prinsip kompresi gas yang ia gunakan masih menjadi dasar kulkas modern hingga hari ini.
Di Eropa, Carl von Linde membuat lompatan besar. Pada 1876, ia mulai menggunakan siklus amonia yang lebih efisien, memungkinkan pencairan udara dalam jumlah besar.
Kulkas Berjalan dan Isu Lingkungan
Revolusi tidak berhenti di pabrik. Pada 1867, J.B. Sutherland mematenkan gerbong kereta berpendingin pertama. Parker Earle kemudian menggunakannya untuk mengirim stroberi segar melintasi negara bagian, mengubah peta distribusi pangan selamanya.
Meskipun demikian, kulkas awal abad ke-20 menyimpan bahaya mematikan. Mereka menggunakan gas beracun seperti amonia dan metil klorida. Kebocoran sering kali berakibat fatal.
Industri kemudian beralih ke Klorofluorokarbon (Freon) yang lebih aman bagi manusia. Akan tetapi, pada 1973, Profesor James Lovelock menemukan bahwa Freon merusak lapisan ozon bumi. Penemuan ini memaksa dunia beradaptasi lagi, beralih ke Hidrofluorokarbon (HFC) yang ramah ozon, menjadikan teknologi pendingin hari ini jauh lebih aman bagi kita dan planet ini.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















