Demo DPR 27 Agustus Berujung Kerusakan, Polda Metro Data Fasilitas Umum

Jumat, 28 Agustus 2026 - 06:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas kepolisian mengamankan massa dalam kerusuhan setelah aksi demonstrasi di kawasan Gedung DPR/MPR Jakarta.
(Posnews/Ist)

Petugas kepolisian mengamankan massa dalam kerusuhan setelah aksi demonstrasi di kawasan Gedung DPR/MPR Jakarta. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Aksi penyampaian pendapat di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (27/8/2026), menyisakan persoalan baru.

Polda Metro Jaya mulai mendata kerusakan fasilitas umum dan sejumlah fasilitas lainnya setelah situasi di sekitar kompleks parlemen memanas hingga malam hari.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan polisi belum memiliki angka pasti mengenai total kerusakan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena itu, petugas masih melakukan inventarisasi di sejumlah titik.

“Kami belum mendapat data pasti, tapi nanti kami juga akan melakukan inventarisasi terkait kerusakan-kerusakan yang ada.”

Situasi Memanas Setelah Massa Berganti

Menurut Budi, eskalasi terjadi pada Kamis sore hingga malam. Kondisi tersebut berlangsung setelah massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menyelesaikan penyampaian aspirasi dan meninggalkan kawasan Gedung DPR/MPR.

Baca Juga :  Ditpolairud Polda Metro Jaya Amankan Wisata Bahari Jakarta, Warga Tenang Nikmati Liburan

Namun, setelah itu massa dari sejumlah elemen lain masih berdatangan. Situasi kemudian berubah ketika sebagian massa diduga melakukan tindakan di luar agenda penyampaian aspirasi.

Polisi mencatat adanya perusakan dan pembakaran di sekitar gerbang Gedung DPR/MPR.

Kerusakan Belum Bisa Dipastikan

Hingga Kamis malam, polisi belum merinci jumlah maupun jenis fasilitas yang mengalami kerusakan. Polda Metro Jaya masih memeriksa lokasi untuk memastikan dampak aksi tersebut.

Pendataan juga mencakup kemungkinan kerusakan pada fasilitas transportasi umum yang berada di sekitar kawasan terdampak.

Langkah inventarisasi menjadi penting karena kerusakan fasilitas publik bukan sekadar persoalan benda yang rusak.

Fasilitas tersebut digunakan masyarakat untuk bekerja, belajar, bepergian, hingga menjalankan aktivitas ekonomi.

Lalu Lintas Sempat Dialihkan

Situasi di sekitar Gedung DPR/MPR juga berdampak pada mobilitas warga.

Untuk menjaga keamanan, kepolisian memberlakukan pengalihan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan sekitar kompleks parlemen, termasuk akses jalan tol yang mengarah ke kawasan tersebut.

Baca Juga :  Hansip Ditembak Mati Saat Gagalkan Aksi Curanmor di Cakung, Pelaku Langsung Kabur

Normalisasi lalu lintas akan dilakukan setelah kondisi lapangan dinilai aman dan memungkinkan.

Aspirasi Jangan Berubah Menjadi Kerusakan

Penyampaian pendapat merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun, kebebasan tersebut harus berjalan bersama tanggung jawab.

Menyampaikan kritik tidak membutuhkan pembakaran. Memperjuangkan tuntutan tidak harus merusak fasilitas yang juga digunakan masyarakat.

Ketika fasilitas umum rusak, dampaknya bukan hanya dirasakan pemerintah atau aparat.

Masyarakat biasa juga bisa ikut menanggung akibatnya melalui terganggunya transportasi, pelayanan publik, dan aktivitas sehari-hari.

Karena itu, menjaga aksi tetap damai bukan berarti melemahkan suara rakyat. Justru aksi yang tertib membuat pesan lebih kuat, tuntutan lebih jelas, dan masyarakat tidak menjadi korban.

Budi pun mengajak seluruh pihak menjaga Jakarta sebagai ruang bersama. “Jakarta adalah milik kita bersama untuk kita sama-sama menjaga Jakarta.”

Pesannya sederhana: kritik boleh keras, tetapi jangan biarkan perjuangan berubah menjadi kerusakan yang akhirnya merugikan rakyat sendiri. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelaku Pembunuhan Intan Rahmania Pakai KTP Paman, Berpindah Tempat Hilangkan Jejak
Polisi Tangkap Pengedar 7,2 Kg Sabu di Jakbar, Upah Rp5 Juta per Kg
Janjian Lewat MiChat Berujung Maut, Wanita 18 Tahun Tewas Dicekik
Cekcok Berujung Pencekikan, Wanita 19 Tahun Tewas di Hotel Tanah Abang
Dugaan TPKS Artis ATT alias BP Terjadi di Sekitar SCBD, Polisi Masih Selidiki
Sopir dan Kernet Tewas, Truk Kontainer Terguling di Tol Slipi
Guru Renang di Depok Diduga Dipukul Ojol hingga Tabrak Tiang
Polisi Bongkar 3 Klaster Kerusuhan Pejompongan, Alur Dana Mulai Terungkap

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 06:17 WIB

Pelaku Pembunuhan Intan Rahmania Pakai KTP Paman, Berpindah Tempat Hilangkan Jejak

Senin, 14 September 2026 - 18:27 WIB

Polisi Tangkap Pengedar 7,2 Kg Sabu di Jakbar, Upah Rp5 Juta per Kg

Senin, 14 September 2026 - 15:08 WIB

Janjian Lewat MiChat Berujung Maut, Wanita 18 Tahun Tewas Dicekik

Senin, 14 September 2026 - 09:20 WIB

Cekcok Berujung Pencekikan, Wanita 19 Tahun Tewas di Hotel Tanah Abang

Minggu, 13 September 2026 - 16:06 WIB

Dugaan TPKS Artis ATT alias BP Terjadi di Sekitar SCBD, Polisi Masih Selidiki

Berita Terbaru

Serangan terhadap jalur pipa minyak Arab Saudi dan Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak di atas $100 per barel. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Terhadap Pipa Minyak Arab Saudi dan Kapal Teluk

Selasa, 15 Sep 2026 - 07:24 WIB

 PM Kanada Mark Carney jajaki status anggota asosiasi Uni Eropa di tengah eskalasi perang dagang dengan Amerika Serikat era Donald Trump. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa

Selasa, 15 Sep 2026 - 06:19 WIB

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Posnews/KPK)

NASIONAL

KPK OTT BPN Bogor: 17 Orang Diamankan, Nama Summarecon Mencuat

Selasa, 15 Sep 2026 - 05:40 WIB