Emas Ilegal Dimurnikan di Penjaringan, Bareskrim Sita Uang Rp60 Juta

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bareskrim Polri menggeledah rumah yang diduga menjadi markas pemurnian emas ilegal di Penjaringan. (Posnews/Bareskrim)

Bareskrim Polri menggeledah rumah yang diduga menjadi markas pemurnian emas ilegal di Penjaringan. (Posnews/Bareskrim)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Bisnis emas ilegal diduga beroperasi di balik sebuah rumah di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara.

Dittipidter Bareskrim Polri menggeledah lokasi yang diduga menjadi tempat pemurnian dan pengolahan emas sebelum diselundupkan ke luar negeri.

Penggeledahan berlangsung pada Selasa (25/8/2026) malam di sebuah rumah di Jalan Cendana Golf III, Kamal Muara, Penjaringan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polisi menyebut lokasi tersebut diduga menjadi homebase jaringan warga negara China berinisial GCZ.

Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Mohammad Irhamni mengatakan pengungkapan berawal dari penangkapan seorang WNI berinisial R.

Penyidik mengamankan R setelah yang bersangkutan tiba dari Jepang di Bandara Soekarno-Hatta.

“Tersangka R menunjuk sebuah rumah sebagai tempat transaksi jual beli emas ilegal,” kata Irhamni, Rabu (26/8/2026).

Rumah Disulap Jadi Workshop Emas Ilegal

Berbekal informasi tersebut, penyidik bergerak ke Penjaringan. Polisi kemudian menggeledah rumah yang diduga menjadi lokasi transaksi sekaligus tempat pengolahan emas.

Dari lokasi, petugas menemukan sejumlah peralatan yang diduga berkaitan dengan aktivitas pemurnian emas.

Baca Juga :  Bareskrim Serahkan 2 Tersangka Narkoba Koko Erwin dan Akhsan ke Kejari Bima

Barang yang diamankan antara lain gold detector, timbangan digital, grinder atau alat pembakaran, serta perangkat elektronik.

Polisi juga menyita airsoft gun lengkap dengan tabung gas CO2 dan pelurunya, uang tunai sekitar Rp60 juta, sejumlah laptop, telepon seluler, serta dokumen transaksi keuangan.

Temuan tersebut kini menjadi bagian penting dalam penyidikan untuk mengurai aktivitas jaringan secara lebih luas.

Emas Diduga Diselundupkan ke Luar Negeri

Irhamni mengatakan rumah tersebut diduga digunakan sebagai workshop pemurnian dan pengolahan emas ilegal.

Polisi menduga hasil pengolahan kemudian masuk dalam jaringan penyelundupan menuju luar negeri.

Penyidik masih menelusuri aliran transaksi dan pihak-pihak yang terlibat. Penelusuran juga diarahkan kepada jaringan yang diduga berada di Indonesia maupun mereka yang telah meninggalkan Indonesia.

Polisi menduga sejumlah anggota jaringan telah berada di luar negeri, termasuk di Hong Kong.

Gunakan Modus Body Strapping

Sindikat tersebut diduga menggunakan modus body strapping untuk membawa emas melewati pemeriksaan di bandara.

Dalam modus ini, emas yang telah dimurnikan ditempelkan pada tubuh pelaku agar dapat dibawa keluar tanpa terdeteksi secara mudah.

Cara tersebut menunjukkan bahwa jaringan penyelundupan terus mencari celah untuk menghindari pengawasan aparat.

Baca Juga :  Suami Bunuh Istri 17 Tahun di Minahasa Tenggara, Cemburu Berujung Maut

Karena itu, polisi tidak hanya mengejar pelaku lapangan, tetapi juga berupaya mengungkap pihak yang mengatur transaksi dan distribusi.

Polisi Buru Jaringan yang Kabur ke Luar Negeri

Pengungkapan kasus ini belum berhenti pada penggeledahan rumah. Bareskrim masih mengembangkan penyidikan untuk mengidentifikasi seluruh anggota sindikat.

Penyidik juga memburu pihak yang diduga masih berada di Indonesia serta mereka yang telah melarikan diri ke luar negeri.

“Kami melakukan pengembangan lebih lanjut terhadap terduga para pelaku, baik yang masih berada di Indonesia maupun yang sudah melarikan diri ke luar negeri tujuan Hong Kong,” ujar Irhamni.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa perdagangan emas ilegal bukan sekadar persoalan jual beli.

Aktivitas tersebut dapat berkaitan dengan penyelundupan lintas negara, transaksi keuangan, hingga penggunaan jaringan internasional.

Karena itu, pengungkapan aliran uang, asal-usul emas, jalur pengiriman, dan pihak yang menerima hasil penyelundupan menjadi kunci untuk membongkar sindikat hingga ke aktor utamanya.

Dari sebuah rumah di Penjaringan, polisi kini berupaya membuka jejak jaringan emas ilegal yang diduga membentang hingga luar negeri. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

WN India Dijambret di Menteng, Pelaku Samsung S25 Diciduk Polisi
BYD Tabrak Innova, Fortuner Oleng, Satu Keluarga Tewas di Kembangan
Dua Pelaku Berboncengan Gasak Samsung S25 Turis India di Menteng
Kapolres Bekasi Lindungi Pelajar dari Aksi Berbahaya dan Provokasi Digital
Polisi Bongkar Gudang Narkoba di Kalideres, Ribuan Ekstasi Disita
Dua ART Lapor Disekap di Penjaringan, Polisi Bongkar Fakta Sebenarnya
Toko Berjalan di Bekasi Digerebek, 2.451 Pil Keras Disita dari Mobil
TPPU Indosterling P-21, Bareskrim Sita Aset Rp84 Miliar

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 21:30 WIB

WN India Dijambret di Menteng, Pelaku Samsung S25 Diciduk Polisi

Minggu, 6 September 2026 - 06:08 WIB

BYD Tabrak Innova, Fortuner Oleng, Satu Keluarga Tewas di Kembangan

Sabtu, 5 September 2026 - 19:58 WIB

Dua Pelaku Berboncengan Gasak Samsung S25 Turis India di Menteng

Sabtu, 5 September 2026 - 19:23 WIB

Kapolres Bekasi Lindungi Pelajar dari Aksi Berbahaya dan Provokasi Digital

Sabtu, 5 September 2026 - 06:46 WIB

Polisi Bongkar Gudang Narkoba di Kalideres, Ribuan Ekstasi Disita

Berita Terbaru

Polisi mengungkap korban  Mozza Axillia dibunuh MDVA setelah cekcok akibat cemburu lalu jasadnya dibuang ke jurang Tol Jangli. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Misteri Mozza Terbongkar, Pelaku Ditangkap Saat Nonton Voli

Senin, 7 Sep 2026 - 06:05 WIB

Ilustrasi, Commuter Line tetap beroperasi di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
(Posnews/KAI)

JABODETABEK

Gunung Anak Krakatau Erupsi, KAI Commuter Merak Tetap Jalan

Senin, 7 Sep 2026 - 05:51 WIB

Ilustrasi, cuaca cerah mendominasi Jabodetabek Senin 7 September 2026 dengan suhu hingga 35 derajat Celsius.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Senin 7 September, Jabodetabek Cerah tapi Suhu Bisa Menyengat

Senin, 7 Sep 2026 - 05:41 WIB

Polisi membagikan masker kepada warga Bekasi untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Abu Anak Krakatau Menerpa Bekasi, Pengendara Dibagikan Masker

Minggu, 6 Sep 2026 - 21:17 WIB