Diduga Curi HP, Wanita di Pasar Minggu Ditangkap Warga Saat Kembali Ambil Sandal

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Pelaku wanita diborgol. (Posnews/Shutterstock)

Ilustrasi, Pelaku wanita diborgol. (Posnews/Shutterstock)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Aksi pencurian handphone di kawasan Kebagusan Kecil, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, berakhir apes bagi seorang wanita bernama Juli Handayani.

Bukannya berhasil kabur, ia justru tertangkap warga setelah kembali ke lokasi kejadian dan langsung diamankan sebelum diserahkan ke polisi.

Peristiwa ini terjadi setelah Juli diduga mengambil handphone milik Muhammad Reza Fahlevi, seorang pemuda yang tinggal di kampung tersebut.

Warga yang sudah curiga akhirnya bergerak cepat ketika pelaku kembali muncul di lokasi.

Kapolsek Pasar Minggu Kompol Anggiat Sinambela menjelaskan, pihaknya menerima laporan dari petugas keamanan wilayah pada dini hari.

“Sekitar pukul 03.50 WIB, Piket Fungsi Polsek Pasar Minggu mendapat laporan dari Bhabinkamtibmas Kebagusan bahwa ada seorang perempuan yang diamankan warga karena diduga melakukan pencurian handphone,” ujar Anggiat dalam keterangannya, Minggu (8/3/2026).

Pencurian Terjadi Malam Hari

Menurut keterangan korban, insiden pencurian terjadi pada Kamis, 5 Maret 2026 sekitar pukul 20.30 WIB. Saat itu, handphone milik korban diduga diambil oleh pelaku di sekitar lokasi permukiman warga.

Baca Juga :  BMKG Prediksi Hujan Guyur Hampir Seluruh Jakarta Hari Ini, Senin 22 Desember 2025

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Awalnya, pelaku berhasil meninggalkan lokasi. Namun beberapa jam kemudian, situasi justru berbalik. Pelaku kembali datang ke tempat yang sama untuk mengambil sandal miliknya yang tertinggal di lokasi kejadian.

Kedatangan Juli membuat korban langsung curiga. Tanpa menunggu lama, korban bersama sejumlah warga kemudian mengamankan perempuan tersebut.

“Melihat pelaku kembali ke lokasi, korban bersama saksi langsung mengamankan yang bersangkutan,” jelas Anggiat.

Polisi Langsung Turun Tangan

Setelah menerima laporan, Bhabinkamtibmas Kebagusan segera meneruskan informasi tersebut ke Polsek Pasar Minggu.

Petugas piket reskrim bersama anggota patroli kemudian langsung menuju lokasi.

Saat tiba di tempat kejadian, polisi mendapati pelaku sudah lebih dulu diamankan oleh warga setempat.

Baca Juga :  Polres Metro Bekasi Tangkap Pelaku Penipuan Vespa Antik, Korban Rugi Rp 2 Miliar

Selanjutnya, Juli dibawa ke Polsek Pasar Minggu untuk menjalani pemeriksaan bersama barang bukti.

Korban sempat membuat laporan polisi terkait dugaan pencurian handphone tersebut. Namun, situasi berubah setelah korban memutuskan untuk mencabut laporannya.

Pelaku Akhirnya Dipulangkan

Setelah laporan resmi dicabut oleh korban, polisi tidak melanjutkan proses hukum terhadap Juli Handayani.

Perempuan tersebut akhirnya dipulangkan dan diserahkan kembali kepada pihak keluarganya.

“Pelapor atau korban sudah mencabut laporan, sehingga perempuan yang diamankan tersebut dikembalikan kepada keluarganya,” kata Anggiat.

Meski demikian, polisi tetap mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tindak pencurian, terutama di lingkungan permukiman.

Warga juga diminta segera melapor ke pihak berwajib apabila menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar tempat tinggal mereka. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aliansi Baru di Pasifik sebagai Bentuk Penyeimbang Kekuatan Tiongkok
Mengapa Negara Tak Pernah Benar-Benar Saling Percaya?
Mengapa Ambisi Pemimpin Dunia Tetap Menjadi Motor Konflik?
Pramono Anung Peringatkan Ormas Jangan Paksa Pengusaha Minta THR Jelang Lebaran 2026
Hakim Tolak Gugatan Yaqut, Status Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji Tetap Berlaku
Jasad Pria dengan Luka Tembak di Kepala Ditemukan di Jaksel, Polisi Selidiki Senjata Api
Kasus Suap Terbongkar, KPK Tetapkan 5 Tersangka Termasuk Bupati Rejang Lebong
Program MBG Dievaluasi, 1.512 SPPG Dihentikan Belum Punya Sertifikat Higiene

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 15:26 WIB

Aliansi Baru di Pasifik sebagai Bentuk Penyeimbang Kekuatan Tiongkok

Rabu, 11 Maret 2026 - 14:20 WIB

Mengapa Negara Tak Pernah Benar-Benar Saling Percaya?

Rabu, 11 Maret 2026 - 13:19 WIB

Mengapa Ambisi Pemimpin Dunia Tetap Menjadi Motor Konflik?

Rabu, 11 Maret 2026 - 12:34 WIB

Pramono Anung Peringatkan Ormas Jangan Paksa Pengusaha Minta THR Jelang Lebaran 2026

Rabu, 11 Maret 2026 - 12:17 WIB

Hakim Tolak Gugatan Yaqut, Status Tersangka Kasus Korupsi Kuota Haji Tetap Berlaku

Berita Terbaru

Struktur adalah takdir. Melalui lensa Neo-Realisme Kenneth Waltz, kita memahami bahwa konflik dunia bukan disebabkan oleh sifat jahat manusia, melainkan oleh sistem internasional yang memaksa setiap negara untuk terus waspada demi bertahan hidup. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Negara Tak Pernah Benar-Benar Saling Percaya?

Rabu, 11 Mar 2026 - 14:20 WIB

Politik adalah cermin manusia. Melalui kacamata Realisme Klasik Hans Morgenthau, kita memahami bahwa konflik global bukan sekadar masalah teknis diplomatik, melainkan manifestasi dari dorongan biologis manusia untuk mendominasi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Ambisi Pemimpin Dunia Tetap Menjadi Motor Konflik?

Rabu, 11 Mar 2026 - 13:19 WIB