KemenHAM Desak Penembakan 3 ASN Jayawijaya Diusut Tuntas

Jumat, 11 September 2026 - 09:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya menjadi korban penembakan di Distrik Muliama. (Ist)

Tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya menjadi korban penembakan di Distrik Muliama. (Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya tewas ditembak saat menjalankan tugas melayani masyarakat.

Tragedi di Distrik Muliama, Papua Pegunungan, itu kini mendapat perhatian Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM).

KemenHAM mengecam keras penembakan tersebut. Pemerintah juga meminta aparat mengusut tuntas pelaku dan membawa mereka ke proses hukum.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Juru Bicara KemenHAM RI Thomas Harming Suwarta menegaskan kekerasan terhadap warga sipil tidak bisa dibenarkan dalam kondisi apa pun.

“KemenHAM RI mengecam keras penembakan tiga warga sipil di Jayawijaya ini. Pembunuhan ini sangat keji terhadap warga sipil yang sedang mencari penghidupan atau nafkah di Papua,” kata Thomas dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).

Tiga ASN Tewas Saat Jalankan Tugas

Ketiga korban yakni Aprida Rapi (49), Alfonsius Albinus Meha (35), dan Willi Mbuik. Mereka merupakan ASN dan CPNS Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.

Rombongan sebelumnya menjalankan tugas mengantar bantuan pangan berupa bibit ternak babi kepada masyarakat di Kampung Kimbim, Distrik Asologaima.

Baca Juga :  Transformasi Kerja Dimulai, WFH dan Sepeda Jadi Andalan Hemat Energi

Setelah tugas selesai, rombongan bergerak kembali menuju Wamena. Namun, saat melintas di wilayah Muliama sekitar 20 kilometer dari Wamena, mereka diserang kelompok bersenjata.

Aparat kemudian mengevakuasi ketiga korban ke RSUD Wamena. Dua korban, Aprida dan Alfonsius, masih berada di Wamena, sedangkan jenazah Willi Mbuik telah diberangkatkan menuju Jayapura untuk selanjutnya diterbangkan ke Kupang, Nusa Tenggara Timur.

KemenHAM: Jangan Korbankan Warga Sipil

Thomas mengatakan KemenHAM tidak memiliki kewenangan untuk memastikan narasi yang beredar mengenai korban.

Sebelumnya, muncul narasi dari kelompok bersenjata yang menuding para korban sebagai agen intelijen.

Namun, Thomas menegaskan bahwa yang jelas, ketiga korban merupakan warga sipil yang sedang menjalankan pekerjaan.

“Kami pun tidak paham apakah mereka agen intelijen atau tidak sebagaimana narasi beredar dari kelompok KKB. Tapi yang pasti mereka adalah warga sipil yang sedang mencari penghidupan di Papua,” ujarnya.

Karena itu, KemenHAM meminta seluruh pihak yang terlibat dalam konflik Papua menahan diri. Thomas menilai keselamatan warga sipil harus menjadi perhatian utama.

“Konflik ini tidak boleh mengorbankan warga sipil,” tegasnya.

Aparat Kejar Pelaku Penembakan

Sementara itu, aparat masih menyelidiki siapa yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Baca Juga :  KPK Tahan Silmy Karim 40 Hari Lagi, Penyidikan Kasus Imigrasi Terus Bergulir

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Irjen Pol Faizal Ramadhani sebelumnya menyebut hasil penyelidikan sementara mengarah kepada KKB Kodap III Ndugama.

Namun, aparat belum mengungkap identitas pelaku secara pasti.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo juga menegaskan polisi tidak ingin terburu-buru menetapkan pihak tertentu.

Penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi, alat bukti, dan hasil olah tempat kejadian perkara.

Langkah tersebut menjadi penting untuk memastikan pelaku dan motif penembakan berdasarkan bukti, bukan sekadar narasi yang beredar.

Satu Jenazah Dipulangkan ke Kupang

Di tengah proses penyelidikan, keluarga mulai mempersiapkan pemulangan para korban.

Jenazah Willi Mbuik telah dievakuasi dari Wamena menuju Jayapura pada Kamis (10/9). Dari Bandara Sentani, jenazah kemudian dijadwalkan diterbangkan ke Kupang untuk dimakamkan di kampung halamannya.

Sementara itu, jenazah Aprida Rapi dan Alfonsius Albinus Meha masih berada di Wamena.

Tragedi ini kembali menunjukkan besarnya risiko yang dihadapi warga sipil di wilayah konflik Papua.

Karena itu, KemenHAM meminta semua pihak menghentikan kekerasan dan mengutamakan keselamatan masyarakat. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG Ungkap Banyak Sensor Gempa Hilang, Peringatan Dini Bisa Terganggu
Anwar Abbas Minta Kasus Abah Setu Tetap Diproses Polisi
8 Orang Hilang di Anak Krakatau, SAR Belum Temukan Titik Terang
KPK Geledah Rumah Polisi Yayat Sudrajat, Usut Fee Rp16 Miliar
Korupsi Hutan Lampung, Kejagung Sita Rp1,003 Triliun dari PT PSMI
Prabowo Turun Tangan, 11 Kapal Dikerahkan Cari 5 Jurnalis di Selat Sunda
Teror di Kantor Komnas HAM Papua, Pigai Desak Polisi Ungkap Pelaku
BNN Minta Garuda Larang Vape, 1.716 Sampel Terdeteksi Narkotika

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 09:32 WIB

BMKG Ungkap Banyak Sensor Gempa Hilang, Peringatan Dini Bisa Terganggu

Jumat, 11 September 2026 - 09:21 WIB

KemenHAM Desak Penembakan 3 ASN Jayawijaya Diusut Tuntas

Jumat, 11 September 2026 - 09:11 WIB

Anwar Abbas Minta Kasus Abah Setu Tetap Diproses Polisi

Jumat, 11 September 2026 - 07:45 WIB

8 Orang Hilang di Anak Krakatau, SAR Belum Temukan Titik Terang

Jumat, 11 September 2026 - 07:31 WIB

KPK Geledah Rumah Polisi Yayat Sudrajat, Usut Fee Rp16 Miliar

Berita Terbaru

Tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya menjadi korban penembakan di Distrik Muliama. (Ist)

NASIONAL

KemenHAM Desak Penembakan 3 ASN Jayawijaya Diusut Tuntas

Jumat, 11 Sep 2026 - 09:21 WIB

Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas. (Posnews/MUI)

NASIONAL

Anwar Abbas Minta Kasus Abah Setu Tetap Diproses Polisi

Jumat, 11 Sep 2026 - 09:11 WIB

Gedung Merah Putih KPK Jakarta Selatan. (Posnews/KPK)

NASIONAL

KPK Geledah Rumah Polisi Yayat Sudrajat, Usut Fee Rp16 Miliar

Jumat, 11 Sep 2026 - 07:31 WIB