Dikejar Warga Gegara Tawuran, Remaja di Cengkareng Tewas Lompat ke Kali

Minggu, 12 Oktober 2025 - 05:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Tenggelam Tewas. (Net)

Ilustrasi, Tenggelam Tewas. (Net)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Seorang remaja tewas tenggelam melompat ke kali Green Court, Jakarta Barat, Jumat (10/10/2025) malam. Pria berinisial MAM (17) itu nekat melompat ke kali lantaran dikejar warga yang hendak ikut tawuran.

Kapolsek Cengkareng AKP Parman Gultom membenarkan peristiwa tragis itu. Ia mengungkapkan, MAM bersama sejumlah rekannya diduga hendak tawuran di Jalan Ujung Aspal, Cengkareng Timur.

Namun, aksi mereka keburu dibubarkan warga sekitar yang resah dengan ulah para remaja tersebut.

“Korban melompat ke kali karena panik dikejar warga. Namanya takut, ya langsung nyebur ke air,” ujar Parman, Sabtu (11/10/2025).

Menurut Parman, MAM sempat melompat bersama satu temannya. Namun hanya rekannya yang berhasil diselamatkan warga.

“Satu orang bisa diselamatkan pakai bambu. Tapi MAM tidak bisa berenang. Saat ditemukan, korban sudah meninggal di dasar kali,” jelasnya.

Petugas gabungan dari Polsek Cengkareng dan Damkar Jakarta Barat kemudian mengevakuasi jasad korban menggunakan perahu karet. Jenazah MAM langsung dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk keperluan visum.

Baca Juga :  Korban Tawuran Pelajar di Tomang Jalani Jahitan Kepala, Pelaku Ditangkap Polisi

Polisi kini masih menyelidiki kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya unsur pidana.

“Meski korban lompat sendiri, kita tetap periksa siapa yang mengejar. Semua masih dalam penyelidikan,” tegas Parman.

Warga sekitar mengaku sering resah dengan aksi tawuran remaja di wilayah tersebut. Mereka berharap polisi lebih rutin berpatroli agar kejadian serupa tak terulang. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba Malaysia, Napi Lapas Bengkalis Diduga Jadi Otak
Polri Temukan Tumpukan Dolar AS dan Dolar Singapura di Brankas Rahasia Kafe de’Clan
Polisi Gerebek 4 Kafe di Cibitung, Praktik Prostitusi Anak Terbongkar
Polisi Ungkap Buronan Meterai Palsu Tewas Lompat dari Apartemen
Polisi Gagalkan Peredaran Sabu Berkedok Pakan Burung di Bekasi
Lulusan S2 Rampok Toko Emas di Depok, Gasak Rp20 Juta demi Bayar Utang Pinjol
Cuaca Jabodetabek Rabu 8 Juli 2026: Cerah Berawan, Suhu Maksimal 34 Derajat
Polri Tetapkan 32 Tersangka Haji Ilegal 2026, Kerugian Korban Rp116,7 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:00 WIB

Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba Malaysia, Napi Lapas Bengkalis Diduga Jadi Otak

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:41 WIB

Polri Temukan Tumpukan Dolar AS dan Dolar Singapura di Brankas Rahasia Kafe de’Clan

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:02 WIB

Polisi Gerebek 4 Kafe di Cibitung, Praktik Prostitusi Anak Terbongkar

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:42 WIB

Polisi Ungkap Buronan Meterai Palsu Tewas Lompat dari Apartemen

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:27 WIB

Polisi Gagalkan Peredaran Sabu Berkedok Pakan Burung di Bekasi

Berita Terbaru

Hambatan di tengah krisis kesehatan. Warga di kamp pengungsian Kpangba mengusir petugas medis yang berupaya melacak kontak erat korban meninggal akibat Ebola. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Wabah Ebola Kongo Meluas: WHO Peringatkan Bahaya

Rabu, 8 Jul 2026 - 18:48 WIB