TOKYO, POSNEWS.CO.ID β Perdana Menteri Sanae Takaichi akan melakukan kunjungan krusial ke Washington pekan depan untuk bertemu Presiden Donald Trump. Takaichi berjanji akan bersikap “terbuka” kepada Trump mengenai dampak berat perang Iran terhadap Jepang. Pertemuan pada 19 Maret ini menjadi ujian besar bagi hubungan personal kedua pemimpin yang sebelumnya cukup akrab.
Jepang saat ini sangat menderita akibat konflik di Timur Tengah. Sebagai ekonomi terbesar keempat dunia, Jepang mengimpor 95 persen minyaknya dari wilayah tersebut. Sebanyak 70 persen pasokan energi tersebut harus melewati Selat Hormuz yang kini praktis tertutup. Kondisi ini membuat biaya impor Jepang membengkak drastis.
Beban Ekonomi dan Melemahnya Yen
Krisis energi ini menghantam Jepang dari dua arah sekaligus. Selain harga minyak yang menembus $100 per barel, nilai tukar Yen terus merosot terhadap Dolar AS. Kondisi ini membuat harga setiap barel minyak mentah menjadi jauh lebih mahal bagi pasar domestik. Takaichi pun mengambil langkah darurat dengan melepas cadangan minyak strategis nasional.
Tekanan ekonomi ini mulai menggerus popularitas Takaichi di dalam negeri. Padahal, ia baru saja memenangkan pemilu dengan kemenangan besar empat pekan lalu. Para ekonom memperingatkan bahwa kenaikan biaya energi akan memicu lonjakan harga pangan. Biaya produksi pupuk yang bergantung pada gas alam berisiko membuat harga bahan pokok melonjak kembali.
Dilema Dukungan dan Keamanan Nasional
Dalam ranah diplomatik, Takaichi bersikap sangat hati-hati. Ia menahan diri untuk tidak mengkritik perang secara langsung agar tidak memicu kemarahan Trump. Tokyo tidak bisa mengabaikan fakta bahwa Amerika Serikat adalah penjamin utama keamanan Jepang dengan 60.000 tentara di wilayah mereka.
Namun, Takaichi khawatir fokus Washington mulai terpecah dari Asia-Pasifik. Laporan terbaru menunjukkan dua kapal perusak AS yang biasanya berbasis di Jepang telah bergeser ke Laut Arab. Jepang ingat betul bagaimana sumber daya AS tersedot selama puluhan tahun di Afghanistan dan Irak. Takaichi perlu memastikan bahwa Trump tetap waspada terhadap ancaman multifaset dari Tiongkok.
Diplomasi Investasi senilai $550 Miliar
Untuk meluluhkan hati Trump, Jepang membawa modal besar berupa komitmen investasi. Tokyo menjanjikan investasi senilai $550 miliar di Amerika Serikat. Sebagai imbalannya, Jepang berharap Trump menurunkan tarif impor dari 25 persen menjadi 15 persen. Janji ini tetap berlaku meski Mahkamah Agung AS membatalkan tarif global Trump bulan lalu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pekan depan, kedua pihak kemungkinan akan mengumumkan rincian proyek infrastruktur baru senilai $36 miliar. Takaichi akan menggunakan hubungan pribadinya untuk meyakinkan Trump bahwa stabilitas ekonomi Jepang sangat penting bagi strategi AS. Ia ingin Trump melihat bahwa ancaman Tiongkok, baik secara ekonomi maupun keamanan, tetap menjadi tantangan jangka panjang yang tidak boleh terabaikan oleh konflik di Timur Tengah.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia



















