WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengguncang tatanan ekonomi global. Pada hari Jumat (30/1), Trump secara resmi mengumumkan nominasinya untuk posisi paling berpengaruh di dunia keuangan: Ketua Federal Reserve (The Fed).
Pilihan Trump jatuh pada Kevin Warsh, mantan gubernur The Fed berusia 55 tahun yang dikenal sebagai kritikus vokal terhadap kebijakan saat ini.
“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa saya menominasikan Kevin Warsh menjadi KETUA DEWAN GUBERNUR SISTEM FEDERAL RESERVE,” tulis Trump di platform media sosialnya, Truth Social.
Trump memuji Warsh setinggi langit. “Saya sudah mengenal Kevin sejak lama, dan saya tidak ragu dia akan tercatat sebagai salah satu Ketua Fed HEBAT, mungkin yang terbaik. Di atas segalanya, dia adalah ‘central casting’ (berpenampilan sempurna untuk peran tersebut), dan dia tidak akan pernah mengecewakan Anda.”
Rivalitas Lama dan Kritik Tajam
Nominasi ini membuka luka lama. Warsh hampir mendapatkan pekerjaan itu pada masa jabatan pertama Trump sebelum akhirnya kalah dari Jerome Powell. Sejak saat itu, Warsh menjaga profil publik yang stabil melalui pidato dan esai yang kerap mengkritik Powell dan koleganya.
Warsh sering menyerang manajemen neraca The Fed, kebijakan suku bunga, dan tindakan lain yang diambil oleh kepemimpinan Powell. Kini, ia kembali sebagai calon pengganti rivalnya.
Investigasi Kriminal dan Independensi The Fed
Langkah Trump ini terjadi dalam konteks yang sangat panas. Upaya Trump untuk menguji independensi The Fed telah mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pada bulan Januari, Departemen Kehakiman di bawah pemerintahannya memutuskan untuk membuka penyelidikan kriminal terhadap Jerome Powell.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Powell sendiri menyebut penyelidikan tersebut sebagai dalih untuk menekan The Fed agar menetapkan kebijakan moneter sesuai keinginan presiden—khususnya terkait pemangkasan suku bunga agresif.
Situasi ini memicu spekulasi liar. Powell mungkin memilih opsi radikal: tetap bertahan di The Fed bahkan setelah masa jabatannya sebagai ketua habis. Langkah ini bisa ia ambil sebagai upaya terakhir untuk melindungi bank sentral dari “penangkapan politik” (political capture).
Pertarungan di Senat
Jalan Warsh menuju kursi ketua tidak akan mulus. Posisi ini memerlukan konfirmasi Senat AS. Mengingat ketegangan politik seputar The Fed, proses konfirmasi diprediksi akan menjadi medan pertempuran yang menantang.
Sebelum keputusan ini, Gedung Putih seolah menggelar audisi publik berbulan-bulan. Warsh bersaing dengan penasihat ekonomi Kevin Hassett, gubernur Fed Christopher Waller, dan orang dalam Wall Street Rick Rieder, yang semuanya rutin tampil di televisi untuk memamerkan kredibilitas mereka.
Trump tampaknya bertekad merombak total The Fed. Pada Agustus 2025, ia menunjuk penasihat Stephen Miran ke The Fed, yang kini menjadi pendukung utama pemangkasan suku bunga. Trump juga sedang berusaha memecat Gubernur Fed Lisa Cook—sebuah pertarungan hukum yang kini berada di Mahkamah Agung dan bisa menjadi preseden sejarah pertama seorang presiden memecat pembuat kebijakan The Fed.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia
Sumber Berita: Xinhua News Agency


















