Araghchi Kejar Kesepakatan di Tengah Hujan Sanksi

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sinyal kontradiktif dari Muscat. Perundingan nuklir pertama sejak serangan udara Juni 2025 berakhir dengan atmosfer positif, namun Washington langsung menjatuhkan sanksi baru terhadap armada minyak Iran. Dok: Istimewa.

Sinyal kontradiktif dari Muscat. Perundingan nuklir pertama sejak serangan udara Juni 2025 berakhir dengan atmosfer positif, namun Washington langsung menjatuhkan sanksi baru terhadap armada minyak Iran. Dok: Istimewa.

JENEWA, POSNEWS.CO.ID – Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, bertolak menuju Jenewa pada Rabu guna memimpin delegasi dalam putaran ketiga perundingan nuklir tidak langsung dengan Amerika Serikat. Pertemuan krusial ini dijadwalkan berlangsung pada hari Kamis (26/2).

Melalui unggahan di platform X pada Selasa, Araghchi menegaskan bahwa Iran mendekati perundingan ini dengan tekad bulat. Oleh karena itu, ia berupaya mengejar kesepakatan yang “adil dan merata” secepat mungkin guna mengakhiri ketegangan diplomatik yang telah berlangsung lama.

Ketegasan Washington: “Tanpa Senjata Nuklir”

Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat terus mempertegas batasan-batasan strategisnya. Wakil Presiden AS, JD Vance, mengulangi posisi resmi Washington mengenai isu ini pada Rabu.

“Prinsipnya sangat sederhana: Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir,” tegas Vance. Selain itu, kepemilikan rudal balistik oleh Iran tetap menjadi kekhawatiran utama bagi keamanan nasional Amerika. Menteri Luar Negeri Marco Rubio bahkan melabeli Iran sebagai “ancaman serius”. Ia enggan menganggap pembicaraan hari Kamis sebagai hal lain selain kesempatan tambahan untuk berdialog di tengah kebuntuan yang ada.

Baca Juga :  KKB Sadis! 34 Orang Dibantai di Yahukimo, Polda Papua Ungkap Fakta Mengerikan

Tuntutan Permanen dan Tekanan Sanksi Baru

Laporan internal mengungkapkan bahwa administrasi Donald Trump menginginkan konsesi yang jauh lebih berat dari Teheran. Utusan khusus Gedung Putih untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, mengisyaratkan tuntutan tersebut dalam sebuah pertemuan tertutup pada Selasa malam.

Berdasarkan laporan media, Washington menuntut agar Iran menyetujui bahwa setiap kesepakatan nuklir di masa depan harus tetap berlaku tanpa batas waktu (indefinitely). Selanjutnya, satu hari menjelang perundingan, Amerika Serikat secara mendadak meluncurkan gelombang sanksi baru. Sanksi tersebut menyasar lebih dari 30 entitas, individu, dan kapal yang petugas nilai berkaitan dengan jaringan pendanaan atau aktivitas nuklir terlarang Iran.

Baca Juga :  Iran di Ujung Tanduk: Pezeshkian Tawarkan Gula-Gula Ekonomi

Analisis Strategis: Diplomasi di Bawah Tekanan

Langkah Washington yang menjatuhkan sanksi tepat sebelum pertemuan petugas prediksikan sebagai strategi “tekanan maksimal”. Langkah ini bertujuan untuk memperlemah posisi tawar Iran di meja perundingan. Meskipun begitu, Araghchi tetap menekankan bahwa kesepakatan masih mungkin tercapai jika semua pihak menjunjung tinggi kedaulatan dan keadilan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada akhirnya, dunia kini menanti hasil dari perundingan hari Kamis di Jenewa. Apakah kehadiran delegasi tingkat tinggi ini mampu meredam risiko eskalasi militer di Timur Tengah atau justru mempertegas garis konfrontasi baru antara Washington dan Teheran di tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecelakaan Beruntun 7 Kendaraan di Tol JORR KM 30 Jaksel, Truk Fuso Rem Blong Picu Tabrakan
22 WNI dari Iran Tiba di Bandara Soetta, Pemerintah Siapkan Pemulangan Gelombang Kedua
Tambang Emas Ilegal di Way Kanan Dibongkar, Polisi Ciduk 14 Tersangka – Kerugian Negara Rp1,3 T
Tabung Gas Bocor di Bogor Tengah, Satu Keluarga Terbakar Parah hingga 80 Persen
Polisi Gerebek Gudang Bawang Bombai Impor Ilegal di Malang, 700 Karung Disita
Tembak Pemuda Pakai Airsoft Gun di Cilincing, Debt Collector Bonyok Dihajar Warga
Polri Bagikan 38.268 Paket Sembako Jelang Idul Fitri 1447 H untuk Personel dan ASN Mabes
Taktik Menghadapi Inflasi Musiman Saat Belanja Kebutuhan Pokok

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:52 WIB

Kecelakaan Beruntun 7 Kendaraan di Tol JORR KM 30 Jaksel, Truk Fuso Rem Blong Picu Tabrakan

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:37 WIB

22 WNI dari Iran Tiba di Bandara Soetta, Pemerintah Siapkan Pemulangan Gelombang Kedua

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:21 WIB

Tambang Emas Ilegal di Way Kanan Dibongkar, Polisi Ciduk 14 Tersangka – Kerugian Negara Rp1,3 T

Selasa, 10 Maret 2026 - 19:52 WIB

Tabung Gas Bocor di Bogor Tengah, Satu Keluarga Terbakar Parah hingga 80 Persen

Selasa, 10 Maret 2026 - 19:33 WIB

Polisi Gerebek Gudang Bawang Bombai Impor Ilegal di Malang, 700 Karung Disita

Berita Terbaru