Donald Trump Membatalkan Rencana Siaran Eksekusi Mati

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Donald Trump membatalkan rencana siaran langsung eksekusi regu tembak Nidal Hasan usai menuai gelombang kritik publik dan tokoh agama. Dok: Istimewa.

Donald Trump membatalkan rencana siaran langsung eksekusi regu tembak Nidal Hasan usai menuai gelombang kritik publik dan tokoh agama. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON – Presiden Donald Trump resmi membatalkan rencana siaran langsung eksekusi mati Nidal Hasan, mantan mayor Angkatan Darat AS.

Langkah ini menganulir keputusan Menteri Pertahanan Pete Hegseth yang sebelumnya mengumumkan penayangan eksekusi regu tembak tersebut secara terbuka.

Trump mengambil keputusan ini setelah penayangan eksekusi memicu gelombang kritik keras dari publik, pemimpin agama, dan politisi Republik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kendati membatalkan tayangan siaran langsung, pemerintah Amerika Serikat tetap menjadwalkan pelaksanaan eksekusi Nidal Hasan pada 3 Desember 2026.

Gelombang Kritik Dari Tokoh Agama Dan Publik

Sebelumnya, Pete Hegseth menilai penayangan eksekusi secara langsung dapat memberikan efek jera terhadap para pelaku tindak kejahatan terorisme.

Baca Juga :  Zelenskyy Sebut Rusia Tetap Menyerang Fasilitas Energi

Namun, berbagai survei menunjukkan mayoritas masyarakat Amerika Serikat menolak keras rencana penayangan siaran langsung proses hukuman mati tersebut.

Bahkan, Paus Leo XIV bersama para pemimpin Gereja Katolik secara tegas mengkritik dan menentang segala bentuk pelaksanaan hukuman mati.

Selain itu, Anggota Kongres dari Partai Demokrat Richard Neal mengecam rencana awal penayangan eksekusi sebagai kegagalan moral yang fatal.

Baca Juga :  Ukraina Akhiri Gencatan Senjata Dan Gempur Kilang Minyak

Penembakan Tragis Di Pangkalan Fort Hood

Nidal Hasan merupakan mantan psikiater militer yang membunuh 13 prajurit serta melukai 32 orang lainnya pada tahun 2009.

Aksi penembakan brutal itu terjadi di dalam area medis pangkalan militer Fort Hood di wilayah negara bagian Texas.

Petugas kepolisian kemudian melumpuhkan Nidal Hasan hingga menyebabkan kelumpuhan total dari bagian pinggang ke bawah pada tubuhnya.

Meskipun Trump membatalkan siaran langsung, keluarga para korban tetap mendapatkan izin untuk menyaksikan pelaksanaan eksekusi mati secara langsung.

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ukraina Akhiri Gencatan Senjata Dan Gempur Kilang Minyak
Penembakan Di Sekolah Dasar Oregon Menewaskan Lima Orang
Visa Business Manager Yang Meninggalkan Jepang Melonjak
Denmark Tegaskan AS Wajib Mematuhi Hukum Greenland
Kelompok Pengawas Pemerintah Menggugat Jared Kushner
Kondisi Kesehatan Paus Leo XIV Membaik Pasca Operasi
Kelompok Houthi Mengancam Akan Terus Menggempur
SpaceX Membatasi Layanan Starlink Militer Ukraina

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:11 WIB

Donald Trump Membatalkan Rencana Siaran Eksekusi Mati

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Ukraina Akhiri Gencatan Senjata Dan Gempur Kilang Minyak

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Penembakan Di Sekolah Dasar Oregon Menewaskan Lima Orang

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Denmark Tegaskan AS Wajib Mematuhi Hukum Greenland

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:34 WIB

Kelompok Pengawas Pemerintah Menggugat Jared Kushner

Berita Terbaru

Donald Trump membatalkan rencana siaran langsung eksekusi regu tembak Nidal Hasan usai menuai gelombang kritik publik dan tokoh agama. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Membatalkan Rencana Siaran Eksekusi Mati

Jumat, 16 Okt 2026 - 10:11 WIB

Ukraina mengakhiri gencatan senjata energi dan kembali menggempur kilang minyak Rusia di Ryazan pasca serangan rudal Moscow. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ukraina Akhiri Gencatan Senjata Dan Gempur Kilang Minyak

Jumat, 16 Okt 2026 - 09:01 WIB

Penembakan massal di Silver Rail Elementary School Bend Oregon menewaskan sedikitnya lima orang termasuk anak-anak. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Penembakan Di Sekolah Dasar Oregon Menewaskan Lima Orang

Jumat, 16 Okt 2026 - 08:30 WIB