Zelenskyy Sebut Rusia Tetap Menyerang Fasilitas Energi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Volodymyr Zelenskyy mengkritik serangan berkelanjutan Rusia ke fasilitas energi Ukraina meskipun Donald Trump mengklaim adanya gencatan senjata. Dok: Istimewa.

Presiden Volodymyr Zelenskyy mengkritik serangan berkelanjutan Rusia ke fasilitas energi Ukraina meskipun Donald Trump mengklaim adanya gencatan senjata. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, WARSAW – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan bahwa pasukan Rusia terus menyerang fasilitas energi Ukraina.

Pernyataan ini mengemuka meskipun Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim kedua negara telah menyepakati gencatan senjata energi.

Zelenskyy menyampaikan hal tersebut dalam forum keamanan di Warsaw serta wawancara khusus bersama stasiun televisi Fox News.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebab, pasukan Rusia meluncurkan serangan udara ke pembangkit listrik Kharkiv serta fasilitas produksi gas beberapa jam setelah pengumuman Trump.

Baca Juga :  Tangki Kimia Runtuh di Pabrik Kertas Washington

Padahal, pemerintah Ukraina telah menghentikan seluruh serangan balasan ke fasilitas energi Rusia demi menghormati usulan gencatan senjata.

Zelenskyy Bantah Tuduhan Donald Trump Soal Harga Diesel

Selain itu, Zelenskyy membantah klaim Trump mengenai dampak serangan Ukraina terhadap lonjakan harga bahan bakar global.

Ia menegaskan bahwa penutupan Selat Hormuz menjadi penyebab utama kenaikan harga diesel dunia saat ini.

Baca Juga :  Diplomasi Identitas: Mengapa Kedekatan Budaya Lebih Kuat daripada Persekutuan Militer?

Sementara itu, pihak Istana Kremlin belum memberikan kepastian mengenai persetujuan resmi Rusia terkait gencatan senjata energi tersebut.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov hanya menyatakan bahwa proses komunikasi antarnegara masih berlangsung.

Di sisi lain, Kepala Diplomasi Uni Eropa Kaja Kallas meragukan ketaatan Rusia terhadap kesepakatan gencatan senjata ini.

Oleh karena itu, Zelenskyy mendesak Amerika Serikat memberikan tekanan lebih kuat agar Rusia menghentikan perang secara menyeluruh.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kelompok Houthi Mengancam Amerika Serikat Pasca Serangan
Aparat Federal Amerika Serikat Menggeledah Kediaman DPR
Prancis Bersiap Menghadapi Unjuk Rasa Massal Pelajar
Polisi Korea Selatan Menangkap Pelaku Penikaman Massal
Usulan Pengurangan Jam Kerja Diet PM Jepang Sanae Takaichi
Hakim AS Memerintahkan Donald Trump Menghentikan Iklan Politik
Korea Utara Meluncurkan Beberapa Rudal Balistik
Senator AS Mendesak Donald Trump Membatalkan Kesepakatan

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Zelenskyy Sebut Rusia Tetap Menyerang Fasilitas Energi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Kelompok Houthi Mengancam Amerika Serikat Pasca Serangan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Aparat Federal Amerika Serikat Menggeledah Kediaman DPR

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Prancis Bersiap Menghadapi Unjuk Rasa Massal Pelajar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:53 WIB

Polisi Korea Selatan Menangkap Pelaku Penikaman Massal

Berita Terbaru

Presiden Volodymyr Zelenskyy mengkritik serangan berkelanjutan Rusia ke fasilitas energi Ukraina meskipun Donald Trump mengklaim adanya gencatan senjata. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Sebut Rusia Tetap Menyerang Fasilitas Energi

Selasa, 13 Okt 2026 - 18:44 WIB

Kelompok Houthi mengancam akan menyerang kepentingan AS jika Presiden Donald Trump memutuskan bergabung dengan koalisi militer Arab Saudi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kelompok Houthi Mengancam Amerika Serikat Pasca Serangan

Selasa, 13 Okt 2026 - 17:49 WIB

Aparat federal menggeledah rumah Anggota DPR AS Ilhan Omar terkait dugaan kecurangan imigrasi di tengah tuduhan manipulasi politik menjelang pemilu sela. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Aparat Federal Amerika Serikat Menggeledah Kediaman DPR

Selasa, 13 Okt 2026 - 16:43 WIB

Protes pelajar menuntut anggaran pendidikan meluas di Prancis, Belgia, dan Italia dengan ribuan penangkapan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Prancis Bersiap Menghadapi Unjuk Rasa Massal Pelajar

Selasa, 13 Okt 2026 - 15:43 WIB

Kepolisian Korea Selatan menangkap pria pelaku penikaman massal di supermarket Incheon yang melukai delapan orang. Dok; Istimewa.

INTERNASIONAL

Polisi Korea Selatan Menangkap Pelaku Penikaman Massal

Selasa, 13 Okt 2026 - 14:53 WIB