POSNEWS.CO.ID, WARSAW – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan bahwa pasukan Rusia terus menyerang fasilitas energi Ukraina.
Pernyataan ini mengemuka meskipun Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim kedua negara telah menyepakati gencatan senjata energi.
Zelenskyy menyampaikan hal tersebut dalam forum keamanan di Warsaw serta wawancara khusus bersama stasiun televisi Fox News.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebab, pasukan Rusia meluncurkan serangan udara ke pembangkit listrik Kharkiv serta fasilitas produksi gas beberapa jam setelah pengumuman Trump.
Padahal, pemerintah Ukraina telah menghentikan seluruh serangan balasan ke fasilitas energi Rusia demi menghormati usulan gencatan senjata.
Zelenskyy Bantah Tuduhan Donald Trump Soal Harga Diesel
Selain itu, Zelenskyy membantah klaim Trump mengenai dampak serangan Ukraina terhadap lonjakan harga bahan bakar global.
Ia menegaskan bahwa penutupan Selat Hormuz menjadi penyebab utama kenaikan harga diesel dunia saat ini.
Sementara itu, pihak Istana Kremlin belum memberikan kepastian mengenai persetujuan resmi Rusia terkait gencatan senjata energi tersebut.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov hanya menyatakan bahwa proses komunikasi antarnegara masih berlangsung.
Di sisi lain, Kepala Diplomasi Uni Eropa Kaja Kallas meragukan ketaatan Rusia terhadap kesepakatan gencatan senjata ini.
Oleh karena itu, Zelenskyy mendesak Amerika Serikat memberikan tekanan lebih kuat agar Rusia menghentikan perang secara menyeluruh.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













