Kelompok Houthi Mengancam Akan Terus Menggempur

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kelompok Houthi mengancam terus menggempur markas Saudi Aramco dan bandara Arab Saudi pasca eskalasi perang Yaman memanas. Dok: Istimewa.

Kelompok Houthi mengancam terus menggempur markas Saudi Aramco dan bandara Arab Saudi pasca eskalasi perang Yaman memanas. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, RIYADH – Kelompok Houthi dari Yaman bersumpah akan terus meluncurkan serangan ke berbagai fasilitas minyak serta bandara di Arab Saudi.

Langkah balasan ini menyasar pusat operasional raksasa minyak Saudi Aramco yang mengalami kerusakan parah pasca hantaman rudal Houthi.

Bahkan, serangan tersebut memicu kebakaran besar yang merambat ke beberapa lantai markas utama Aramco di kota Dhahran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Eskalasi Serangan Dan Penutupan Bandara

Kelompok Houthi menegaskan bahwa fasilitas minyak dan bandara Arab Saudi merupakan sasaran militer yang sah.

Baca Juga :  Gerhana Matahari Total Di Spanyol Jadi Lahan Riset

Sebab, serangan ini menjadi aksi balasan atas intervensi militer koalisi Arab Saudi dalam perang saudara di Yaman.

Sebelumnya, serangan rudal ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh telah menewaskan 13 orang warga sipil.

Oleh karena itu, pemerintah Arab Saudi menutup operasional bandara tersebut hingga tanggal 17 Oktober 2026 mendatang.

Selain itu, kelompok Houthi mendesak seluruh perusahaan pelayaran internasional serta warga sipil agar segera menjauhi area kilang minyak.

Meskipun demikian, koalisi militer Arab Saudi mengklaim berhasil mengintercept beberapa rudal balistik yang mengarah ke kota Riyadh.

Baca Juga :  Kejatuhan El Mencho: Mengapa Kematian Gembong Meksiko Belum Melumpuhkan Jaringan Kartel di AS?

Krisis Kemanusiaan Di Wilayah Yaman

Sementara itu, konflik yang kembali memanas ini memperburuk situasi kemanusiaan bagi ratusan ribu warga sipil di Yaman.

Organisasi Program Pangan Dunia (WFP) mencatat bahwa blokade militer memutus akses bantuan pangan ke wilayah Taiz.

Akibatnya, lebih dari 600 ribu warga Yaman kini menghadapi ancaman kelaparan yang sangat mengerikan di kawasan konflik.

Namun, kelompok Houthi tetap melanjutkan kampanye militer menggunakan rudal jelajah dan drone tempur ke kawasan Teluk.

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SpaceX Membatasi Layanan Starlink Militer Ukraina
Zelenskyy Sebut Rusia Tetap Menyerang Fasilitas Energi
Kelompok Houthi Mengancam Amerika Serikat Pasca Serangan
Aparat Federal Amerika Serikat Menggeledah Kediaman DPR
Prancis Bersiap Menghadapi Unjuk Rasa Massal Pelajar
Polisi Korea Selatan Menangkap Pelaku Penikaman Massal
Usulan Pengurangan Jam Kerja Diet PM Jepang Sanae Takaichi
Hakim AS Memerintahkan Donald Trump Menghentikan Iklan Politik

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Kelompok Houthi Mengancam Akan Terus Menggempur

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:22 WIB

SpaceX Membatasi Layanan Starlink Militer Ukraina

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:44 WIB

Zelenskyy Sebut Rusia Tetap Menyerang Fasilitas Energi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:49 WIB

Kelompok Houthi Mengancam Amerika Serikat Pasca Serangan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Aparat Federal Amerika Serikat Menggeledah Kediaman DPR

Berita Terbaru

Estimasi biaya ganti layar dalam iPhone Ultra mencapai Rp20 jutaan, lebih mahal dari Galaxy Z Fold 8, jelang peluncuran resmi Apple pada 9 September 2026. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Biaya Perbaikan Layar Dalam iPhone Duo Capai Rp17 Juta

Kamis, 15 Okt 2026 - 09:25 WIB

Kelompok Houthi mengancam terus menggempur markas Saudi Aramco dan bandara Arab Saudi pasca eskalasi perang Yaman memanas. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kelompok Houthi Mengancam Akan Terus Menggempur

Kamis, 15 Okt 2026 - 08:23 WIB

SpaceX membatasi kecepatan Starlink militer Ukraina sehingga mengganggu misi drone dan pertahanan udara dari gempuran Rusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

SpaceX Membatasi Layanan Starlink Militer Ukraina

Kamis, 15 Okt 2026 - 07:22 WIB

Petugas Brimob menangani ledakan di kawasan pertokoan Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Diduga Terkait Gas LPG, Ledakan Pasar Cimanggis Masih Diselidiki

Kamis, 15 Okt 2026 - 06:07 WIB