POSNEWS.CO.ID, RIYADH – Kelompok Houthi dari Yaman bersumpah akan terus meluncurkan serangan ke berbagai fasilitas minyak serta bandara di Arab Saudi.
Langkah balasan ini menyasar pusat operasional raksasa minyak Saudi Aramco yang mengalami kerusakan parah pasca hantaman rudal Houthi.
Bahkan, serangan tersebut memicu kebakaran besar yang merambat ke beberapa lantai markas utama Aramco di kota Dhahran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Eskalasi Serangan Dan Penutupan Bandara
Kelompok Houthi menegaskan bahwa fasilitas minyak dan bandara Arab Saudi merupakan sasaran militer yang sah.
Sebab, serangan ini menjadi aksi balasan atas intervensi militer koalisi Arab Saudi dalam perang saudara di Yaman.
Sebelumnya, serangan rudal ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh telah menewaskan 13 orang warga sipil.
Oleh karena itu, pemerintah Arab Saudi menutup operasional bandara tersebut hingga tanggal 17 Oktober 2026 mendatang.
Selain itu, kelompok Houthi mendesak seluruh perusahaan pelayaran internasional serta warga sipil agar segera menjauhi area kilang minyak.
Meskipun demikian, koalisi militer Arab Saudi mengklaim berhasil mengintercept beberapa rudal balistik yang mengarah ke kota Riyadh.
Krisis Kemanusiaan Di Wilayah Yaman
Sementara itu, konflik yang kembali memanas ini memperburuk situasi kemanusiaan bagi ratusan ribu warga sipil di Yaman.
Organisasi Program Pangan Dunia (WFP) mencatat bahwa blokade militer memutus akses bantuan pangan ke wilayah Taiz.
Akibatnya, lebih dari 600 ribu warga Yaman kini menghadapi ancaman kelaparan yang sangat mengerikan di kawasan konflik.
Namun, kelompok Houthi tetap melanjutkan kampanye militer menggunakan rudal jelajah dan drone tempur ke kawasan Teluk.












