Tensi Hormuz Membara: Gempuran Udara dan Rudal Iran

Senin, 20 Juli 2026 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Eskalasi berbahaya di Timur Tengah. Amerika Serikat meluncurkan serangan udara baru ke wilayah Iran menyusul kematian tentara mereka di Yordania. Dok: Istimewa.

Eskalasi berbahaya di Timur Tengah. Amerika Serikat meluncurkan serangan udara baru ke wilayah Iran menyusul kematian tentara mereka di Yordania. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Langit Sabtu malam di wilayah selatan Iran mendadak menyala terang. Deru jet tempur Amerika Serikat memecah kesunyian malam saat menjatuhkan bom tepat pukul 18.00 waktu timur. Perintah langsung Presiden Donald Trump memicu aksi agresif ini. Langkah Washington merespons kematian dua prajurit mereka akibat serangan di Yordania sebelumnya. Kini, dunia menyaksikan babak baru yang sangat menegangkan. Dua kekuatan militer besar kembali berhadapan di ambang perang skala penuh.

Selat Hormuz Jadi Taruhan Nyata

Militer Amerika Serikat mengerahkan jet tempur dan meluncurkan rudal jelajah Tomahawk dari lautan. Komando Pusat AS mengincar fasilitas pengawasan pantai serta pangkalan pertahanan udara milik Iran. Washington merancang gempuran cepat ini untuk melemahkan kuasa Garda Revolusi Iran di Selat Hormuz. Selat sempit ini menyalurkan seperlima pasokan minyak bumi global setiap hari. Namun, aksi ini justru memicu serangan balasan yang tidak kalah brutal dari Teheran.

Baca Juga :  Mantan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Hadapi Tuntutan Hukuman Mati

Balasan Brutal Teheran di Jantung Teluk

Garda Revolusi Iran langsung menembakkan badai rudal balistik dan drone tempur ke beberapa negara Arab sekutu dekat AS. Kuwait menghadapi malam yang mencekam akibat gempuran beruntun tersebut. Rudal Iran menghantam pusat logistik militer AS di Camp Arifjan dan menghancurkan pangkalan udara Ali Al Salem. Petugas pemadam kebakaran Kuwait mengalami luka-luka saat menjinakkan kobaran api di fasilitas minyak milik negara. Sementara itu, di Yordania, rudal Iran menghancurkan dua jet tempur AS di pangkalan Al Azraq.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bayang-bayang Kiamat Ekonomi Global

Konflik bersenjata ini membawa dampak buruk bagi stabilitas pasokan energi dunia secara instan. Arab Saudi langsung mengaktifkan sistem peringatan dini di wilayah Al-Kharj dan Yanbu. Otoritas meminta warga segera mencari perlindungan darurat guna menghindari potensi runtuhan rudal. Departemen Luar Negeri AS juga mengeluarkan peringatan perjalanan global bagi warga Amerika Serikat karena kekhawatiran eskalasi yang tidak terduga. Di lautan, AS memperketat blokade laut untuk menghentikan seluruh ekspor minyak mentah Iran.

Baca Juga :  Aliansi Pertahanan Udara: Jepang, Inggris, dan Italia Percepat Pengembangan Jet Tempur Generasi Terbaru

Jalan Buntu Meja Perundingan

Sebelum bom Amerika jatuh, Pemimpin Agung Iran Mojtaba Khamenei sempat menyampaikan ancaman keras melalui media sosial. Khamenei memperingatkan bahwa tanda tangan Trump sama sekali tidak memiliki kredibilitas. Ia berjanji akan memberikan pelajaran yang tidak akan pernah Washington lupakan jika eskalasi berlanjut. Kini, kesepakatan gencatan senjata yang baru berumur sebulan telah hancur sepenuhnya. Konflik yang berawal sejak Februari lalu ini terus memakan korban jiwa dan menyeret ekonomi dunia ke masa depan yang gelap.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Parlemen Jepang Gagal Sepakati Pemotongan Pajak Makanan
Menlu ASEAN Kumpul Bahas Tensi Hormuz dan South China Sea
9 Warga Sipil Gaza Tewas Akibat Gempuran Udara
6 Warga Meninggal dan Puluhan Rumah Hancur di Chupaca
Rusia Gempur Kyiv dengan Rudal Balistik: Zelenskyy Desak Sekutu
Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang Total
Polisi AS Tangkap Andrew dan Tristan Tate di Miami
Jepang Izinkan Pemerintah Daerah Larang Bisnis Minpaku

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 22:25 WIB

Parlemen Jepang Gagal Sepakati Pemotongan Pajak Makanan

Senin, 20 Juli 2026 - 21:17 WIB

Menlu ASEAN Kumpul Bahas Tensi Hormuz dan South China Sea

Senin, 20 Juli 2026 - 10:44 WIB

9 Warga Sipil Gaza Tewas Akibat Gempuran Udara

Senin, 20 Juli 2026 - 10:33 WIB

Tensi Hormuz Membara: Gempuran Udara dan Rudal Iran

Senin, 20 Juli 2026 - 10:00 WIB

6 Warga Meninggal dan Puluhan Rumah Hancur di Chupaca

Berita Terbaru

Ketidakpastian ekonomi di Tokyo. Perdana Menteri Sanae Takaichi memegang kendali penuh kebijakan pajak menyusul kegagalan konsensus parlemen. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Parlemen Jepang Gagal Sepakati Pemotongan Pajak Makanan

Senin, 20 Jul 2026 - 22:25 WIB

Langkah taktis diplomasi Asia Tenggara. KTT ASEAN di Manila menyoroti dampak eskalasi perang Amerika Serikat-Iran serta krisis politik Myanmar. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Menlu ASEAN Kumpul Bahas Tensi Hormuz dan South China Sea

Senin, 20 Jul 2026 - 21:17 WIB