Guncangan Perang Iran: IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2026

Rabu, 15 April 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Negosiasi yang masih alot. Presiden Donald Trump menegaskan draf damai sepihak Iran belum memuaskan Washington, meski Tehran mendesak pencabutan blokade laut di Selat Hormuz. Dok: Istimewa.

Negosiasi yang masih alot. Presiden Donald Trump menegaskan draf damai sepihak Iran belum memuaskan Washington, meski Tehran mendesak pencabutan blokade laut di Selat Hormuz. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Dana Moneter Internasional (IMF) meluncurkan peringatan keras mengenai kesehatan ekonomi dunia pada hari Selasa. Perang di Timur Tengah secara resmi memaksa otoritas keuangan global untuk memangkas target pertumbuhan tahun 2026.

Dalam konteks ini, laporan World Economic Outlook terbaru menunjukkan bahwa gangguan pada pasar komoditas telah melambungkan harga energi. Oleh karena itu, negara-negara pengimpor komoditas kini menghadapi tekanan inflasi yang sangat berat di tengah ketidakpastian perang yang kian volatil.

Pemangkasan Proyeksi dan Risiko Resesi

Berdasarkan “perkiraan referensi”, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global tahun ini hanya menyentuh angka 3,1%. Angka ini turun dari perkiraan kuartal sebelumnya sebesar 3,3%. Penurunan ini didasarkan pada asumsi bahwa perang akan mereda dalam beberapa pekan mendatang.

Namun demikian, IMF memperingatkan adanya skenario terburuk. Jika konflik meluas, pertumbuhan global dapat terpangkas hingga 1,3 poin persentase. Kondisi tersebut akan menempatkan ekonomi dunia pada ambang resesi yang nyata. “Dampak ekonomi global akan sangat bergantung pada durasi, intensitas, dan cakupan konflik,” tulis pernyataan resmi IMF.

Kehilangan Momentum Investasi AI

Sangat disayangkan, pecahnya perang menghapus momentum positif dari sektor teknologi. Sebelumnya, IMF bersiap menaikkan proyeksi pertumbuhan dunia menjadi 3,4% berkat investasi masif pada Kecerdasan Buatan (AI).

Kepala ekonom IMF, Pierre-Olivier Gourinchas, menegaskan bahwa penutupan Selat Hormuz telah memicu krisis energi yang parah. Akibatnya, dunia kini bergeser menuju skenario “merugikan” dengan pertumbuhan yang mungkin hanya mencapai 2,5%. Krisis ini mengancam akan menghancurkan infrastruktur kritis di Timur Tengah jika solusi permanen tidak segera pihak terkait temukan.

Dampak Regional: Dari Amerika Serikat hingga Asia

Kondisi ekonomi di berbagai belahan dunia menunjukkan dinamika yang beragam:

  • Amerika Serikat: Ekonomi diprediksi tumbuh 2,3% pada 2026, didukung oleh kebijakan fiskal dan pemotongan suku bunga tahun lalu.
  • Zona Euro: Pertumbuhan dipangkas menjadi 1,1% akibat ketergantungan pada stabilitas energi.
  • Asia: Pertumbuhan di Asia yang sedang berkembang diperkirakan turun dari 5,5% menjadi 4,9%.
  • Tiongkok: Proyeksi pertumbuhan hanya turun sedikit menjadi 4,4% berkat kebijakan stimulus domestik.
  • Rusia: Ekonomi Rusia justru diprediksi menguat 0,3 poin menjadi 1,1% akibat lonjakan harga komoditas global.
Baca Juga :  Geger Depan Istana Merdeka! Percobaan Bunuh Diri Digagalkan Paspampres dan Brimob

Kesimpulan: Menanti Keputusan di Washington

Laporan kuartalan ini terbit saat para pemimpin keuangan dunia berkumpul dalam pertemuan musim semi IMF dan Bank Dunia di Washington. Pada akhirnya, keberhasilan navigasi ekonomi tahun $2026$ bergantung pada de-eskalasi militer di wilayah Teluk.

Dengan demikian, masyarakat internasional memantau dengan cermat hasil diskusi para menteri keuangan pekan ini. Tanpa adanya jaminan keamanan logistik di Selat Hormuz, stabilitas harga pangan dan energi dunia akan tetap berada dalam status risiko tinggi bagi kelangsungan hidup negara berkembang.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mantan PM Hungaria Tuduh Pemerintah Hancurkan Demokrasi
Ribuan Pemuda Bentrok dengan Polisi di New Delhi Desak Menteri
Dua Tanker Minyak Saudi Putar Balik di Laut Merah
Marco Rubio di Manila: Ancaman Tarif Iran di Selat Hormuz
Ibrahim Traore Tegaskan Kekuasaan Tunggal di Burkina Faso
Mayor Mamdani Sebut New York Tak Bisa Tangkap Netanyahu
Diplomasi Manila: Kanada Mendesak Gencatan Senjata
Inflasi Inggris Turun ke 2,6 Persen Dorong Program Ekonomi

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:22 WIB

Mantan PM Hungaria Tuduh Pemerintah Hancurkan Demokrasi

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:11 WIB

Ribuan Pemuda Bentrok dengan Polisi di New Delhi Desak Menteri

Kamis, 23 Juli 2026 - 13:16 WIB

Dua Tanker Minyak Saudi Putar Balik di Laut Merah

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:00 WIB

Marco Rubio di Manila: Ancaman Tarif Iran di Selat Hormuz

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:30 WIB

Ibrahim Traore Tegaskan Kekuasaan Tunggal di Burkina Faso

Berita Terbaru

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin. (Posnews/Humas PMJ)

HUKRIM

Modus Kerja di Turki, 105 WNI Dikirim Ilegal ke Libya

Jumat, 24 Jul 2026 - 17:01 WIB

Panggung politik Hungaria memanas. Mantan PM Viktor Orban merilis Pernyataan Perlawanan pasca-penggeledahan kantor partai Fidesz oleh pihak kejaksaan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mantan PM Hungaria Tuduh Pemerintah Hancurkan Demokrasi

Jumat, 24 Jul 2026 - 14:22 WIB