TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Perusahaan komunikasi Jepang Fujitsu memimpin langkah besar teknologi kecerdasan buatan.
Fujitsu mengoptimalkan cip canggih milik raksasa teknologi Nvidia.
Kolaborasi ini menyatukan keahlian manufaktur terbaik Jepang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mereka fokus mengembangkan teknologi robotika bertenaga kecerdasan buatan.
Industri menyebut teknologi pintar ini sebagai AI fisik.
Robot pintar ini mampu berpikir secara mandiri.
Mereka tidak hanya mengikuti instruksi pemrograman kaku.
Robot ini dapat bekerja aman bersama manusia di pabrik.
Mereka juga membantu pekerjaan di rumah serta rumah sakit.
Kolaborasi Raksasa Robotika dan AI Fisik
CEO Nvidia Jensen Huang memimpin langsung pengumuman proyek ini.
Direktur Utama Fujitsu Takahito Tokita turut mendampingi Huang di Tokyo.
Proyek ini juga melibatkan para pimpinan produsen robot utama.
Fanuc Corp dan Yaskawa Electric mengirimkan perwakilan mereka.
Kawasaki Heavy Industries juga ikut memperkuat aliansi besar ini.
Pengumuman ini memperkuat kerja sama erat tahun lalu.
Kedua pihak menyusun rencana implementasi teknologi tahap pertama.
Mereka menargetkan rilis produk perdana akhir tahun ini.
Namun, mereka belum memutuskan pembentukan perusahaan patungan baru.
Solusi Cerdas Atasi Krisis Penuaan Populasi
Para eksekutif merancang robot pintar guna mengatasi krisis pekerja.
Jepang menghadapi penyusutan jumlah tenaga kerja produktif yang parah.
Penuaan populasi memicu krisis demografi di negara maju tersebut.
Robot AI fisik akan merawat lansia yang tinggal sendiri.
Jensen Huang menilai teknologi AI fisik sangat cocok di Jepang.
Jepang memiliki reputasi tinggi dalam menghasilkan barang berkualitas prima.
Filosofi manufaktur presisi tinggi menjadi keunggulan utama Jepang.
Kaizen atau perbaikan terus-menerus menjadi pondasi budaya industri mereka.
Robot mandiri membutuhkan standar keamanan tinggi agar tidak membahayakan.
Ambisi Investasi Teknologi Takaichi 2040
Jepang berkomitmen mengejar ketertinggalan teknologi dari kompetitor global.
Selama ini Amerika Serikat dan China mendominasi pasar AI.
Pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi merilis rencana investasi masif.
Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar 370 triliun yen.
Dana raksasa ini akan mengalir hingga tahun 2040.
Investasi menyasar sektor AI fisik, semikonduktor, dan pusat data.
Sementara itu, Nvidia gencar memperluas kemitraan strategis di Jepang.
Nvidia menggandeng Toyota Motor, Sega, dan lembaga riset Riken.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













