40.166 Anak Berhak KJP tapi Belum Mengurus, Pramono Perintahkan Jemput Bola

Jumat, 4 September 2026 - 20:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
(Posnews/Kominfo)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Posnews/Kominfo)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Jangan sampai anak yang berhak mendapatkan bantuan pendidikan justru kehilangan kesempatan hanya karena belum mengurus administrasi.

Gubernur Jakarta Pramono Anung mengungkap ada 40.166 peserta didik yang tercatat berhak menerima Kartu Jakarta Pintar (KJP), tetapi belum mengurus bantuan tersebut.

Karena itu, Pramono meminta Dinas Pendidikan DKI Jakarta turun langsung atau jemput bola untuk menyisir mereka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang seperti ini disisir, disampaikan kepada yang bersangkutan bahwa Pemerintah DKI Jakarta menyediakan KJP untuk mereka,” kata Pramono di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026).

Menurut Pramono, peserta didik yang memenuhi syarat dan melengkapi dokumen dapat dimasukkan ke KJP Plus tahap 2 gelombang kedua.

661 Ribu Siswa Sudah Ditetapkan

Pada hari yang sama, Pramono menetapkan 661.209 peserta didik sebagai penerima KJP Plus tahap 2 gelombang pertama.

Baca Juga :  Kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta Diusut, Puslabfor Telusuri Titik Awal Api

Pemprov DKI menyiapkan anggaran sekitar Rp1,5 triliun untuk penyaluran tersebut.

Jumlah penerima terdiri dari 491.566 penerima lanjutan dan 169.643 penerima baru. Data mereka dinyatakan telah memenuhi persyaratan pada gelombang pertama.

Pramono menegaskan bantuan tidak boleh ditahan bagi peserta didik yang datanya sudah valid. “Selama memenuhi syarat pasti yang bersangkutan akan mendapatkan KJP tahap dua ini,” tegasnya.

26.247 Data Masih Diperiksa

Di sisi lain, Pemprov DKI masih melakukan verifikasi terhadap 26.247 peserta didik yang tercatat berada dalam desil 1 sampai 5.

Pemadanan data menemukan sejumlah informasi yang perlu diklarifikasi. Di antaranya, ada penerima yang tercatat memiliki mobil, rumah dengan nilai PBB di atas Rp1 miliar, atau anggota keluarga berstatus ASN.

Namun, 26.247 peserta didik tersebut tidak otomatis dicoret. Tim verifikasi masih turun ke lapangan untuk memastikan kondisi masing-masing keluarga.

Langkah ini dilakukan agar KJP benar-benar diterima keluarga yang membutuhkan sekaligus mencegah bantuan salah sasaran. Pramono menyebut kebijakan tersebut juga menindaklanjuti arahan KPK.

Baca Juga :  Mudik Lebaran 2026, Polda Metro Jaya Buka Titip Kendaraan Gratis di Polsek dan Polres

Jangan Sampai Anak Putus Sekolah

Pramono menegaskan perubahan data, termasuk perubahan desil, tidak boleh membuat peserta didik dari keluarga kurang mampu kehilangan hak pendidikan.

Karena itu, mekanisme dua gelombang disiapkan.

Peserta didik yang datanya belum selesai diverifikasi akan mendapat kesempatan setelah proses klarifikasi. Begitu pula dengan 40.166 anak yang sebenarnya tercatat berhak tetapi belum mengurus KJP.

Bagi keluarga yang memenuhi persyaratan, kesempatan tersebut menjadi penting. Sebab, bantuan pendidikan bukan sekadar angka dalam daftar penerima, tetapi dapat membantu menjaga anak tetap bersekolah.

Pemprov DKI juga mengimbau warga yang merasa memenuhi kriteria untuk berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan atau memanfaatkan kanal layanan resmi Pemprov DKI.

Pesannya sederhana: jangan diam jika memang berhak. Lengkapi persyaratan dan pastikan hak pendidikan anak tidak terlewat hanya karena persoalan administrasi. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG Prediksi Jabodetabek Cerah Berawan, Suhu Capai 36 Derajat
Tarif LRT Jakarta Rp8 Selama Sosialisasi, Setelah Resmi Jadi Rp5.000
BMKG: Jakarta Cerah, Suhu Siang Hari Bisa Capai 35 Derajat
Api Sambar Bensin, Kontrakan 6 Pintu di Koja Terbakar, 3 Orang Terluka
614 Pedagang Kramat Jati Direlokasi, Pasar Segera Direvitalisasi
Jabodetabek Diprediksi Panas, Hujan Lokal Mengintai Bogor
KJMU Bermasalah, 6 Mahasiswa Terancam Tak Bisa Lanjut Kuliah
Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Terik Siang, Hujan Lokal Berpotensi Turun

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 20:18 WIB

40.166 Anak Berhak KJP tapi Belum Mengurus, Pramono Perintahkan Jemput Bola

Jumat, 4 September 2026 - 05:57 WIB

BMKG Prediksi Jabodetabek Cerah Berawan, Suhu Capai 36 Derajat

Kamis, 3 September 2026 - 12:58 WIB

Tarif LRT Jakarta Rp8 Selama Sosialisasi, Setelah Resmi Jadi Rp5.000

Kamis, 3 September 2026 - 05:56 WIB

BMKG: Jakarta Cerah, Suhu Siang Hari Bisa Capai 35 Derajat

Rabu, 2 September 2026 - 20:47 WIB

Api Sambar Bensin, Kontrakan 6 Pintu di Koja Terbakar, 3 Orang Terluka

Berita Terbaru

Gloria Steinem, penulis dan aktivis yang menjadi simbol gerakan perempuan Amerika Serikat, meninggal dunia pada Rabu di rumahnya di New York City. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Gloria Steinem, Ikon Gerakan Feminisme AS, Meninggal Dunia

Jumat, 4 Sep 2026 - 18:00 WIB