Pemerintahan Trump Kembali Ajukan Banding ke MA

Sabtu, 5 September 2026 - 06:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Kongres AS dari kedua partai mengecam keputusan Presiden Donald Trump yang menangguhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia. Dok: Istimewa.

Anggota Kongres AS dari kedua partai mengecam keputusan Presiden Donald Trump yang menangguhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON — Pemerintahan Trump kembali mengajukan permohonan darurat ke Mahkamah Agung AS pada Kamis. Pemerintah meminta izin melanjutkan pembatasan surat suara pos jelang pemilu sela November.

Perintah eksekutif Trump mewajibkan negara bagian mengunggah daftar pemilih ke portal daring khusus. Jika data tidak cocok dengan amplop surat suara, Layanan Pos AS berhak menolak mengirimkannya.

Permohonan ini muncul beberapa jam usai sidang di Boston. Pengacara Departemen Kehakiman tidak bisa memastikan kepada hakim apakah sistem baru tersebut sudah beroperasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hakim Distrik Indira Talwani berulang kali mempertanyakan kesiapan sistem ini kepada pengacara Michael Velchik. “Saya bahkan tidak punya pernyataan resmi dari Layanan Pos soal cara kerja sistem ini,” ujar Talwani.

Baca Juga :  Auguste Comte dan Lahirnya Positivisme: Menggeser Dogma Menjadi Data

Velchik menegaskan Layanan Pos akan menerapkan aturan yang dipublikasikan bulan lalu. Namun, ia mengakui isu utamanya adalah apakah Talwani memiliki wewenang hukum menghentikan aturan tersebut.

Talwani mempertimbangkan memperpanjang perintah sementara yang melarang penerapan sistem ini hingga 10 September. Sementara itu, Carolina Utara dijadwalkan mulai mengirim seluruh surat suara pos pada Jumat.

Sejumlah kelompok Demokrat dan hak pilih menggugat balik kebijakan ini. Mereka menegaskan presiden tidak memiliki wewenang menetapkan aturan pemilu, karena kewenangan itu berada di tangan negara bagian dan Kongres.

Baca Juga :  Rencana Gaza Trump Tetap Berlaku, Diskusi dengan Israel

Trump sendiri sudah lama menentang pemungutan suara lewat pos. Ia bahkan sempat menyalahkan metode ini atas kekalahannya pada pemilu 2020, meski ia sering menggunakan cara serupa untuk memberikan suaranya sendiri.

Pejabat pemilu menyatakan mustahil mematuhi aturan ini dalam waktu singkat. Velchik mengakui belum ada satu pun negara bagian yang secara sukarela bergabung ke sistem tersebut.

Laporan pelapor pelanggaran yang dipublikasikan pekan ini memperingatkan risiko besar dari aturan tersebut. Jika satu kode batang bermasalah, seluruh batch surat suara berpotensi dibatalkan, meski berisi puluhan ribu surat suara sah.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar
Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati
Lonceng Perdamaian Cenderamata Jepang Ditemukan Kembali
Hiu Viral Bukang-i Kembali Menerobos Masuk ke Kanal Kota Busan
Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan
Tiongkok Tampil Sebagai Pemasok Utama Teknologi Air Global
Ancaman Ruyung dan Tabrakan Mobil Memicu Kekhawatiran
Pelajar dan Guru Turun ke Jalanan Athena Menuntut Hunian Murah

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:19 WIB

Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:14 WIB

Lonceng Perdamaian Cenderamata Jepang Ditemukan Kembali

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Hiu Viral Bukang-i Kembali Menerobos Masuk ke Kanal Kota Busan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan

Berita Terbaru