Geger Tugu Jogja Ambruk di TikTok: Hoaks Manipulasi Gambar Picu Kemarahan Warga

Minggu, 30 November 2025 - 12:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jagad maya geger! Video viral Tugu Jogja ambruk ternyata cuma editan. Warganet kecam pembuat konten karena permainkan simbol sakral Yogyakarta. Dok: Istimewa.

Jagad maya geger! Video viral Tugu Jogja ambruk ternyata cuma editan. Warganet kecam pembuat konten karena permainkan simbol sakral Yogyakarta. Dok: Istimewa.

YOGYAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Warga Yogyakarta dan pengguna media sosial mendadak heboh baru-baru ini. Sebuah unggahan di platform TikTok menampilkan pemandangan yang mengejutkan. Ikon kota, Tugu Pal Putih atau Tugu Jogja, terlihat seolah-olah ambruk rata dengan tanah.

Video tersebut menyebar dengan cepat alias viral. Bahkan, narasi dalam video itu seakan meyakinkan penonton bahwa peristiwa tersebut benar-benar terjadi.

Pembuat konten menyertakan takarir (caption) berbahasa Jawa yang berbunyi “salahe takon kok ragenah” (salahnya bertanya kok tidak jelas). Ia juga menyematkan tagar provokatif seperti #tugujogjaambruk. Seketika, kepanikan dan kebingungan melanda sebagian warganet yang belum mengetahui kebenarannya.

Fakta: Manipulasi Demi Viralitas

Penelusuran fakta membuktikan sebaliknya. Foto dan video tersebut hanyalah hasil rekayasa atau manipulasi digital semata. Tujuannya jelas, sang kreator hanya ingin mengejar viralitas instan.

Tidak ada laporan resmi atau peristiwa nyata mengenai kerusakan Tugu Yogyakarta saat ini. Faktanya, tugu ikonik tersebut masih berdiri kokoh di persimpangan jalan Jenderal Sudirman dan Margo Utomo.

Baca Juga :  Poverty Porn: Sedekah Demi Konten dan Hilangnya Martabat Penerima

Memang, sejarah mencatat Tugu Golong Gilig (bentuk awal tugu) pernah runtuh akibat gempa dahsyat pada 1867. Namun, pemerintah kolonial Belanda telah membangunnya kembali dengan bentuk yang berbeda seperti yang kita lihat sekarang.

Melukai Kesakralan Sumbu Filosofi

Meskipun terbukti palsu, konten ini memicu reaksi keras. Mayoritas warganet, terutama warga Yogyakarta, mengecam tindakan tersebut. Mereka menilai konten ini tidak etis dan melukai nilai budaya setempat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasalnya, Tugu Jogja bukan sekadar bangunan beton biasa. Tugu ini merupakan bagian integral dari Sumbu Filosofi Yogyakarta yang sarat makna spiritual. Dunia internasional bahkan telah mengakui nilai sejarah dan kesakralan situs ini.

Kolom komentar unggahan tersebut banjir kritik pedas. Salah satunya datang dari akun beridentitas “SRI SULTAN HB X FAMILY”. Akun tersebut memberikan teguran keras terkait etika pembuatan konten.

Baca Juga :  Insentif Guru Honorer Naik Rp400 Ribu per Bulan, Mendikdasmen Pastikan Cair Mulai 2026

“Lain kali kalau mau buat konten dipikir dulu ya. Ini Tugu Jogja loh, ikonnya Yogyakarta, sumbu filosofi juga yang mana sudah diakui sangat bersejarah dan sakral,” tulis komentar tersebut.

Peringatan bagi Kreator Konten

Warganet lain pun menyuarakan hal serupa. Mereka menekankan bahwa simbol sakral dan bersejarah tidak pantas menjadi bahan candaan atau hoaks.

Insiden ini menjadi pengingat penting bagi para pembuat konten. Seharusnya, mereka lebih bijak dan bertanggung jawab. Mencari views atau likes dengan mengorbankan akurasi dan menyinggung sensitivitas lokal adalah tindakan ceroboh.

Pada akhirnya, kreativitas digital tetap memiliki batasan etika. Jangan sampai keinginan untuk terkenal justru memicu keresahan publik dan mencederai kehormatan simbol budaya bangsa.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: @merapi_uncover

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Final FIFA Series 2026: Lawan Bulgaria di GBK, Ujian Sesungguhnya Garuda
Harga Bahan Pokok Stabil, Cabai hingga Bawang Turun Pasca Lebaran 2026
Cuaca Ekstrem di Ciamis, 80 Lebih Rumah Rusak Disapu Angin Kencang
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 169 Ribu Kendaraan Menyeberang ke Jawa dari Bakauheni
Cuaca Jabodetabek 29 Maret 2026: Hujan Meluas, Bogor Berpotensi Diguyur Lebat
‘Bang Jago’ Palak Pengendara di Tanah Abang, Rampas Kartu E-Toll, 2 Pelaku Dibekuk Polisi
Bongkar Jaringan Ketamine! Bareskrim Sita 6,2 Kg Ketamine di Deli Serdang, Nilai Rp18,7 Miliar
Diplomasi yang Retak: Marco Rubio Bantah Klaim Zelenskyy Soal Syarat Penyerahan Donbas

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 08:09 WIB

Final FIFA Series 2026: Lawan Bulgaria di GBK, Ujian Sesungguhnya Garuda

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:48 WIB

Harga Bahan Pokok Stabil, Cabai hingga Bawang Turun Pasca Lebaran 2026

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:31 WIB

Cuaca Ekstrem di Ciamis, 80 Lebih Rumah Rusak Disapu Angin Kencang

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:20 WIB

Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 169 Ribu Kendaraan Menyeberang ke Jawa dari Bakauheni

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:08 WIB

Cuaca Jabodetabek 29 Maret 2026: Hujan Meluas, Bogor Berpotensi Diguyur Lebat

Berita Terbaru