Gempa 7,7 SR Guncang Indonesia Timur, 20 Orang Tewas

Minggu, 16 Agustus 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo dan puluhan gempa susulan mengguncang Indonesia timur pada Sabtu. Dok: Istimewa.

Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo dan puluhan gempa susulan mengguncang Indonesia timur pada Sabtu. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, MAUMERE — Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo dan puluhan gempa susulan mengguncang lepas pantai Indonesia timur pada Sabtu. Badan penyelamat melaporkan bencana ini menewaskan sedikitnya 20 orang.

Peringatan Tsunami dan Gelombang di Beberapa Wilayah

Gelombang tsunami kurang dari 1 meter tercatat di beberapa wilayah Indonesia setelah gempa dini hari tersebut. Selanjutnya, otoritas mencabut peringatan tsunami sekitar tiga jam setelah gempa terjadi.

Korban Jiwa di Maumere

Tim penyelamat di sekitar kota pelabuhan Maumere menemukan 20 orang tewas, enam luka-luka, dan dua orang terjebak di bawah reruntuhan. Fathur Rahman, kepala badan penyelamat kota tersebut, menyampaikan data ini kepada Reuters.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, Maumere merupakan kota utama di Kabupaten Sikka, Pulau Flores, wilayah timur kepulauan luas Indonesia.

Kendala Akses Menuju Nagekeo

Sementara itu, tim penyelamat belum berhasil menjangkau Nagekeo, wilayah terdekat dengan pusat gempa. Fathur menyebut sinyal komunikasi di wilayah tersebut turut terganggu.

Baca Juga :  Jelang KTT G20, China dan Afrika Selatan Sepakati Tarif Nol Persen dan Kemitraan Strategis

Longsor menghalangi upaya mencapai Nagekeo lewat jalur darat menggunakan mobil. Karena itu, tim lain kini mencoba menjangkau wilayah tersebut lewat jalur feri.

Akibatnya, sekitar 2.000 warga Nagekeo mengungsi akibat bencana ini. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kerusakan pada sejumlah rumah, gudang, dan fasilitas pemerintah, disertai kemacetan lalu lintas dan pemadaman listrik di sebagian wilayah kabupaten tersebut.

Pernyataan Gubernur dan Data Resmi BNPB

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan dalam konferensi pers bahwa sedikitnya lima orang tewas akibat reruntuhan bangunan saat mereka tidur.

Namun, BNPB mencatat angka resmi sementara sebanyak satu orang tewas dan empat luka-luka. Badan ini menegaskan masih terus mengumpulkan data terbaru dari lapangan.

Kesaksian Warga dan Kepanikan di Lokasi

Video di Facebook yang Reuters verifikasi menunjukkan bagian bangunan runtuh menjadi debu dan puing di sebuah pelabuhan di Maumere. Selain itu, warga tampak berteriak dan berlarian di jalanan dalam rekaman tersebut.

Nona, warga berusia 51 tahun asal Talibura, menceritakan pengalamannya saat gempa terjadi. Ia menyebut guncangan sangat kuat saat dirinya bersama keluarga sedang beristirahat di rumah, hingga 13 orang di dalam rumah tersebut berlarian menyelamatkan diri.

Baca Juga :  Semarang Dikepung Banjir, 38 Ribu Warga Terjebak dan Jalan Nasional Lumpuh Total

Guncangan Meluas di Beberapa Provinsi

BNPB melaporkan guncangan kuat turut terasa di Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan sebagian Sulawesi Selatan. Sementara itu, warga di beberapa wilayah melaporkan guncangan berlangsung sekitar satu menit.

BNPB menyebut mayoritas warga merasakan guncangan dan berhamburan keluar rumah. Selain itu, sebuah rumah sakit di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, memindahkan pasiennya ke luar bangunan, seperti terekam dalam tayangan Kompas TV. Kompas.com turut melaporkan sedikitnya satu kejadian longsor di wilayah tersebut.

Data Teknis Gempa dan Sejarah Kawasan

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa pertama terjadi pukul 04.58 WIB pada kedalaman 15 kilometer, diikuti beberapa gempa susulan.

Selanjutnya, BMKG mengingatkan wilayah yang sama pernah dilanda gempa 7,5 magnitudo pada 1992, yang saat itu menyebabkan kerusakan luas. Di sisi lain, pusat peringatan tsunami Australia menegaskan gempa bawah laut ini tidak menimbulkan ancaman tsunami bagi daratan utama, pulau, maupun wilayah Australia.

Kendati demikian, Indonesia tetap terletak di jalur “Cincin Api Pasifik”, zona seismik yang sangat aktif akibat pertemuan berbagai lempeng kerak bumi, sehingga rawan gempa dan letusan gunung berapi.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Tepis Kekhawatiran soal Kondisi Kesehatan Mental
Trump Ancam Jadikan Selat Hormuz sebagai Wilayah AS
Gedung Putih Ungkap Kerugian Pajak Rp310-425 Triliun
USS George Washington Menuju Timur Tengah di Tengah
Lebih dari 110.000 Warga Kanada Tanda Tangani Petisi
Iran Klaim Kendali Penuh atas Selat Hormuz, Bantah Klaim Trump
Korea Utara Ancam Gunakan Hak Bela Diri, Kecam Latihan Militer
Nigel Farage Menang Kembali Kursi Parlemen

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Gempa 7,7 SR Guncang Indonesia Timur, 20 Orang Tewas

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Trump Tepis Kekhawatiran soal Kondisi Kesehatan Mental

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:08 WIB

Trump Ancam Jadikan Selat Hormuz sebagai Wilayah AS

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:30 WIB

Gedung Putih Ungkap Kerugian Pajak Rp310-425 Triliun

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:00 WIB

USS George Washington Menuju Timur Tengah di Tengah

Berita Terbaru

Komunitas kolektor komputer vintage terus berkembang di berbagai negara, melestarikan mesin-mesin klasik seperti Atari, Commodore, dan IBM. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Komunitas Kolektor Komputer Vintage Kian Berkembang

Minggu, 16 Agu 2026 - 08:00 WIB

Ilustrasi, kaca retak. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Diduga Flare Jatuh, Kaca Mobil Warga Retak Saat Gladi Demo Udara

Minggu, 16 Agu 2026 - 07:05 WIB

Peneliti tengah mengembangkan tekstil elektronik pintar yang mampu memantau kesehatan tanpa sumber daya eksternal. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

E-Textile Diklaim Revolusioner, Namun Ancam Limbah

Minggu, 16 Agu 2026 - 07:00 WIB

Ilustrasi, pembacokan. (Posnews/Ist)

DAERAH

Geger! Kakek di OKU Bacok Dua Sepupu Gara-Gara Batas Tanah

Minggu, 16 Agu 2026 - 06:53 WIB