Gempa M7,7 NTT Tewaskan 135 Orang, 98 Ribu Lebih Rumah Rusak

Kamis, 10 September 2026 - 07:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dampak gempa M7,7 NTT yang merusak rumah dan fasilitas umum warga

Dampak gempa M7,7 NTT yang merusak rumah dan fasilitas umum warga

NTT, POSNEWS.CO.ID – Gempa bumi dahsyat bermagnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 meninggalkan luka panjang.

Korban meninggal dunia terus bertambah seiring proses pendataan dan penanganan warga terdampak.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 135 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari jumlah itu, 48 orang meninggal akibat dampak langsung gempa, sedangkan 87 orang lainnya meninggal akibat dampak tidak langsung.

Artinya, tragedi tersebut tidak hanya menelan korban ketika tanah berguncang.

Dampak setelah gempa juga menjadi ancaman serius bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, akses layanan dasar, serta harus bertahan dalam kondisi darurat.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan perkembangan tersebut dalam keterangan resmi.

Selain korban jiwa, 1.762 orang mengalami luka-luka, sementara puluhan ribu warga masih harus meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi.

98 Ribu Rumah Terdampak

Kekuatan gempa juga menghantam permukiman warga. BNPB mencatat 98.986 rumah mengalami kerusakan.

Kerusakan tersebut terdiri atas:

  • 26.089 rumah rusak berat
  • 22.505 rumah rusak sedang
  • 50.392 rumah rusak ringan
Baca Juga :  Polisi Ringkus Jambret HP WNA Asal Italia di Bundaran HI

Namun, angka tersebut masih bersifat dinamis karena petugas terus melakukan verifikasi dan validasi di lapangan.

Pada 7 September 2026, BNPB menyatakan sebanyak 51.591 unit rumah telah melalui proses verifikasi dan validasi.

Dari data yang sudah diverifikasi, 2.382 rumah masuk kategori rusak berat, 7.276 rusak sedang, dan 14.177 rusak ringan. Sebanyak 27.756 rumah lainnya dinyatakan tidak mengalami kerusakan.

Proses tersebut penting agar bantuan pemerintah benar-benar menyasar warga yang membutuhkan.

Sekolah hingga Tempat Ibadah Ikut Hancur

Gempa tidak hanya merusak rumah. Fasilitas yang menjadi penopang kehidupan masyarakat juga ikut terdampak.

BNPB mencatat 712 fasilitas pendidikan mengalami kerusakan. Selain itu, terdapat 620 tempat ibadah dan 157 fasilitas kesehatan yang terdampak.

Kerusakan juga terjadi pada 663 kantor, 175 titik jalan, dan 47 fasilitas irigasi.

Kerusakan infrastruktur tersebut membuat proses pemulihan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.

Pemerintah harus memastikan masyarakat kembali mendapatkan akses pendidikan, kesehatan, transportasi, hingga layanan publik.

Korban Tidak Hanya Jatuh Saat Gempa

Besarnya jumlah korban akibat dampak tidak langsung menjadi perhatian serius.

Sebanyak 87 orang meninggal akibat dampak tidak langsung, jumlah yang bahkan lebih tinggi dibandingkan korban meninggal akibat dampak langsung yang mencapai 48 orang.

Kondisi itu menjadi pengingat bahwa penanganan bencana tidak boleh berhenti setelah proses evakuasi selesai.

Baca Juga :  Abu Anak Krakatau Sampai Bogor, Water Cannon Semprot Jalan Utama

Warga yang selamat tetap membutuhkan makanan, air bersih, tempat tinggal sementara, layanan kesehatan, serta perlindungan dari berbagai risiko lanjutan.

Karena itu, pemerintah dan seluruh unsur penanggulangan bencana perlu memastikan bantuan tidak hanya cepat datang, tetapi juga tepat sasaran.

Data Terus Bergerak

BNPB masih melakukan pemutakhiran data korban dan kerusakan. Langkah tersebut diperlukan karena kondisi di lapangan dapat berubah seiring proses pendataan.

BNPB sebelumnya juga menyatakan penanganan gempa terus dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah. Bantuan logistik pun terus disalurkan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

Dengan demikian, angka korban dan kerusakan yang muncul saat ini perlu dipahami sebagai data yang dapat berubah sampai proses verifikasi selesai.

Gempa Jadi Pelajaran Keras

Tragedi gempa M7,7 NTT menjadi pelajaran mahal tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana.

Masyarakat perlu mengetahui jalur evakuasi, menyiapkan tas siaga, menyimpan dokumen penting di tempat aman, serta memahami langkah yang harus dilakukan ketika gempa kembali mengguncang.

Selain itu, bangunan tempat tinggal juga harus memperhatikan standar keselamatan.

Rumah yang kokoh bukan hanya memberikan kenyamanan, tetapi dapat menjadi perlindungan pertama ketika bencana datang tanpa peringatan.

Gempa memang tidak bisa dihentikan. Namun, risiko korban dan kerugian dapat ditekan jika masyarakat, pemerintah, dan seluruh pihak membangun kesiapsiagaan sejak sebelum bencana terjadi. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Aksi Kekerasan di Yahukimo, Warga Pencari Nafkah Tewas dan PNS Luka Berat
Speedboat Pemkab Fakfak Tenggelam, 10 Penumpang Termasuk Pejabat Daerah
Pengusaha Warteg Tewas di Brebes, Suami Diduga Terlibat Pembunuhan
Tergiur Janji Kerja di Lotte Chemical, 10 Pencari Kerja Diduga Rugi Rp223 Juta
Sopir Taksi Online Terkubur di Sumedang, Dugaan Motif Utang Rp25 Juta Diselidiki
Ayah di Ogan Ilir Tewas Ditusuk Anak Kandung Saat Menyelamatkan Kades
9 Wilayah di Sumut Digerebek, 36 Orang Diciduk dan 102,49 Gram Sabu Disita
Ibu dan Anak Terjebak Asap Karhutla, Ratusan Rumah di Bangka Selatan Terbakar

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Dua Aksi Kekerasan di Yahukimo, Warga Pencari Nafkah Tewas dan PNS Luka Berat

Senin, 12 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Speedboat Pemkab Fakfak Tenggelam, 10 Penumpang Termasuk Pejabat Daerah

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Tergiur Janji Kerja di Lotte Chemical, 10 Pencari Kerja Diduga Rugi Rp223 Juta

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Sopir Taksi Online Terkubur di Sumedang, Dugaan Motif Utang Rp25 Juta Diselidiki

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Ayah di Ogan Ilir Tewas Ditusuk Anak Kandung Saat Menyelamatkan Kades

Berita Terbaru