JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Ribuan warga memadati kawasan Kalimalang, Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Senin siang (17/8/2026).
Mereka tumpah ke bantaran sungai untuk menyaksikan lomba panjat pinang unik dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Bukan panjat pinang biasa. Batang pinang dipasang miring di atas aliran Sungai Kalimalang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peserta harus memanjat sambil menjaga keseimbangan. Sekali terpeleset, peserta langsung tercebur ke sungai.
Sorakan warga pun pecah setiap kali peserta mulai merangkak menuju puncak. Tawa semakin ramai ketika peserta kehilangan pijakan dan jatuh ke air.
Tradisi Ikonik yang Tak Pernah Sepi
Reno (31), warga setempat, mengatakan lomba tersebut menjadi tradisi tahunan warga RW 04, Kelurahan Cipinang Melayu.
“Ini sudah menjadi tradisi warga. Setiap tahun panjat pinang di Kalimalang selalu ramai. Warga datang bersama keluarga untuk menyaksikan perlombaan,” ujar Reno.
Tradisi itu telah berlangsung selama puluhan tahun. Selain menjadi hiburan, panjat pinang mempertemukan warga dalam suasana penuh kebersamaan.
Jatuh ke Sungai, Semangat Tak Boleh Mati
Keunikan lomba membuat persaingan semakin seru. Peserta harus mengandalkan kekuatan, keseimbangan, dan kerja sama tim untuk mencapai hadiah di ujung batang pinang.
Namun, tantangannya tidak ringan. Batang yang licin dan posisi di atas sungai membuat setiap langkah menjadi pertaruhan.
Ketika seorang peserta terjatuh, penonton langsung bersorak. Setelah itu, peserta kembali mencoba dan mengejar peluang untuk menaklukkan batang pinang.
Semangat itulah yang membuat lomba bukan sekadar mencari pemenang. Warga juga belajar tentang kerja sama, keberanian, pantang menyerah, dan sportivitas.
Pedagang Ketiban Berkah Kemerdekaan
Kerumunan warga ternyata ikut membawa rezeki bagi pedagang.
Sejumlah pedagang menjajakan bakso, soto, kopi, minuman, hingga makanan ringan di sekitar lokasi. Dagangan pun diserbu warga yang datang bersama keluarga.
Dodo (50), pedagang bakso keliling, mengaku senang karena dagangannya laris lebih cepat.
“Alhamdulillah, siang ini hampir habis. Biasanya bakso saya baru habis malam,” kata Dodo kepada Posnews di lokasi.
Jalan Kalimalang Ikut Padat
Antusiasme warga juga membuat arus kendaraan di sekitar Jalan Kalimalang mengalami kepadatan. Sebagian masyarakat bahkan menyaksikan perlombaan dari sisi ruas jalan.
Karena itu, masyarakat yang melintas di kawasan tersebut perlu meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan petugas apabila terjadi pengaturan lalu lintas.
Panjat pinang Kalimalang kembali membuktikan bahwa kemerdekaan bukan hanya soal upacara.
Dari tepian sungai, warga merawat tradisi, mempererat persaudaraan, menghidupkan ekonomi kecil, dan menularkan semangat pantang menyerah.
Jatuh boleh, tercebur boleh, tetapi semangat merayakan kemerdekaan tak boleh padam! MR
Editor : Hadwan













