Emas Gelap dari Tambang Ilegal Diburu Bareskrim, Jejaknya Mengarah ke Dubai

Senin, 17 Agustus 2026 - 06:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bareskrim Polri menyita emas dan barang bukti dari pengungkapan jaringan penyelundupan emas ilegal ke Dubai.
(Posnews/Bareskrim Polri)

Bareskrim Polri menyita emas dan barang bukti dari pengungkapan jaringan penyelundupan emas ilegal ke Dubai. (Posnews/Bareskrim Polri)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kilauan emas ternyata menyimpan jejak gelap. Bareskrim Polri membongkar dugaan jaringan internasional yang mengalirkan emas hasil aktivitas pertambangan ilegal dari Indonesia menuju Dubai.

Pengungkapan dilakukan Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dit Tipiter) Bareskrim Polri setelah penyidik menggerebek dua apartemen di Jakarta Utara.

Dalam operasi itu, dua warga negara India ditangkap karena diduga terlibat dalam jaringan penyelundupan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Tipiter Bareskrim Polri Brigjen Mohammad Irhamni mengatakan jaringan tersebut diduga telah beroperasi sekitar dua bulan.

“Kurang lebih 30 kilogram per hari,” kata Irhamni kepada wartawan, Minggu (16/8/2026).

Diduga Kirim Emas Puluhan Kilogram Setiap Hari

Jika aktivitas tersebut berlangsung konsisten, volume emas yang diduga dialirkan jaringan ini bisa mencapai jumlah sangat besar.

Baca Juga :  Bendahara Bandar Narkoba Koh Erwin Diciduk di Mataram, Polisi Buru Sosok Boy

Polisi bahkan memperkirakan nilainya mendekati Rp3 triliun berdasarkan perhitungan harga emas yang disampaikan penyidik.

Namun, angka tersebut masih berupa estimasi aktivitas jaringan. Penyidik terus mendalami berapa banyak emas yang benar-benar berhasil diselundupkan ke luar negeri.

Yang lebih memprihatinkan, polisi menduga emas tersebut berasal dari pertambangan ilegal.

Dengan demikian, kasus ini tidak hanya menyangkut penyelundupan, tetapi juga dugaan eksploitasi sumber daya alam secara ilegal.

Apartemen Jadi Titik Operasi

Penggerebekan di dua apartemen Jakarta Utara membuka sejumlah bukti penting. Polisi menyita 2 kilogram emas batangan dan 18 kilogram residu pengolahan emas.

Selain itu, penyidik mengamankan uang tunai sekitar Rp1,1 miliar, laptop, telepon seluler, serta paspor milik kedua WN India.

Baca Juga :  Siswa SMK di Jakarta Barat Dikeluarkan Setelah Sering Absen, Ternyata Disiksa Teman Sekelas

Polisi juga menemukan dugaan modus penyelundupan dengan menyembunyikan emas di dalam pakaian yang telah dimodifikasi.

Jaringan Lain Masih Diburu

Bareskrim tidak berhenti pada dua orang yang telah diamankan. Penyidik masih mengejar kelompok lain yang diduga menjalankan penyelundupan emas menuju sejumlah negara.

“Diselundupkan ke Dubai. Masih banyak kelompok lain yang dilakukan pengejaran,” ujar Irhamni.

Karena itu, polisi kini menelusuri rantai jaringan dari sumber emas, pengolahan, pengumpulan, hingga jalur pengiriman internasional.

Pengungkapan ini menjadi pengingat bahwa pemberantasan tambang ilegal tidak cukup berhenti di lokasi penambangan.

Polisi juga perlu memutus mata rantai perdagangan dan penyelundupan agar kekayaan alam Indonesia tidak menguap ke pasar gelap.

Di balik setiap butir emas, ada sumber daya alam dan kepentingan masyarakat yang harus dilindungi. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

WN India Dijambret di Menteng, Pelaku Samsung S25 Diciduk Polisi
BYD Tabrak Innova, Fortuner Oleng, Satu Keluarga Tewas di Kembangan
Dua Pelaku Berboncengan Gasak Samsung S25 Turis India di Menteng
Kapolres Bekasi Lindungi Pelajar dari Aksi Berbahaya dan Provokasi Digital
Polisi Bongkar Gudang Narkoba di Kalideres, Ribuan Ekstasi Disita
Dua ART Lapor Disekap di Penjaringan, Polisi Bongkar Fakta Sebenarnya
Toko Berjalan di Bekasi Digerebek, 2.451 Pil Keras Disita dari Mobil
TPPU Indosterling P-21, Bareskrim Sita Aset Rp84 Miliar

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 21:30 WIB

WN India Dijambret di Menteng, Pelaku Samsung S25 Diciduk Polisi

Minggu, 6 September 2026 - 06:08 WIB

BYD Tabrak Innova, Fortuner Oleng, Satu Keluarga Tewas di Kembangan

Sabtu, 5 September 2026 - 19:58 WIB

Dua Pelaku Berboncengan Gasak Samsung S25 Turis India di Menteng

Sabtu, 5 September 2026 - 19:23 WIB

Kapolres Bekasi Lindungi Pelajar dari Aksi Berbahaya dan Provokasi Digital

Sabtu, 5 September 2026 - 06:46 WIB

Polisi Bongkar Gudang Narkoba di Kalideres, Ribuan Ekstasi Disita

Berita Terbaru

Penumpang di stasiun kereta api PT KAI.
(Posnews/Net)

JABODETABEK

Jangan Salah Naik, 12 Perjalanan KRL Dibatalkan 7-30 September

Senin, 7 Sep 2026 - 07:24 WIB

Polisi mengungkap korban  Mozza Axillia dibunuh MDVA setelah cekcok akibat cemburu lalu jasadnya dibuang ke jurang Tol Jangli. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Misteri Mozza Terbongkar, Pelaku Ditangkap Saat Nonton Voli

Senin, 7 Sep 2026 - 06:05 WIB

Ilustrasi, Commuter Line tetap beroperasi di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
(Posnews/KAI)

JABODETABEK

Gunung Anak Krakatau Erupsi, KAI Commuter Merak Tetap Jalan

Senin, 7 Sep 2026 - 05:51 WIB