Skandal Epstein: Peter Mandelson Hadapi Penyelidikan Kriminal dan Mundur dari House of Lords

Rabu, 4 Februari 2026 - 14:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Guncangan baru dari berkas masa lalu. Rilis dokumen terbaru FBI mengungkap komunikasi rahasia Jeffrey Epstein yang menyeret tokoh politik hingga miliarder teknologi global. Dok: Istimewa.

Guncangan baru dari berkas masa lalu. Rilis dokumen terbaru FBI mengungkap komunikasi rahasia Jeffrey Epstein yang menyeret tokoh politik hingga miliarder teknologi global. Dok: Istimewa.

LONDON, POSNEWS.CO.ID – Kepolisian Metropolitan Inggris secara resmi meluncurkan penyelidikan kriminal terhadap Peter Mandelson. Penyelidikan ini menyusul tuduhan bahwa Mandelson membocorkan email internal Downing Street dan informasi pasar yang sensitif kepada Jeffrey Epstein.

Dokumen terbaru dari berkas Epstein menunjukkan bahwa Mandelson, saat menjabat sebagai menteri bisnis, mengirim rincian diskusi internal pemerintah kepada sang predator seks. Informasi tersebut mencakup langkah-langkah penanganan krisis ekonomi tahun 2008 yang bersifat sangat rahasia.

Penyelidikan Pelanggaran Jabatan Publik

Detektif Scotland Yard kini tengah memeriksa dugaan pelanggaran jabatan publik, sebuah tindak pidana yang membawa ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup. Komandan Met Ella Marriott mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan dari pemerintah Inggris setelah rilis jutaan dokumen oleh Departemen Kehakiman AS.

Polisi berencana menginterogasi Mandelson dan meminta akses ke perangkat elektroniknya. Tim penyelidik juga akan mengambil keterangan dari tokoh-tokoh senior Partai Buruh, termasuk mantan Perdana Menteri Gordon Brown. Selain itu, pihak berwenang Inggris akan meminta salinan email tanpa sensor dari pemerintah AS untuk melacak korespondensi rahasia Mandelson.

Baca Juga :  Kapolri Listyo Sigit Segarkan Struktur Polri, Sepuluh Jenderal Naik dan Rotasi Jabatan

Pengunduran Diri dan Reaksi Keras Pemerintah

Skandal ini memicu gelombang kecaman dari seluruh spektrum politik. Pada Selasa sore, Mandelson resmi mengundurkan diri dari House of Lords. Meski demikian, ia membantah tuduhan penerimaan dana sebesar $75.000 dari Epstein dan mempertanyakan keaslian dokumen-dokumen tersebut.

Perdana Menteri Keir Starmer menyatakan bahwa Mandelson telah “mengecewakan negaranya”. Starmer mengaku sangat terkejut dengan laporan kebocoran informasi tersebut. Ia telah memerintahkan para pejabat untuk segera merancang undang-undang guna mencabut gelar kebangsawanan (peerage) Mandelson secepat mungkin. “Kita tidak bisa membangun kepercayaan publik jika politisi tidak siap bersikap transparan,” tegas Starmer dalam rapat kabinet.

Baca Juga :  Pedagang Murka, Peresmian Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung Batal Picu Kerugian Besar

Betrayal di Tingkat Tertinggi

Kebocoran email tersebut mengungkap percakapan yang sangat intim dan strategis. Dalam salah satu pesan, Mandelson mengklaim sedang berupaya keras mengubah kebijakan mengenai bonus bankir. Ia juga berbagi rincian paket dana talangan (bailout) untuk mata uang Euro satu hari sebelum pengumuman resmi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, dokumen tersebut menunjukkan bahwa Mandelson masih memberikan kabar kepada Epstein sesaat sebelum Gordon Brown mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Perdana Menteri pada 2010. Selain kepolisian Inggris, Komisi Eropa juga meluncurkan penyelidikan terhadap Mandelson terkait perannya sebagai komisioner perdagangan di masa lalu. Kasus ini kini menjadi ujian berat bagi integritas sistem pemerintahan Inggris di mata dunia.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Beri Ultimatum 48 Jam, Iran Ancam Balas Infrastruktur Regional
Banjir Kampung Melayu Surut, Ditpolairud dan Warga Gotong Royong Bersihkan Lumpur
Arus Balik Lebaran 2026: Korlantas Imbau Hindari 24 Maret, Manfaatkan WFA
Kontroversi Tahanan Rumah Gus Yaqut, KPK Dinilai Ambil Risiko
Polri Imbau Keselamatan Libur Lebaran 2026, Ragunan Dipadati 43 Ribu Pengunjung
Sekjen PBB Antonio Guterres Serukan Aksi Global Hapus Rasisme
Wanita Tewas di Cipayung, Pelaku Dibekuk di Tol Tangerang–Merak Saat Kabur ke Sumatera
Jepang Pertimbangkan Kirim Pasukan Pembersih Ranjau ke Selat Hormuz

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 22:08 WIB

Trump Beri Ultimatum 48 Jam, Iran Ancam Balas Infrastruktur Regional

Minggu, 22 Maret 2026 - 21:52 WIB

Banjir Kampung Melayu Surut, Ditpolairud dan Warga Gotong Royong Bersihkan Lumpur

Minggu, 22 Maret 2026 - 19:42 WIB

Arus Balik Lebaran 2026: Korlantas Imbau Hindari 24 Maret, Manfaatkan WFA

Minggu, 22 Maret 2026 - 17:08 WIB

Kontroversi Tahanan Rumah Gus Yaqut, KPK Dinilai Ambil Risiko

Minggu, 22 Maret 2026 - 16:58 WIB

Polri Imbau Keselamatan Libur Lebaran 2026, Ragunan Dipadati 43 Ribu Pengunjung

Berita Terbaru