SEOUL, POSNEWS.CO.ID – Kepolisian Metropolitan Seoul mulai menyelidiki dugaan penggunaan program otomatis atau “makro” dalam pembelian tiket konser comeback BTS. Langkah ini bertujuan memberantas praktik penipuan penjualan kembali tiket yang merugikan para penggemar. Penyelidikan ini muncul setelah adanya laporan resmi mengenai kejanggalan sistem pada platform tiket.
Kepala Kepolisian Metropolitan Seoul, Park Jeong-bo, mengonfirmasi bahwa platform Nol Universe telah mengajukan permintaan penyelidikan. Polisi saat ini sedang menangani tiga kasus aktivitas kriminal yang berkaitan langsung dengan penjualan tiket konser tersebut. “Kami menemukan tanda-tanda penggunaan program otomatis yang mencurigakan,” ujar Park kepada wartawan pada hari Senin.
Investigasi Program Makro dan Penipuan Online
Kepolisian terus memantau pergerakan para calo tiket di dunia maya. Saat ini, tim siber telah mengidentifikasi sekitar 110 unggahan daring terkait pembelian tiket melalui perantara dan penjualan kembali ilegal. Polisi mengambil langkah tegas dengan menghapus atau memblokir akses terhadap unggahan-unggahan tersebut.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa sebagian besar tawaran tiket dengan harga tidak wajar merupakan modus penipuan. Park mengimbau masyarakat agar tidak tergiur oleh tawaran tiket dari pihak ketiga yang menjanjikan jaminan masuk. Investigasi akan terus berkembang untuk mengungkap jaringan di balik penggunaan program makro tersebut.
Pengamanan Masif di Gwanghwamun Square
Pemerintah Korea Selatan bersiap menghadapi lonjakan massa yang luar biasa pada hari konser, 21 Maret mendatang. Polisi memperkirakan sebanyak 260.000 orang akan memadati area Gwanghwamun Square di pusat kota Seoul. Untuk mengantisipasi hal tersebut, kepolisian akan mengerahkan 4.800 personel guna mengendalikan kerumunan.
Selain pengamanan massa, polisi juga menyiagakan komando pasukan khusus di lokasi strategis. Langkah ini bertujuan mengantisipasi situasi darurat seperti potensi tindakan teror. Park menekankan bahwa keselamatan publik merupakan prioritas utama dalam acara berskala besar ini. Menurutnya, pengerahan petugas dalam jumlah besar jauh lebih baik daripada kekurangan personel di lapangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















