Skandal PT Dana Syariah Indonesia, Polisi Sita Properti hingga Rekening Rp300 Miliar

Kamis, 12 Maret 2026 - 15:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bareskrim Bongkar Dugaan Penipuan PT DSI, Aset Ratusan Miliar Disita. (Posnews/Ist)

Bareskrim Bongkar Dugaan Penipuan PT DSI, Aset Ratusan Miliar Disita. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Penyidik Badan Reserse Kriminal Polri melalui Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus kembali menyita aset dalam penyidikan kasus dugaan penipuan investasi yang melibatkan PT Dana Syariah Indonesia.

Polisi mengamankan berbagai aset bernilai besar dengan total estimasi mencapai Rp300 miliar.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Ade Safri Simanjuntak, menjelaskan penyidik menyita aset tersebut sebagai bagian dari upaya asset recovery untuk mengembalikan kerugian para korban atau pemberi pinjaman (lender) yang terlibat dalam investasi selama periode 2018 hingga 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ade Safri mengatakan tim penyidik telah mengamankan berbagai aset milik para tersangka. Aset itu meliputi properti, lahan, piutang, rekening bank, hingga kendaraan operasional perusahaan.

β€œAset yang kami sita terdiri dari aset bergerak dan tidak bergerak, termasuk piutang serta uang tunai yang berkaitan dengan tindak pidana yang sedang kami selidiki,” kata Ade Safri, Kamis (12/3/2026).

Modus Proyek Fiktif untuk Menarik Dana Investor Terbongkar

Penyidik juga mengamankan sejumlah properti bernilai tinggi, termasuk kantor PT DSI di Prosperity Tower kawasan SCBD.

Baca Juga :  Penyelundupan Mineral di Bandara IWIP Terbongkar, Satgas Amankan WNA

Selain itu, polisi menyita ruko di kawasan Buncit, lahan seluas 11.576 meter persegi di Bekasi, lahan 5,3 hektare di Bandung yang kini berstatus quo, serta lahan seluas 5.480 meter persegi di Deli Serdang.

Tak hanya itu, penyidik juga menyita 683 sertifikat tanah berstatus SHM dan SHGB yang tercatat sebagai aset piutang perusahaan.

Di sektor keuangan, polisi memblokir 31 rekening bank senilai sekitar Rp4 miliar, menyita uang tunai Rp2,15 miliar, serta membekukan 13 rekening deposito senilai Rp18,8 miliar.

Selain aset properti dan rekening, polisi juga mengamankan sejumlah kendaraan operasional perusahaan, yakni satu unit mobil dan dua sepeda motor yang diduga digunakan dalam aktivitas perusahaan.

β€œTotal estimasi sementara nilai aset yang berhasil kami amankan dari proses penyitaan ini mencapai kurang lebih Rp300 miliar,” tegas Ade Safri.

Bareskrim Dalami Kemungkinan Tersangka Baru

Dalam kasus ini, penyidik telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni TA yang menjabat direktur utama sekaligus pemegang saham, MY sebagai mantan direktur sekaligus pemegang saham, serta ARL yang menjabat komisaris sekaligus pemegang saham perusahaan.

Baca Juga :  Gudang di Bekasi Digerebek Bareskrim, 11 Ular Sanca Hijau Papua Dilindungi Disita

Penyidik kemudian melimpahkan berkas perkara ketiga tersangka tersebut ke Kejaksaan Agung Republik Indonesia pada tahap pertama pada Rabu (11/3) sekitar pukul 12.00 WIB.

Penyidik menduga para tersangka menjalankan modus penipuan dengan memanfaatkan proyek fiktif dari data peminjam (borrower) yang sudah ada.

Para tersangka kemudian menawarkan skema pendanaan kepada masyarakat untuk menarik dana investasi dalam jumlah besar.

Meski demikian, penyidikan tidak berhenti pada tiga tersangka tersebut. Bareskrim Polri masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk menjerat perusahaan sebagai subjek hukum korporasi.

Ade Safri menegaskan perusahaan dapat dimintai pertanggungjawaban pidana jika pengurus melakukan kejahatan untuk kepentingan korporasi.

Selain itu, Bareskrim Polri juga berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban guna membuka kanal pengaduan bagi para korban.

Langkah ini bertujuan memfasilitasi proses restitusi atau ganti rugi bagi para investor yang mengalami kerugian dalam kasus tersebut. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

110 Aset Disita dalam Kasus Dana Syariah, Ribuan Korban Menanti Kepastian
Harta Pejabat Tak Sesuai LHKPN Bisa Dirampas? Ini Usulan Wakil Ketua KPK
Dini Hari di Cakung, 8 Remaja Diamankan Bersama Celurit Panjang
Terbongkar, Solar Olahan Diduga Dipoles agar Mirip BBM Industri Asli
Api Masih Mengintai di Lahan Gambut, 17.942 Hektare Karhutla Belum Padam
Terjatuh Usai 2 Motor Bersenggolan di Depok, Penumpang Vario Tewas Terlindas Truk
Datang untuk Memijat, Malah Dianiaya: Terapis di Johar Baru Diperas Rp600 Ribu
Operasi Patuh 2026 Segera Dimulai, Pengendara Lawan Arus Jadi Perhatian Polisi

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:21 WIB

110 Aset Disita dalam Kasus Dana Syariah, Ribuan Korban Menanti Kepastian

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:03 WIB

Harta Pejabat Tak Sesuai LHKPN Bisa Dirampas? Ini Usulan Wakil Ketua KPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Dini Hari di Cakung, 8 Remaja Diamankan Bersama Celurit Panjang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Terbongkar, Solar Olahan Diduga Dipoles agar Mirip BBM Industri Asli

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Api Masih Mengintai di Lahan Gambut, 17.942 Hektare Karhutla Belum Padam

Berita Terbaru

Hiu viral Bukang-i kembali menerobos masuk ke kanal kota Busan Korea Selatan. Simak kronologi upaya evakuasi dan respon pengunjung. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hiu Viral Bukang-i Kembali Menerobos Masuk ke Kanal Kota Busan

Senin, 26 Okt 2026 - 06:00 WIB