Irjen Karyoto Bantah Isu Ngamuk di Ruang Kapolri soal Jabatan Kabareskrim

Jumat, 8 Agustus 2025 - 18:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Karyoto

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Karyoto

JAKARTA, ONLINEWS.CO.ID Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto tegas membantah kabar bohong yang menyebut dirinya ngamuk di ruang Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo karena tidak mendapatkan posisi Kabareskrim Polri. Dia memastikan isu itu adalah hoaks dan pelaku penyebarnya sedang dalam pencarian polisi.

“Sedang di-trace,” ujar Irjen Karyoto saat ditemui wartawan, Jumat (8/8/2025), menanggapi pertanyaan soal penyebar hoaks yang diduga merupakan buzzer berbayar dan biasanya beroperasi dari luar negeri.

Kebanyakan akun dari luar negeri… buzzer mahal…,” tambahnya.

Ketika ditanya apakah pelaku akan diproses hukum jika ditemukan, Karyoto menjawab tegas, “Ya pasti.”

Baca Juga :  Polri Kerahkan 38 Anjing Pelacak K9 Amankan HUT RI ke-80 di Jakarta

Irjen Karyoto, yang kini menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya, baru saja dipromosikan menjadi Kabaharkam Polri menggantikan Komjen M Fadil Imran. Dia membantah keras bahwa dirinya kecewa atau marah-marah karena tidak mendapatkan jabatan Kabareskrim.

Itu sangat hoaks dan tidak benar. Narasi itu disebarkan oleh akun anonim yang sengaja ingin memecah belah hubungan saya dengan Pak Kapolri,” ujar Karyoto.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menegaskan hubungan dirinya dengan Kapolri sangat baik. “Pak Kapolri sangat sayang ke saya, dan saya sangat respek ke beliau. Saya bersyukur atas jabatan yang diberikan,” tambah mantan Deputi Penindakan KPK tersebut.

Baca Juga :  Mengapa Pakar Sering Gagal Memprediksi Masa Depan?

Karyoto juga menegaskan dia tidak pernah menolak jabatan yang diamanahkan. “Saya sangat menghormati Pak Kapolri,” pungkasnya.

Isu soal kemarahan Irjen Karyoto bermula dari sebuah video di TikTok yang mengklaim bahwa dia ngamuk karena jabatannya berubah dari janji Kabareskrim menjadi Kabaharkam. Narasi itu langsung menyebar luas dan memicu spekulasi di kalangan netizen. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial
Gembong Narkoba Dewi Astutik Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan, Otak Kasus 2 Ton Sabu
Final FIFA Series 2026: Lawan Bulgaria di GBK, Ujian Sesungguhnya Garuda
Harga Bahan Pokok Stabil, Cabai hingga Bawang Turun Pasca Lebaran 2026
Cuaca Ekstrem di Ciamis, 80 Lebih Rumah Rusak Disapu Angin Kencang
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 169 Ribu Kendaraan Menyeberang ke Jawa dari Bakauheni
Cuaca Jabodetabek 29 Maret 2026: Hujan Meluas, Bogor Berpotensi Diguyur Lebat
‘Bang Jago’ Palak Pengendara di Tanah Abang, Rampas Kartu E-Toll, 2 Pelaku Dibekuk Polisi

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:10 WIB

Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial

Minggu, 29 Maret 2026 - 14:05 WIB

Gembong Narkoba Dewi Astutik Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan, Otak Kasus 2 Ton Sabu

Minggu, 29 Maret 2026 - 08:09 WIB

Final FIFA Series 2026: Lawan Bulgaria di GBK, Ujian Sesungguhnya Garuda

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:48 WIB

Harga Bahan Pokok Stabil, Cabai hingga Bawang Turun Pasca Lebaran 2026

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:31 WIB

Cuaca Ekstrem di Ciamis, 80 Lebih Rumah Rusak Disapu Angin Kencang

Berita Terbaru

Menembus batas identitas tunggal. Konsep interseksionalitas membuktikan bahwa perjuangan perempuan tidak bisa menggunakan pendekatan 'satu ukuran untuk semua' guna menghapus penindasan yang berlapis. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial

Minggu, 29 Mar 2026 - 16:10 WIB